Bersih Desa Duwet Digelar di Punden Ndulang Awan, Tradisi dan Tayub Jadi Perekat Warga

- Redaksi

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Magetan – Tradisi bersih desa kembali digelar masyarakat Desa Duwet, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, Senin (17/8/2026). Berlangsung di kawasan Punden Ndulang Awan, kegiatan tersebut menjadi momentum warga untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga tradisi dan kesenian warisan leluhur.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan tasyakuran yang diikuti pemerintah desa dan masyarakat. Usai doa bersama, suasana semakin meriah dengan pertunjukan kesenian tari tayub atau tayuban yang menjadi salah satu kesenian tradisional yang masih dipertahankan masyarakat Desa Duwet.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Desa Duwet, Agung Sugiarno, mengatakan bersih desa memiliki makna penting bagi masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya kegiatan tahunan, melainkan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas segala hal yang telah diterima masyarakat selama setahun terakhir.

Baca Juga :  Dugaan Penyimpangan Prosedur dan Permintaan Uang dalam Razia Narkoba di Kebumen Jadi Sorotan, Polisi Diminta Transparan

 

“Bersih desa ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita berkumpul bersama, berdoa dan berharap Desa Duwet ke depan semakin aman, tenteram, masyarakatnya semakin guyub dan diberikan keberkahan,” ujar Agung.

 

Ia menjelaskan, pemilihan Punden Ndulang Awan sebagai lokasi kegiatan juga tidak terlepas dari nilai sejarah dan budaya yang melekat di tempat tersebut. Punden menjadi bagian dari warisan yang terus dijaga masyarakat dan menjadi salah satu simbol penting dalam tradisi Desa Duwet.

 

“Punden Ndulang Awan ini memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Duwet. Karena itu, melalui kegiatan seperti ini kami ingin terus menjaga dan merawat tradisi yang sudah diwariskan para leluhur,” katanya.

Baca Juga :  PWI DKI Jakarta dan Pengadilan Negeri Jakarta Barat Bahas Peran Media dalam Penegakan Hukum

 

Menurut Agung, pelestarian tradisi juga perlu melibatkan generasi muda. Sebab, keberlangsungan budaya lokal tidak cukup hanya mengandalkan generasi terdahulu, tetapi harus diteruskan dan dikenalkan kepada anak-anak muda.

 

“Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya dari luar, sementara budaya sendiri justru dilupakan. Tayub dan tradisi bersih desa ini merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus kita rawat bersama,” tegasnya.

 

Di sisi lain, pertunjukan tayub dalam rangkaian bersih desa menjadi hiburan yang mampu menarik perhatian warga. Masyarakat tampak antusias menyaksikan jalannya pertunjukan sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk berkumpul dan bersilaturahmi.

 

Agung berharap tradisi bersih desa dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Lebih dari sekadar ritual budaya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat semangat gotong royong dan persatuan masyarakat.

Baca Juga :  Rayakan Hari Jadi ke-78 Polwan RI, Polwan Polres Ngawi Berbagi Kebahagiaan di Panti Asuhan Bina Insani 

 

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Dengan bersih desa ini, kita ingin seluruh masyarakat Duwet semakin rukun, guyub dan saling menjaga. Tradisi boleh terus berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai kebersamaan dan gotong royong jangan sampai hilang,” pungkasnya.

 

Tradisi bersih desa di Punden Ndulang Awan pun kembali menegaskan bahwa kearifan lokal masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Duwet. Tasyakuran dan tayuban bukan sekadar rangkaian acara, tetapi menjadi cara warga merawat hubungan sosial sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman.

 

(IPUNG/RED)

Berita Terkait

Aktivitas Tambang Pasir di Karanggayam Kembali Beroperasi, Warga Desak Penertiban dan Soroti Dugaan Pembiaran
Dandim Madiun Cup, Panggung Awal Talenta Muda Mengejar Mimpi Sepak Bola
Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata
Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo
Angin Kencang Api Cepat Menjalar, Personel Koramil Dagangan, Dengan Sigap Membantu Pemadaman Kebakaran
Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Danramil Bringin Bersama BPBD Sosialisasikan Penanggulangan Bencana dan Pengetahuan Hukum
Dampak Galian Pasir di Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Desak Penertiban Tegas
Replik Pemohon: Praperadilan Jadi Ruang Menguji Argumentasi Hukum
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Aktivitas Tambang Pasir di Karanggayam Kembali Beroperasi, Warga Desak Penertiban dan Soroti Dugaan Pembiaran

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Dandim Madiun Cup, Panggung Awal Talenta Muda Mengejar Mimpi Sepak Bola

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Angin Kencang Api Cepat Menjalar, Personel Koramil Dagangan, Dengan Sigap Membantu Pemadaman Kebakaran

Berita Terbaru