Filosofi Jawa “Alam Sejati” Agus Kliwir : Keteguhan, Kehidupan dan Pengayoman

- Redaksi

Sabtu, 26 September 2026 - 04:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Pati – Kehidupan tidak dapat dipisahkan dari hubungan manusia dengan sesama dan alam. Dari pemikiran tersebut, Padepokan Paku Bumi Gus Alif Sabdodadi “Alam Sejati”

 

Menempatkan prinsip “Nguripi lan Ngayomi” sebagai pesan utama, dalam membangun nilai kehidupan.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pendiri padepokan, Agus Kliwir menjelaskan bahwa “Nguripi lan Ngayomi” mengandung pesan sederhana, namun mendalam

 

Manusia hendaknya mampu menghidupi, sekaligus mengayomi kehidupan di sekitarnya.

 

Baca Juga :  Warung Kompas Presisi Polres Ngawi, Berbagi Makan Gratis Dan Serap Aspirasi Warga

“Setiap keberadaan seharusnya membawa manfaat. Kita hidup bukan hanya untuk diri sendiri

 

Tetapi juga bagaimana bisa memberikan kehidupan dan menjaga orang lain,” ungkap Agus Kliwir, Jumat (25/9/2026).

 

Ia menyebut “Nguripi” memiliki makna menghadirkan manfaat, sedangkan “Ngayomi” mengandung nilai perlindungan, kepedulian dan rasa aman.

 

Dalam konsep Alam Sejati, manusia dipandang sebagai bagian dari kehidupan yang tidak berdiri sendiri.

 

Hubungan dengan lingkungan, budaya dan masyarakat perlu dijaga, agar kedepan tetap seimbang.

Baca Juga :  Semarak HUT Ke-81 RI, Babinsa Paron dan Bhabinkamtibmas Amankan Jalan Sehat di Desa Teguhan

 

Karena itu, simbol bumi, akar, wayang dan berbagai ornamen tradisional Jawa digunakan sebagai bagian dari identitas padepokan.

 

Akar menjadi gambaran pentingnya memiliki dasar yang kuat, sedangkan bumi menjadi simbol kehidupan yang harus dirawat bersama.

 

Menurut Agus Kliwir, kemajuan kehidupan tidak seharusnya membuat manusia menjauh dari nilai-nilai kebersamaan.

 

Justru ketika seseorang semakin kuat, semakin besar pula tanggung jawabnya untuk menjaga lingkungan dan sesama.

Baca Juga :  Eko Majlistyawan Bersama Lintas Komunitas: Serah Terima Kunci Bedah Rumah di Krakal dan Jatisari

 

“Prinsipnya sederhana, jangan hanya ingin dihidupi, tetapi juga belajar menghidupi. Jangan hanya ingin dilindungi, tetapi juga mampu mengayomi,” tambahnya.

 

Filosofi tersebut, bisa diharapkan menjadi pengingat bahwa keseimbangan kehidupan lahir dari sikap saling menghormati, peduli dan memberikan manfaat.

 

Alam Sejati pun membawa pesan bahwa manusia boleh memiliki cita-cita tinggi, namun tetap harus memiliki akar nilai

 

Untuk menjaga keseimbangan, dan tidak kehilangan rasa kemanusiaan”, pungkasnya.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten
Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun
Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel
Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum
Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat
Sidang Perdana Sengketa KPR di Madiun: Kuasa Hukum Soroti Legalitas Oper Kredit via Notaris dan Dugaan Klausul Baku
Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan
Api Lahap Lahan Tebu di Patihan, Petugas Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:17 WIB

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat

Berita Terbaru