Detikdimensi.com, Pati – Aktivitas pengolahan arang batok kelapa di kawasan Jalan Lingkar Selatan (Lkr Sel) Pati, tepatnya di wilayah Kebun, Desa Ngawen, Kecamatan Margorejo, kembali menuai sorotan. Asap putih keabu-abuan yang mengepul tebal dari lokasi pembakaran diduga menjadi penyebab terganggunya jarak pandang dan keselamatan pengguna jalan.
Sejumlah pengendara mengeluhkan kondisi tersebut karena asap kerap menutupi badan jalan, terutama saat angin berembus ke arah timur. Situasi ini dinilai membahayakan, khususnya bagi pengendara roda dua yang rentan kehilangan visibilitas secara mendadak.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pemadangan sangat membahayakan, kabut dan asap sampai menutupi jalan. Mohon dinas terkait segera menindaklanjuti lokasi pengolahan arang batok kelapa,” keluh Supri, salah satu pengendara yang melintas, Sabtu (21/02/2026).
Pantauan di lapangan menunjukkan asap cukup pekat hingga menyerupai kabut tebal. Selain mengganggu jarak pandang, bau menyengat juga tercium di sekitar lokasi. Warga sekitar menyebut kondisi ini bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah berulang tanpa penanganan yang tegas.
Dugaan sementara, asap berasal dari proses pembakaran batok kelapa dalam jumlah besar yang dilakukan tidak jauh dari badan jalan. Jika benar demikian, muncul pertanyaan mengenai aspek perizinan, pengawasan lingkungan, serta standar operasional yang diterapkan pelaku usaha.
Ironisnya, lokasi produksi berada di jalur strategis yang setiap hari dilintasi kendaraan dalam jumlah tinggi. Aktivitas industri rumahan yang menghasilkan polusi diduga dibiarkan berjalan tanpa pengendalian emisi memadai, sehingga dampaknya langsung dirasakan publik.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pati, Tulus Budiharjo, saat dikonfirmasi lewat pesan WhatsApp menyatakan akan menindaklanjuti aduan masyarakat. Namun warga berharap langkah konkret segera dilakukan, bukan sekadar peninjauan atau teguran administratif.
“Kalau memang membahayakan, seharusnya dipindah atau ditutup. Jangan sampai menunggu ada kecelakaan dulu baru bertindak,” ujar salah satu warga setempat.
Masyarakat mendesak adanya evaluasi menyeluruh terhadap aktivitas pengolahan arang tersebut, termasuk dampaknya terhadap keselamatan lalu lintas dan kualitas udara. Pengguna jalan pun diimbau meningkatkan kewaspadaan saat melintas di kawasan tersebut, terutama pada jam-jam pembakaran berlangsung.
(TIM REDAKSI)








