Detikdimensi.com Kebumen – Suasana hening malam Selasa, 7 Juli 2026, pecah oleh riuh rendah sorak-sorai di Sukarni Coffee, Dukuh Kebumen. Pukul 01.00 WIB, sekitar 80 orang dari berbagai lapisan masyarakat—mulai dari personel TNI, tokoh pers, pimpinan ormas, hingga warga sipil—terkumpul dalam satu ruangan. Mata mereka tertuju pada layar proyektor, namun esensi pertemuan itu melampaui sekadar tontonan sepak bola.
Kodim 0709/Kebumen menggelar kegiatan Komunikasi Sosial (Komsos) berupa Nonton Bareng (Nobar) pertandingan babak penyisihan Piala Dunia FIFA 2026 antara Portugal melawan Spanyol. Acara yang berlangsung hingga pukul 04.01 WIB ini dirancang sebagai strategi pembinaan teritorial yang humanis, mengikis sekat formal antara aparat dan rakyat melalui dialog santai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Deteksi Dini Melalui Pendekatan Humanis
Kapten Inf Budi Riyanto, Perwira Staf Intelijen (Pasi Intel) Kodim 0709/Kebumen, menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki dimensi strategis yang jauh lebih dalam daripada sekadar hiburan. Ia menjelaskan bahwa interaksi informal merupakan kunci untuk memahami dinamika sosial di akar rumput.
“Tujuan kami jelas, mempererat kemanunggalan TNI AD dengan masyarakat. Melalui kegiatan seperti ini kami ingin membangun hubungan silaturahmi dengan insan pers, ormas, OKP, dan seluruh komponen masyarakat,” ungkap Kapten Budi di sela-sela jalannya pertandingan.
Lebih lanjut, Kapten Budi menyoroti pentingnya ruang dialog yang cair. Menurutnya, ketika komunikasi terjalin dalam suasana akrab, potensi konflik dapat dideteksi lebih awal.
“Sekaligus ini menjadi upaya deteksi dini dan cegah dini terhadap potensi perkembangan situasi di wilayah Kabupaten Kebumen. Ketika komunikasi terbuka, potensi gesekan sosial dapat diminimalisir sejak awal,” jelasnya.
Pendapat tersebut dikuatkan oleh Kapten Inf Nowo Kiswanto, Perwira Staf Teritorial (Pasiter) Kodim 0709/Kebumen. Ia menilai olahraga, khususnya sepak bola, adalah media universal yang efektif untuk menyatukan perbedaan.
“Kami ingin menumbuhkan semangat persatuan, kebersamaan, dan nasionalisme melalui olahraga. Sekaligus memperkuat sinergitas TNI dengan media massa dan masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah agar tetap aman, tertib, dan kondusif,” kata Kapten Nowo.
Peran Strategis Pers dan Ormas
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh kunci masyarakat Kebumen, termasuk Sunardi dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Wilayah Kebumen, Mashudi dari Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), dan Nasikin, Ketua Pengurus Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (PC HMI) Kebumen. Kehadiran perwakilan media cetak, online, dan elektronik menempatkan pers sebagai mitra strategis, bukan sekadar penonton.
Sunardi, Ketua PPWI DPC Kebumen, mengapresiasi langkah proaktif Kodim 0709. Baginya, format nobar menciptakan ruang dialog yang setara dan inklusif, berbeda dengan forum resmi yang sering kali kaku.
“Kami dari insan pers menyambut baik kegiatan ini. Ini ruang yang bagus untuk berdiskusi santai dengan TNI. Komunikasi yang terbangun di luar forum resmi membuat kami semakin dekat dan mudah bertukar informasi demi kepentingan publik,” ujar Sunardi.
Ia menambahkan, kedekatan antara institusi pertahanan dan pers sangat krusial untuk memastikan narasi keamanan yang beredar di masyarakat tetap proporsional, faktual, dan tidak memicu kepanikan.
Inklusivitas acara juga terlihat dari keterlibatan karyawan Sukarni Coffee dan masyarakat umum. Tanpa sekat hierarki, semua peserta duduk berdampingan, berbagi hidangan, dan bersorak bersama. Interaksi spontan ini membuktikan efektivitas pendekatan humanis dalam menembus barrier psikologis antara aparat dan warga.
Drama 90 Menit: Spanyol Tipiskan Portugal
Di atas lapangan hijau virtual, pertandingan yang disiarkan langsung oleh TVRI menyajikan drama intens. Kick-off babak pertama pada pukul 02.00 WIB ditandai dengan saling serang antara Portugal dan Spanyol. Penguasaan bola berimbang, namun ketangguhan lini pertahanan kedua tim membuat skor tetap 0-0 hingga akhir babak pertama.
Jeda paruh pertama dimanfaatkan peserta untuk melanjutkan diskusi informal mengenai kondisi terkini wilayah Kebumen. Diskusi mengalir natural di antara suapan makanan, mengonfirmasi efektivitas metode “ngopi bareng” sebagai sarana Komsos yang rendah tekanan namun berdampak tinggi.
Memasuki babak kedua pada pukul 03.07 WIB, intensitas permainan meningkat. Spanyol mulai mendominasi serangan dan menekan pertahanan Portugal. Puncak ketegangan terjadi pada menit ke-90, ketika serangan balik cepat Spanyol berhasil mengecoh kiper lawan. Gol tunggal tersebut memastikan kemenangan tipis 1-0 bagi Spanyol, sekaligus mengantarkan mereka melaju ke babak berikutnya.
Meski ada nuansa kekecewaan dari pendukung Portugal, suasana di lokasi nobar tetap terjaga dengan sportif. Hal ini mencerminkan kedewasaan emosional para peserta dalam menghargai perbedaan dukungan.
Komitmen Menjaga Kondusivitas
Sepanjang kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ada insiden yang mengganggu ketertiban umum, baik di dalam maupun di luar lokasi acara. Hal ini menjadi indikator positif mengenai kematangan masyarakat Kebumen dalam menyikapi even-even besar.
Kodim 0709/Kebumen menegaskan komitmen untuk terus menggelar kegiatan komunikasi sosial serupa sebagai bagian integral dari pembinaan teritorial. Melalui pendekatan yang harmonis dan berkelanjutan, TNI berharap seluruh komponen masyarakat dapat bergerak bersama menjaga Kebumen sebagai wilayah yang aman dan produktif.
“Dengan komunikasi yang harmonis, kami berharap seluruh komponen masyarakat dapat bersama-sama menjaga Kebumen tetap aman dan kondusif,” pungkas Kapten Budi.
Acara nobar Piala Dunia 2026 ini bukan sekadar tontonan semalam. Ia adalah simbol nyata bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat dibangun lewat konsistensi dalam keterbukaan, dialog, dan kebersamaan. Di tengah gemuruh stadion dunia maya, solidaritas lokal di Kebumen justru semakin menguat, membuktikan bahwa sepak bola memang lebih dari sekadar permainan; ia adalah jembatan menuju persatuan.
(TIM)








