Uang 2,3 Miliar Bumdesma Gombong Menghilangkan Tanpa Jejak? Korupsi Disorot Publik

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen – Proyek Peternakan terpadu BUMDesma “Manggala Praja” di Desa Kemukus, Kecamatan Gombong, kini menjadi sorotan publik karena kondisinya yang mengenaskan. Fasilitas yang seharusnya menjadi simbol kedaulatan ekonomi bagi 12 desa di Kecamatan Gombong tersebut, kini tampak terbengkalai, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.

 

Berdasarkan pantauan tim media dilokasi, aset senilai miliaran rupiah kini menyisakan kandang kosong tanpa satupun ternak. Bahkan peralatan yang mendukung terlihat jelas sudah mulai digerogoti karat dan satu unit kendaraan operasional dibiarkan mangkrak begitu saja.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

ST mengungkapkan bahwa modal usaha BUMDesma tersebut terdapat penyertaan modal dari 12 desa dengan dua tahap. Yang pertama sebesar Rp100 juta dan ditahap kedua sebesar Rp50 juta untuk satu desa.

Baca Juga :  Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Polisi Intensifkan Patroli di Telaga Sarangan Pada Idul Adha 2026

 

“Seingat saya, sekitar Rp700 juta dialokasikan untuk fisik kandang, pengadaan alat, hingga rumput odot,” terang ST, Selasa (10/03/2026).

 

Persoalan meruncing pada pengadaan 31 ekor sapi yang didanai bantuan spesifik sebesar Rp500 juta. Hingga saat ini, keberadaan puluhan sapi tersebut menjadi misteri. Informasi yang terhimpun menyebutkan hanya satu ekor sapi yang laku terjual ke jagal seharga Rp3,5 juta dengan alasan sakit. Nasib 30 ekor lainnya? Masih gelap dalam pertanyaan publik.

 

“Saya tidak tahu kemana larinya 30 ekor sapi itu. Kami sebagai kepala desa belum menerima laporan yang jelas tentang penggunaan dana tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  ID Card Jadi Syarat, Puluhan Jurnalis Magetan Gagal Liput Gubernur Cup

 

Namun, upaya tim media untuk mendapatkan klarifikasi dari pihak pengelola BUMDesma menemui jalan buntu. Saat disambangi ke kantor operasional, Direktur Utama dikabarkan sedang sakit dan tidak dapat dihubungi. Sikap tertutup ini memicu kritik tajam mengenai tanggung jawab moral pengelola dana umat.

 

Apalagi, hingga Maret 2026, Musyawarah Antar Desa (MAD) untuk laporan tahun buku 2025 belum juga digelar. Padahal, pada akhir 2024, disinyalir masih terdapat sisa dana kas sekitar Rp400 juta. Belum adanya laporan pertanggungjawaban (LPJ) yang transparan, hal itu memicu spekulasi liar di masyarakat terkait adanya dugaan praktik mal adminstrasi atau penyimpangan dana.

Baca Juga :  Dialog Kebangsaan Polres Madiun, Perkuat Persatuan dan Sinergitas di Tengah Tantangan Ruang Digital

 

“Saya tidak mengetahui secara detailnya, intinya jika ingin lebih jelas silahkan langsung saja temui ketua pengelola Bumdesma,” tutupnya.

 

 

Sebagai Informasi Publik…

Sampai berita ini diterbitkan pihak-pihak terkait belum dapat dikonfirmasi tim media untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

 

Pertanyaan yang belum terjawab:

 

– Kemana larinya 30 ekor sapi yang dibeli dengan dana Rp500 juta?

– Apakah ada dugaan korupsi atau penyimpangan dana dalam proyek ini?

– Akankah pihak pengelola BUMDesma bertanggung jawab atas kegagalan proyek ini?

 

Masyarakat Gombong saat ini masih menanti jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut.

 

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!
Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman
Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?
Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan
Babinsa Koramil 10/Sine dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Lahan Jati di Ploso Kerep
Desa Trimulyo Menatap Masa Depan: Among Pribadi Siap Lanjutkan Pengabdian Periode Kedua
Berita ini 114 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:42 WIB

HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?

Berita Terbaru