Ghana Tegaskan Rencana Otonomi Maroko Sebagai Satu-Satunya Solusi Realistis dan Langgeng untuk Isu Sahara

- Redaksi

Sabtu, 25 Juli 2026 - 14:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Accra – Pemerintah Republik Ghana secara resmi menegaskan kembali posisinya bahwa Rencana Otonomi (Autonomy Plan) yang diajukan oleh Kerajaan Maroko merupakan satu-satunya dasar yang realistis, adil, dan langgeng untuk mencapai penyelesaian yang dapat diterima oleh semua pihak terkait isu Sahara.

 

Sikap politik ini tertuang secara tegas dalam Komunike Bersama (Joint Communiqué) yang diterbitkan usai pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Warga Negara Maroko di Luar Negeri, Nasser Bourita, bersama Menteri Luar Negeri Republik Ghana, Samuel Okudzeto Ablakwa, di Accra, Ghana pada Selasa, 21 Juli 2026 lalu.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pertemuan penting ini berlangsung di sela-sela kunjungan kerja Menlu Nasser Bourita ke Ghana untuk memimpin bersama (co-chairing) Sesi ke-2 Komite Kerja Sama Bersama (Joint Cooperation Committee) antara Kerajaan Maroko dan Republik Ghana.

 

Dalam pertemuan tersebut, Ghana menyambut baik adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797. Resolusi tersebut menegaskan dukungan penuh komunitas internasional kepada Sekretaris Jenderal PBB beserta Utusan Khususnya dalam memfasilitasi serta memimpin proses negosiasi berbasis usulan otonomi Maroko.

Baca Juga :  Penuh Semangat Nasionalisme, RW 011 Gelar Upacara HUT ke-81 RI

 

Langkah diplomatik ini bertujuan untuk mencapai resolusi yang adil, berkelanjutan, dan saling menguntungkan (mutually acceptable), sesuai dengan prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

Dukungan tegas dari Ghana ini melengkapi momentum internasional yang terus bergulir secara masif di bawah kepemimpinan Yang Mulia Raja Mohammed VI. Berbagai negara di dunia kini secara konsisten memberikan pengakuan dan dukungan atas kedaulatan Kerajaan Maroko di wilayah Sahara serta memandang Rencana Otonomi sebagai inisiatif paling konkrit dan bijaksana.

 

Perkembangan diplomatik yang positif di Afrika Barat ini mendapat apresiasi hangat dari Indonesia. Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Indonesian-Saharan Moroccan Brotherhood / Persisma), Wilson Lalengke, menyambut baik keputusan tegas Pemerintah Ghana yang dinilainya sangat rasional dan berpandangan jauh ke depan.

Baca Juga :  Apresiasi Kinerja dan Kreativitas, Polres Madiun Kota Beri Penghargaan Personel Berprestasi dan Juara Lomba Konten Kreatif

 

Dalam keterangannya, Wilson Lalengke menyampaikan bahwa dukungan internasional yang kian meluas terhadap Rencana Otonomi Maroko membuktikan bahwa pendekatan dialog dan otonomi daerah di bawah kedaulatan Maroko adalah kunci utama terciptanya stabilitas, keamanan, serta kemakmuran ekonomi di kawasan Sahara.

 

“Keputusan Ghana mempertegas bahwa dunia internasional makin realistis melihat penyelesaian isu Sahara. Rencana Otonomi Maroko adalah solusi paling logis untuk mengakhiri perselisihan panjang ini demi kedamaian rakyat di kawasan tersebut,” ujar Wilson Lalengke di Jakarta pada Kamis, 23 Juli 2026.

 

Lebih lanjut, petisoner HAM PBB 2025 ini menegaskan kesiapan Persisma untuk berperan aktif dan mendukung penuh berbagai program kolaboratif antara Indonesia dan Maroko, maupun dengan negara-negara sahabat lainnya di kawasan Afrika.

 

“Persisma siap menjadi jembatan diplomasi masyarakat (people-to-people diplomacy) serta memfasilitasi kerja sama lintas sector – mulai dari perdagangan, pendidikan, hingga pertukaran budaya. Kami siap mendukung berbagai program kolaborasi nyata antara Indonesia dan Maroko untuk memperkuat persahabatan dan kemitraan strategis kedua bangsa di masa depan,” tambah alumni Lemhannas RI tersebut.

Baca Juga :  Kapolsek Sawangan Gerak Cepat Hadapi Kekeringan, 50 Tangki Air Bersih Disiapkan

 

Kerja sama bilateral yang makin erat antara Maroko dan Ghana melalui Sesi ke-2 Komite Kerja Sama Bersama ini juga menandai babak baru dalam perkuatan hubungan antar-negara Afrika. Selain membahas isu kedaulatan dan keamanan regional, kedua negara sepakat untuk meningkatkan kemitraan di bidang ekonomi, investasi, pembangunan infrastruktur, serta pengembangan sumber daya manusia.

 

Dengan bergabungnya Ghana dalam barisan negara-negara yang mendukung kedaulatan Maroko atas wilayah Saharanya, konsensus politik di kawasan Afrika Barat makin solid. Hal ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian isu Sahara secara damai melalui meja perundingan PBB, sekaligus membuka jalan bagi terciptanya integrasi ekonomi kawasan yang lebih kuat dan sejahtera.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Erosi Menggerus Sawah, Warga Kemangguan Desak Penertiban Tambang Pasir Ilegal di Sungai Luk Ulo
Jawaban 20 Halaman Polresta Pati Disorot: Kuasa Hukum H. Utomo Sebut Inti Gugatan Tak Dijawab
Kuasa Hukum H. Utomo Kritik Jawaban 20 Halaman Polresta Pati
AKBP Rachmad C Yusuf Lanjutkan Program Kapolres Kebumen Sebelumnya
Pedang Pora Sambut Pejabat Kapolres Kebumen, Amanah Kepemimpinan Berganti
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolresta Pati Perkuat Kerukunan
Revitalisasi SDN Jatimalang Senilai Rp1,1 Miliar: Desakan Pengawasan Ketat Mengiringi Rencana Sistem Swakelola
Tak Takut Polisi, 300 Siswa SDN 1 Karangasri Bermain ke Polres Ngawi
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Erosi Menggerus Sawah, Warga Kemangguan Desak Penertiban Tambang Pasir Ilegal di Sungai Luk Ulo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Jawaban 20 Halaman Polresta Pati Disorot: Kuasa Hukum H. Utomo Sebut Inti Gugatan Tak Dijawab

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Kuasa Hukum H. Utomo Kritik Jawaban 20 Halaman Polresta Pati

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:19 WIB

AKBP Rachmad C Yusuf Lanjutkan Program Kapolres Kebumen Sebelumnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pedang Pora Sambut Pejabat Kapolres Kebumen, Amanah Kepemimpinan Berganti

Berita Terbaru