Komentar singkat saya atas pernyataan Presiden Prabowo Subianto tentang “Londo Ireng”

- Redaksi

Selasa, 28 Juli 2026 - 10:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Jakarta – Pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut jurnalis dan LSM sebagai “Londo Ireng” jelas menimbulkan kegelisahan publik. Istilah ini sarat makna historis dan politis. Sayangnya, Prabowo Subianto salah menempatkan frasa ini dengan menempelkannya pada para wartawan dan aktivis LSM.

 

“Londo” hakekatnya dipahami sebagai penjajah, sementara “ireng” berarti hitam. Jika digabung, “Londo Ireng” merujuk pada kelompok bangsa berkulit ireng yang berperan sebagai penjajah. Sebagaimana pernyataan Bung Karno, “Londo Ireng” adalah kelompok warga pribumi yang ikut berperan menindas bangsanya sendiri melalui kekuasaan negara, bukan mereka yang berperan sebagai jurnalis atau aktivis LSM.

 

Jadi, sebenarnya pernyataan Presiden Prabowo justru mengarah pada dirinya sendiri. Fakta sederhana dapat dilihat bahwa Presiden Prabowo Subianto (juga presiden sebelumnya) berkantor di bekas kantor Gubernur Jenderal Hindia Belanda, yang merupakan simbol asli penjajah dari kelompok Londo Putih. Jika ada yang pantas disebut Londo Ireng, maka mereka itu adalah kelompok penguasa yang menggunakan kekuasaan untuk menindas rakyatnya sendiri.

 

Sementara, jurnalis dan LSM berdiri di posisi sebaliknya, Mereka berperan sebagai kontrol sosial, kelompok bangsa yang tanpa pamrih, berdarah-darah memperjuangkan kepentingan rakyat, melawan praktik ketidakadilan yang dilakukan para Londo Ireng yang dikendalikan dari gedung penjajah alias istana presiden. Melabeli wartawan dan LSM sebagai Londo Ireng adalah bentuk pengaburan sejarah sekaligus pelecehan terhadap peran penting masyarakat sipil dalam negara demokrasi.

Baca Juga :  Warga Tanggulangin Gelar Tradisi ‘Memetri Bumi dan Sedekah Laut’, Puncaknya Wayang Kulit Semalam Suntuk

 

Soekarno berkali-kali menegaskan bahwa Londo Ireng adalah “kelompok pemerintah yang menjajah dan menindas rakyatnya sendiri.” Pernyataan ini relevan hingga kini, ketika sebagian terbesar penguasa lebih sibuk melanggengkan kekuasaan agar dapat terus memeras keringat rakyat daripada menegakkan keadilan dan menciptakan kejahteraan bagi rakyatnya.

Baca Juga :  Rahmat Hidayat Ketua DPD Gardapuma Hadiri Musyawarah Ranting PDI-P se-Kecamatan Ciomas, Bogor

 

Sebagaimana ditegaskan oleh filsuf Jean-Jacques Rousseau bahwa jika penguasa menindas rakyat, maka ia telah berubah menjadi penjajah. Kritik Immanuel Kant terhadap Prabowo Subianto cukup keras dengan mengatakan bahwa menyebut jurnalis dan LSM sebagai Londo Ireng adalah tindakan yang jauh dari kewajiban moral seorang pemimpin.

 

Oleh karena itu, jangan salah alamat. Londo Ireng bukanlah jurnalis atau LSM, melainkan penguasa yang mengkhianati rakyatnya sendiri.

Sumber : Wilson Lalengke

Jakarta, 27 Juli 2026.

(TIM/RED)

Berita Terkait

Dandim Madiun Cup, Panggung Awal Talenta Muda Mengejar Mimpi Sepak Bola
Kasad Maruli Simanjuntak Dorong Pembangunan Jembatan dan Air Bersih, TNI Hadir untuk Rakyat
Erosi Menggerus Sawah, Warga Kemangguan Desak Penertiban Tambang Pasir Ilegal di Sungai Luk Ulo
AKBP Rachmad C Yusuf Lanjutkan Program Kapolres Kebumen Sebelumnya
Pedang Pora Sambut Pejabat Kapolres Kebumen, Amanah Kepemimpinan Berganti
Revitalisasi SDN Jatimalang Senilai Rp1,1 Miliar: Desakan Pengawasan Ketat Mengiringi Rencana Sistem Swakelola
AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten
Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Dandim Madiun Cup, Panggung Awal Talenta Muda Mengejar Mimpi Sepak Bola

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Kasad Maruli Simanjuntak Dorong Pembangunan Jembatan dan Air Bersih, TNI Hadir untuk Rakyat

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Erosi Menggerus Sawah, Warga Kemangguan Desak Penertiban Tambang Pasir Ilegal di Sungai Luk Ulo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:19 WIB

AKBP Rachmad C Yusuf Lanjutkan Program Kapolres Kebumen Sebelumnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pedang Pora Sambut Pejabat Kapolres Kebumen, Amanah Kepemimpinan Berganti

Berita Terbaru