Wilson Lalengke Berikan Pandangan tentang Hubungan Indonesia–Rusia Saat Wawancara Televisi Rusia

- Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 - 17:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com, Jakarta – Aktivis dan jurnalis Indonesia, Wilson Lalengke, mendapat kesempatan untuk diwawancarai oleh Televisi Rusia dalam acara berbuka puasa bersama yang digelar oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia, H.E. Sergei Tolchenov, di kediaman resmi beliau di Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026. Acara ini menjadi momen penting yang mempertemukan diplomat, jurnalis, dan tokoh masyarakat dalam suasana Ramadhan yang penuh kehangatan.

 

Dalam wawancara tersebut, Wilson Lalengke menanggapi pidato Duta Besar Rusia mengenai hubungan bilateral Indonesia–Rusia. Ia menekankan bahwa kedua negara memiliki potensi besar untuk memperkuat kerja sama di bidang diplomasi, budaya, dan komunikasi publik. Menurutnya, hubungan yang saling menghormati dan setara akan menjadi fondasi penting dalam membangun dunia yang lebih adil.

 

Wilson Lalengke juga memberikan komentar mengenai konflik Rusia–Ukraina. Ia menyatakan bahwa Rusia menghadapi situasi yang cukup sulit karena harus berhadapan dengan keroyokan negara-negara Eropa dan Amerika Serikat. “Dunia ini tidak adil ketika satu negara dipaksa menghadapi tekanan besar secara sendirian. Rusia sedang menghadapi ketidakadilan itu karena digempur oleh kekuatan Barat dan Amerika secara keroyokan bersekutu melawan Rusia sendirian.” ujar Petisioner HAM PBB tahun 2025 itu.

 

Komentarnya mencerminkan keprihatinan atas ketidaksetaraan dalam sistem internasional dan perlunya pendekatan yang lebih adil untuk mencapai perdamaian.

Baca Juga :  Produk Astra Tak Cantumkan HET, FRRAK Soroti Potensi Kerugian Konsumen dan Ancam Boikot

 

Kebijakan Rusia terhadap Islam

 

Dalam konteks Islam, Wilson Lalengke memberikan apresiasi terhadap kebijakan Rusia. Ia menyoroti pernyataan Duta Besar bahwa Islam merupakan agama terbesar kedua di Rusia, menunjukkan adanya penghormatan terhadap keragaman.

 

Ketum PPWI itu juga menekankan bahwa langkah Rusia mengadakan iftar bersama jurnalis adalah hal unik yang menunjukkan perhatian besar terhadap Islam dan belum pernah ia lihat dilakukan oleh kedutaan lain di Jakarta. “Ini adalah langkah luar biasa. Rusia menunjukkan penghormatan terhadap Islam dan keterbukaan untuk berdialog dengan komunitas Muslim. Saya sejauh ini belum melihat kedutaan lain di Jakarta mengadakan iftar khusus bersama jurnalis,” katanya.

Baca Juga :  Soroti Konten Selebgram TikTok, Praktisi Hukum Rurih SH, CM., CLA : Kebebasan Berekspresi Harus Tetap Menghormati Hukum

 

Acara iftar atau buka puasa bersama tersebut menjadi simbol penting dari diplomasi budaya dan dialog lintas agama. Bagi Wilson Lalengke, inisiatif ini menunjukkan bahwa perdamaian dapat dibangun melalui kejujuran, keterbukaan, dan penghormatan terhadap keberagaman. Ia menegaskan bahwa Indonesia perlu mendukung langkah-langkah seperti ini untuk memperkuat solidaritas global.

 

Wawancara Wilson Lalengke dengan Televisi Rusia di acara iftar Duta Besar Rusia mencerminkan pentingnya hubungan Indonesia–Rusia, memberikan pandangan kritis tentang konflik global, serta mengapresiasi kebijakan Rusia terhadap Islam. Pesan utamanya jelas: dunia yang adil hanya bisa tercapai melalui dialog, kerja sama, dan penghormatan terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

 

(TIM REDAKSI)

Berita Terkait

Banbinsa Koramil Paron Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jalan dan Paving di Desa Jambangan
Aktivitas Tambang Pasir di Karanggayam Kembali Beroperasi, Warga Desak Penertiban dan Soroti Dugaan Pembiaran
Dandim Madiun Cup, Panggung Awal Talenta Muda Mengejar Mimpi Sepak Bola
Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata
Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo
Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Danramil Bringin Bersama BPBD Sosialisasikan Penanggulangan Bencana dan Pengetahuan Hukum
Dampak Galian Pasir di Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Desak Penertiban Tegas
Replik Pemohon: Praperadilan Jadi Ruang Menguji Argumentasi Hukum
Berita ini 13 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Banbinsa Koramil Paron Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jalan dan Paving di Desa Jambangan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Aktivitas Tambang Pasir di Karanggayam Kembali Beroperasi, Warga Desak Penertiban dan Soroti Dugaan Pembiaran

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Dandim Madiun Cup, Panggung Awal Talenta Muda Mengejar Mimpi Sepak Bola

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo

Berita Terbaru