Target Juli 2026, Kodim Kebumen Bangun Batalyon Teritorial untuk 1.000 Personel di Buayan

- Redaksi

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen – Komando Distrik Militer (Kodim) 0709/Kebumen menargetkan penyelesaian pembangunan fasilitas Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) pada akhir Juli 2026. Fasilitas ini dirancang untuk menampung lebih dari 1.000 personel yang akan bertugas mendukung ketahanan pangan dan operasi teritorial di wilayah tersebut.

 

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0709/Kebumen, Letkol Inf Eko Majlistyawan, dalam acara silaturahmi dengan awak media di Aula Makodim Kebumen.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Fokus Pembangunan Tahap Pertama

 

Letkol Inf Eko menjelaskan bahwa rencana awal pembentukan Yon TP di wilayah Kodim 0709/Kebumen mencakup dua lokasi. Namun, saat ini prioritas utama difokuskan pada pembangunan satu batalyon di Desa Banyumudal, Kecamatan Buayan. Lokasi kedua di Desa Somagede, Kecamatan Sempor, dijadwalkan menyusul setelah tahap pertama berjalan optimal.

 

Pembangunan di Kecamatan Buayan memanfaatkan lahan Perhutani seluas kurang lebih 50 hektare. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kemudahan akses infrastruktur publik, termasuk ketersediaan air bersih, jaringan listrik, internet, serta kondisi jalan yang memadai.

Baca Juga :  Desak Penetapan Tersangka, Kasus Dugaan Pengeroyokan dan Pemerasan Nelayan di Purworejo Masih Selidik

 

“Saat ini kami sedang berfokus pada penyiapan lahan. Untuk tahap pertama, pembangunan akan memprioritaskan gedung perkantoran, empat barak, dan gudang senjata,” terang Letkol Inf Eko, Selasa (19/5/2026).

 

Ia menegaskan bahwa target penyelesaian konstruksi barak harus rampung pada akhir Juli 2026. Hal ini bertujuan agar fasilitas tersebut segera siap huni bagi ribuan personel yang telah disiapkan.

 

Dual Fungsi: Pertempuran dan Ketahanan Pangan

 

Kehadiran Yon TP tidak hanya bertujuan untuk memperkuat postur pertahanan, tetapi juga memiliki misi ganda dalam bidang kesejahteraan rakyat. Personel Yon TP dilatih untuk menjalankan tugas tempur sekaligus tugas teritorial, dengan fokus khusus pada dukungan program ketahanan pangan nasional.

 

Dandim berharap, keberadaan batalyon ini dapat menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Buayan dan sekitarnya melalui interaksi positif antara personel militer dan warga lokal.

Baca Juga :  Dua Pekerja Tersengat Listrik Saat Perbaiki Atap di Karanggayam, Satu Meninggal

 

Progres Koperasi Desa Merah Putih Capai 80 Persen

 

Dalam kesempatan yang sama, Letkol Inf Eko juga melaporkan perkembangan program Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hingga pertengahan Mei 2026, progres pembangunan KDKMP di Kabupaten Kebumen telah mencapai 80 persen.

 

Dari total 460 desa/kelurahan di Kebumen, sebanyak 318 unit koperasi telah memasuki tahap pembangunan. Rinciannya, 120 unit dinyatakan sudah selesai 100 persen secara fisik, sementara sisanya masih dalam proses pembangunan dengan progres di atas 20 persen atau menunggu kelengkapan regulasi administratif.

 

Meskipun 120 unit koperasi telah siap secara fisik, operasionalisasi armada pendukung—yang terdiri dari truk, pick-up, dan motor roda tiga—belum sepenuhnya dilakukan. Hal ini lantaran distribusi armada masih bertahap dan menunggu kesiapan sistem manajemen koperasi di setiap desa.

 

“Proses pengiriman armada pendukung KDKMP ini akan terus berjalan,” jelasnya.

 

Pengawasan Ketat Penggunaan Armada

Baca Juga :  Bidhumas Polda Jatim Raih 3 Penghargaan Nasional di Rakernis Humas Polri 2026

 

Menyikapi potensi penyalahgunaan aset negara, sebagaimana pernah terjadi di beberapa daerah lain, Kodim 0709/Kebumen menerapkan protokol pengawasan yang ketat. Letkol Inf Eko memberikan instruksi tegas kepada para Danramil (Komandan Rayon Militer) dan Babinsa (Bintara Pembina Desa) untuk memantau penggunaan kendaraan operasional.

 

Seluruh armada yang telah diserahkan wajib disimpan di area koperasi dan hanya boleh digunakan untuk kegiatan operasional resmi yang telah ditentukan. Penggunaan di luar koridor tersebut dilarang keras tanpa koordinasi.

 

“Kami melakukan pengecekan operasional kendaraan ini melalui Babinsa. Namun, jika ada kebutuhan mendesak dari pihak desa atau masyarakat yang membutuhkan kendaraan tersebut, saya minta agar dilaporkan dan dikoordinasikan terlebih dahulu ke pihak Kodim,” pungkas Dandim.

 

Langkah preventif ini diambil untuk memastikan bahwa bantuan pemerintah melalui KDKMP benar-benar tepat sasaran dan bermanfaat bagi peningkatan ekonomi desa, bukan menjadi sumber masalah baru akibat mismanajemen.

 

(TIM)

Berita Terkait

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!
Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman
Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?
Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan
Babinsa Koramil 10/Sine dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Lahan Jati di Ploso Kerep
Desa Trimulyo Menatap Masa Depan: Among Pribadi Siap Lanjutkan Pengabdian Periode Kedua
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:42 WIB

HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?

Berita Terbaru