Mitigasi Kemacetan Dieng, Polres Wonosobo Perkuat Kajian Bersama Patron UI

- Redaksi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdikenai.com Wonosobo – Polres Wonosobo menggandeng tim survei Patron dari Universitas Indonesia untuk memetakan persoalan kemacetan di jalur wisata Dieng. Langkah ini dilakukan sebagai upaya kepolisian menyusun kebijakan pengaturan lalu lintas berbasis data, terutama menghadapi lonjakan kendaraan pada hari libur dan long weekend.

 

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari Forum Group Discussion (FGD) “Dieng Lancar, Wisata Nyaman” yang digelar Polres Wonosobo di Aula Endra Dharma Laksana, Kamis, 20 Agustus 2026. Forum ini mempertemukan kepolisian, pemerintah daerah, dan akademisi untuk merumuskan langkah mitigasi kemacetan di kawasan wisata Dieng.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja mengatakan penanganan kemacetan tidak cukup hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas ketika kepadatan terjadi. Kepolisian membutuhkan data dan kajian untuk memastikan kebijakan yang diterapkan sesuai dengan kondisi faktual di lapangan.

Baca Juga :  Terindikasi sebagai Alat Represi, PPWI Laporkan Majelis Hakim PN Pekanbaru Jonson Parancis Cs ke Komisi Yudisial

 

“Untuk membuat kebijakan berdasarkan data dan keadaan di lapangan, kami mendatangkan tim survei Patron dari Universitas Indonesia agar permasalahan kemacetan di jalur wisata Dieng dapat dimitigasi,” kata Ricky.

 

Polres Wonosobo selama ini telah melakukan sejumlah langkah antisipasi. Pada hari libur dan long weekend, personel Satlantas disiagakan mulai pukul 04.00 WIB untuk mengantisipasi kepadatan sejak pagi. Polisi juga menyiapkan ganjal dan mobil derek untuk menangani kendaraan yang mogok atau tidak kuat menanjak, terutama pada ruas dengan kemiringan sekitar 15 persen.

 

Menurut pemetaan Satlantas, karakteristik jalur Dieng menjadi salah satu faktor yang membuat kepadatan mudah terjadi. Jalan yang sempit dan berkelok, tanjakan dan turunan, kondisi berkabut serta licin, keterbatasan lahan parkir, hingga aktivitas kendaraan keluar-masuk objek wisata membuat arus lalu lintas rentan tersendat.

Baca Juga :  Pemerintah Belanda Dukungan Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

 

Kondisi tersebut diperparah oleh volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas lahan parkir. Kendaraan yang tidak kuat menanjak, mengalami overheat atau berhenti di badan jalan juga berpotensi memicu kemacetan berantai.

 

Dalam FGD, akademisi Universitas Sains Al-Qur’an (UNSIQ) turut memaparkan sejumlah persoalan dan alternatif penanganan. Salah satunya, volume kendaraan menuju kawasan wisata dinilai telah melebihi kapasitas lahan parkir yang tersedia. Kondisi jalan yang sempit, tanjakan dan turunan, keberadaan pasar serta aktivitas masyarakat turut memperbesar potensi kepadatan.

 

Akademisi juga menyoroti belum terealisasinya pelebaran jalan sebagai salah satu persoalan infrastruktur. Karena itu, diperlukan alternatif penanganan, antara lain penyediaan transportasi khusus bagi wisatawan, pembangunan kantong parkir terpadu serta penerapan strategi berbasis teknologi untuk mendukung pengaturan arus kendaraan.

Baca Juga :  Profesor Tanpa Nurani: Pembusukan Moral di Jantung Perguruan Tinggi

 

Masukan tersebut menjadi bagian dari bahan kajian lintas sektoral yang didorong Polres Wonosobo. Pelibatan Patron UI diharapkan dapat memberikan pendekatan berbasis data dan kajian akademis dalam menentukan titik rawan, pola pergerakan kendaraan, serta strategi mitigasi yang lebih terukur.

 

Bagi Polres Wonosobo, upaya tersebut merupakan bagian dari pergeseran pola penanganan kemacetan dari sekadar respons saat kepadatan terjadi menjadi mitigasi yang disiapkan sejak awal. Dengan dukungan kajian akademis, pengaturan personel di lapangan, serta sinergi dengan pemerintah daerah, kepolisian berupaya menjaga jalur wisata Dieng tetap aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Banbinsa Koramil Paron Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jalan dan Paving di Desa Jambangan
Aktivitas Tambang Pasir di Karanggayam Kembali Beroperasi, Warga Desak Penertiban dan Soroti Dugaan Pembiaran
Dandim Madiun Cup, Panggung Awal Talenta Muda Mengejar Mimpi Sepak Bola
Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata
Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo
Angin Kencang Api Cepat Menjalar, Personel Koramil Dagangan, Dengan Sigap Membantu Pemadaman Kebakaran
Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Danramil Bringin Bersama BPBD Sosialisasikan Penanggulangan Bencana dan Pengetahuan Hukum
Dampak Galian Pasir di Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Desak Penertiban Tegas
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Banbinsa Koramil Paron Bersama Warga Gotong Royong Bangun Jalan dan Paving di Desa Jambangan

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:21 WIB

Aktivitas Tambang Pasir di Karanggayam Kembali Beroperasi, Warga Desak Penertiban dan Soroti Dugaan Pembiaran

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Dandim Madiun Cup, Panggung Awal Talenta Muda Mengejar Mimpi Sepak Bola

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo

Berita Terbaru