Desakan Keras! Oknum Kapolres Mojokerto Diminta Dipecat, Dugaan OTT dan Penanganan Kasus Disorot

- Redaksi

Kamis, 2 April 2026 - 20:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Mojokerto – Gelombang kritik dan desakan publik terhadap kinerja aparat penegak hukum kembali mencuat. Kali ini, sorotan tajam diarahkan kepada oknum Kapolres Mojokerto yang diduga terlibat dalam praktik pelanggaran serius, termasuk isu operasi tangkap tangan (OTT) dan penanganan perkara yang dinilai tidak transparan.

 

Sejumlah pihak dari kalangan masyarakat dan lembaga menyampaikan kekecewaan mendalam. Mereka menilai, jika dugaan tersebut terbukti, maka tindakan tegas harus segera diambil oleh pimpinan Polri.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Jangan hanya dicopot dari jabatan, tetapi harus dipecat. Ini menyangkut marwah institusi dan kepercayaan masyarakat,” ujar salah satu perwakilan lembaga dalam pernyataannya.

Baca Juga :  Kapolres Madiun Kota Hadiri Halal Bihalal Bersama Forkopimda di Balai Kota Madiun

 

Sorotan Integritas dan Sumber Penghasilan

 

Kritik juga mengarah pada dugaan adanya sumber penghasilan tambahan yang tidak wajar. Padahal, aparat penegak hukum telah menerima gaji dari negara yang bersumber dari uang rakyat.

 

Hal ini dinilai bertolak belakang dengan profesi wartawan atau insan pers yang bekerja secara profesional dengan penghasilan terbatas namun tetap menjunjung tinggi independensi.

 

“Semua orang lapangan paham dari mana sumber-sumber itu. Jangan sampai kepercayaan publik semakin runtuh,” tambahnya.

 

Dugaan Penanganan Kasus Tidak Transparan

 

Selain itu, muncul pula sorotan terkait penanganan kasus, khususnya yang berkaitan dengan tindak pidana narkoba. Sejumlah pihak mempertanyakan apakah penegakan hukum telah berjalan secara adil dan menyasar pelaku utama.

Baca Juga :  Ramadan Peduli, Kapolres Ngawi Berbagi Pada Warga di Kedunggalar

 

Publik menilai, penanganan kasus besar harus dilakukan secara terbuka dan tidak menimbulkan persepsi adanya perlakuan berbeda.

 

“Kasus narkoba itu dampaknya sangat besar. Penanganannya tidak boleh setengah-setengah,” tegasnya.

 

Peran Pihak Lain Ikut Disorot

 

Dalam pernyataan tersebut, juga disinggung adanya dugaan keterlibatan pihak lain yang dinilai tidak profesional dalam proses hukum. Jika terbukti, masyarakat meminta agar semua pihak yang terlibat diberikan sanksi sesuai aturan yang berlaku.

 

Desakan ke Pimpinan Polri

 

Masyarakat mendesak agar pimpinan Polri segera turun tangan dan mengambil langkah tegas untuk menjaga integritas institusi.

Baca Juga :  Polres Ngawi Monitoring LPG dan BBM, Pastikan Stok Aman Jelang Nyepi dan Idul Fitri

 

Langkah cepat dan transparan dinilai penting guna mengembalikan kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum.

 

Dukungan untuk Insan Pers

 

Di tengah polemik ini, dukungan juga disampaikan kepada rekan-rekan wartawan di seluruh Indonesia yang terus menjalankan tugas jurnalistik secara profesional.

 

Apresiasi turut diberikan kepada para advokat yang secara sukarela memberikan pendampingan hukum kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa penegakan hukum harus berjalan secara adil, transparan, dan tanpa tebang pilih. Masyarakat berharap tidak ada kompromi terhadap pelanggaran hukum, terlebih yang melibatkan aparat penegak hukum itu sendiri.

 

(Tim)

Berita Terkait

Hadirkan Rasa Aman, Polres Kebumen Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah
PKB Mageta Gelar Muscab 2026, Suratno : Siapapun Pemimpinnya Tetap Kita Dukung
Pengamanan Khidmat Jumat Agung, Polres Magetan Kerahkan Ratusan Personel Jaga Ibadah Umat Nasrani
Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran
Skandal Rp1,9 Miliar di Pegadaian, Aktivis Tekan Usut Tuntas Tanpa Ampun
Polres Kebumen Amankan Kebaktian Jumat Agung, Ratusan Jemaat Beribadah dengan Kondusif
Polres Ngawi Sterilisasi Gereja, Pastikan Ibadah Paskah Aman dan Kondusif
Pasca Lebaran 2026, Satgas Pangan Polres Magetan Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Aman
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 14:43 WIB

Hadirkan Rasa Aman, Polres Kebumen Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah

Sabtu, 4 April 2026 - 14:22 WIB

PKB Mageta Gelar Muscab 2026, Suratno : Siapapun Pemimpinnya Tetap Kita Dukung

Sabtu, 4 April 2026 - 14:19 WIB

Pengamanan Khidmat Jumat Agung, Polres Magetan Kerahkan Ratusan Personel Jaga Ibadah Umat Nasrani

Sabtu, 4 April 2026 - 09:53 WIB

Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran

Sabtu, 4 April 2026 - 01:18 WIB

Skandal Rp1,9 Miliar di Pegadaian, Aktivis Tekan Usut Tuntas Tanpa Ampun

Berita Terbaru