Sungai PDAM Desa Bumi Etam Keruh, Warga Kaubun Kutai Timur Keluhkan Dugaan Limbah Tambang Batu Bara

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026 - 09:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kutai Timur, Kalimantan Timur – Warga Desa Bumi Etam, Kecamatan Kaubun, Kabupaten Kutai Timur, mengeluhkan kondisi air Sungai PDAM yang kini berubah keruh dan tidak lagi layak digunakan.

 

Perubahan kualitas air tersebut diduga akibat dampak limbah dan erosi dari aktivitas tambang batu bara milik perusahaan di sekitar wilayah hulu sungai.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu warga, Paulus Jama, mengungkapkan bahwa aliran air sungai yang menuju PDAM berasal dari kawasan tambang, yakni dari Sungai Senimbung yang melintasi wilayah operasional PT Ganda Alam Makmur (GAM), PT Indexim Coalindo, hingga area PT Telen di Desa Bukit Permata.

Baca Juga :  Tim Beladiri Polres Ngawi Raih Dua Medali pada Kejuaraan Beladiri Polri Kapolda Jatim Cup 2026

 

“Air sungai PDAM Desa Bumi Etam ini mengalir dari area tambang batu bara. Sekarang sudah sangat keruh, kami tidak berani lagi menggunakannya,” ujar Paulus Jama kepada awak media.

 

Menurutnya, kondisi ini sangat berbeda dibanding sebelumnya, di mana air sungai masih jernih dan dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari warga.

Baca Juga :  Tudingan Rasisme Pejabat Bali Tidak Berdasar

 

Paulus juga menunjukkan langsung kondisi air sungai di sekitar instalasi PDAM yang tampak berubah warna menjadi kecokelatan dan keruh.

 

Warga Desa Bumi Etam kini berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat maupun daerah, termasuk instansi terkait dan aparat penegak hukum, untuk segera turun ke lapangan.

Baca Juga :  Sukseskan Program Presiden TNI Hadir Untuk Rakyat, Kodim 0428/Mukomuko Laksanakan Ground Breaking Jembatan Garuda Tahap V dan VI Kodam XXI/RI

 

Mereka meminta dilakukan pemeriksaan langsung guna memastikan penyebab pencemaran serta mengambil tindakan tegas terhadap pihak yang terbukti bertanggung jawab.

 

“Kami minta pemerintah dan aparat turun langsung melihat kondisi ini dan bertindak tegas,” tegasnya.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait dugaan pencemaran tersebut.

 

Penulis:

Usupriyadi, Tim

Narasumber:

Paulus Jama (Warga Desa Bumi Etam)

 

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata
Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo
Angin Kencang Api Cepat Menjalar, Personel Koramil Dagangan, Dengan Sigap Membantu Pemadaman Kebakaran
Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Danramil Bringin Bersama BPBD Sosialisasikan Penanggulangan Bencana dan Pengetahuan Hukum
Dampak Galian Pasir di Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Desak Penertiban Tegas
Replik Pemohon: Praperadilan Jadi Ruang Menguji Argumentasi Hukum
Kasad Maruli Simanjuntak Dorong Pembangunan Jembatan dan Air Bersih, TNI Hadir untuk Rakyat
Tim Kuasa Hukum Pemohon Sampaikan Replik dalam Sidang Ketiga Praperadilan di Pati
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Angin Kencang Api Cepat Menjalar, Personel Koramil Dagangan, Dengan Sigap Membantu Pemadaman Kebakaran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Danramil Bringin Bersama BPBD Sosialisasikan Penanggulangan Bencana dan Pengetahuan Hukum

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Dampak Galian Pasir di Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Desak Penertiban Tegas

Berita Terbaru