Menjaga Alam, Memakmurkan Rakyat: Pemkab Mukomuko Resmikan Inisiatif Tata Kelola Lanskap Berbasis Kolaborasi

- Redaksi

Jumat, 10 April 2026 - 17:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Mukomuko – Langkah monumental menuju kelestarian alam dan kemajuan ekonomi kini telah diresmikan di Kabupaten Mukomuko. Pemerintah Daerah melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) secara resmi meluncurkan sebuah inisiatif strategis yang melibatkan berbagai elemen, bertujuan mengembangkan tata kelola lanskap yang berkelanjutan, harmonis, dan berwawasan masa depan. Acara peluncuran berlangsung khidmat di Kantor Bupati Mukomuko, Bengkulu, menjadi tonggak sejarah baru dalam upaya pelestarian lingkungan yang berbasis pada kolaborasi luas.

 

Inisiatif yang digagas ini bukan sekadar program biasa, melainkan sebuah gerakan bersama yang menyatukan visi antara instansi pemerintah, dunia akademisi, organisasi masyarakat, komunitas adat dan lokal, hingga mitra strategis dari sektor swasta. Kehadiran perusahaan-perusahaan besar seperti SIPEF dan Arconesia, serta dukungan teknis dari High Conservation Value Network (HCVN), membuktikan bahwa kepedulian terhadap alam kini telah menjadi tanggung jawab kolektif. Kolaborasi ini dirancang dengan satu tujuan mulia: memperkuat tata kelola lahan, mengoptimalkan upaya konservasi, serta menumbuhkan ekonomi kerakyatan melalui pendekatan yang terkoordinasi, sistematis, dan berbasis pada ilmu pengetahuan yang kuat.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Program ini menandai babak baru dalam pembangunan daerah, di mana prinsip keberlanjutan lingkungan tidak lagi dipandang sebagai penghambat, melainkan fondasi utama untuk mencapai tujuan sosial dan ekonomi yang lebih tinggi. Dengan mengintegrasikan metodologi berbasis data yang akurat ke dalam perencanaan pembangunan regional, inisiatif ini diharapkan mampu menjadi kompas yang mengarahkan pengambilan keputusan menjadi lebih tepat sasaran, efektif, dan memberikan dampak nyata berupa peningkatan kesejahteraan masyarakat serta ketahanan ekosistem yang kokoh dalam jangka panjang.

Baca Juga :  Pastikan Personel Profesional, Polres Ngawi Gelar Tes Psikologi Senpi dan Mapping Jabatan

 

Sebagai wujud nyata dari komitmen tersebut, telah diselenggarakan Workshop Skrining High Conservation Value (HCV) pada tanggal 6 dan 9 April 2026. Kegiatan yang menjadi fase awal penting ini dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Mukomuko, Bapak Rahmadi, AB. Dalam sambutannya yang penuh semangat, Wakil Bupati menekankan bahwa menjaga kelestarian hutan dan kekayaan alam adalah kewajiban mutlak. Ia menegaskan bahwa setiap upaya pembangunan yang dilakukan haruslah berjalan beriringan dengan pelestarian alam, sehingga mampu memberikan dampak kemakmuran yang nyata dan dirasakan langsung oleh seluruh lapisan masyarakat.

 

“Pembangunan yang berkelanjutan adalah pembangunan yang tidak hanya memikirkan masa kini, tetapi juga menjamin kehidupan yang layak bagi generasi mendatang. Oleh karena itu, kelestarian hutan dan lingkungan harus menjadi prioritas utama yang memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat,” tegas Rahmadi, AB, dalam kesempatan tersebut.

Baca Juga :  DARURAT MORAL DI KEBUMEN: Pimred DetikDimensi.com Desak Polisi, DP3A, dan PPPA Bertindak Tegas Atasi Dugaan Predator Anak

 

Workshop ini menjadi bukti nyata semangat kebersamaan, di mana berbagai pemangku kepentingan duduk bersama dalam satu wadah diskusi yang inklusif dan partisipatif. Para ahli dari HCVN hadir untuk membagikan pengetahuan mendalam mengenai metodologi dalam mengidentifikasi, merencanakan, hingga memantau kawasan-kawasan yang memiliki nilai konservasi tinggi. Proses ini tidak hanya berhenti pada identifikasi, tetapi juga mencakup analisis risiko serta penyusunan peta prioritas yang indikatif. Hal ini dilakukan agar setiap kebijakan dan langkah yang diambil nantinya dapat berjalan secara transparan, seimbang, dan meminimalkan dampak negatif terhadap alam.

 

Dari serangkaian proses skrining ini, diharapkan akan lahir berbagai output yang sangat berharga. Di antaranya adalah tersusunnya peta indikatif kawasan bernilai konservasi tinggi, analisis mendalam mengenai ancaman yang mungkin terjadi, serta rekomendasi aksi prioritas yang siap diimplementasikan di lapangan. Dokumen-dokumen strategis ini kelak akan melengkapi perangkat perencanaan yang sudah ada, menjadi referensi bersama yang kuat, serta memperkokoh pondasi pembangunan daerah yang berbasis pada data dan fakta ilmiah.

 

Kepala Bapperida, Singgih Pramono, M.H., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya yang mendalam atas terlaksananya kegiatan ini. “Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Matthew Nowak, PhD, beserta seluruh tim yang telah bekerja keras. Kami berharap ikatan kolaborasi ini semakin kuat dan langgeng ke depannya. Hasil dari kerja sama ini kami harapkan dapat menjadi pintu gerbang menuju Mukomuko yang lestari, sekaligus menjadi daya tarik utama untuk menarik investasi hijau yang akan memajukan daerah kita,” ungkapnya dengan penuh harap.

Baca Juga :  Kapolres Madiun Kota Cek Kesiapsiagaan Pos Operasi Ketupat Semeru 2026

 

Senada dengan hal tersebut, Dr. Matthew Nowak, Director of Sustainability SIPEF Indonesia, juga menyampaikan pandangannya. “Pendekatan lanskap yang melibatkan multi-pemangku kepentingan ini menunjukkan bahwa keberlanjutan dapat dicapai secara luas melalui sinergi yang kuat. Dengan menggabungkan analisis yang terkoordinasi dan implementasi yang nyata, kita dapat mendorong pembangunan regional yang berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi Mukomuko sebagai wilayah pengelola sumber daya alam yang bertanggung jawab dan berintegritas,” tambahnya.

 

Saat ini, SIPEF turut berperan aktif sebagai katalisator yang memfasilitasi berjalannya roda inisiatif ini, menjembatani kepentingan berbagai pihak demi terciptanya tujuan bersama. Melalui kemitraan yang dibangun di atas dasar kepercayaan dan tanggung jawab, program ini diyakini akan mampu melahirkan lanskap pembangunan yang tangguh, melindungi kekayaan alam dari kerusakan, serta mendorong roda ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan untuk masa depan yang lebih gemilang.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten
Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun
Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel
Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat
Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan
Api Lahap Lahan Tebu di Patihan, Petugas Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas
Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Kebumen dalam Sehari, 5,7 Hektare Terdampak
Sinergitas Forkopimcam Bonorowo, Kapolsek dan Camat Sambangi Koramil dalam Peringatan HUT TNI ke-81
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:17 WIB

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Api Lahap Lahan Tebu di Patihan, Petugas Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas

Berita Terbaru