Pura Puspita Sari di Sempor Kembali Digunakan, Menjadi Simbol Kerukunan Umat Beragama di Kebumen

- Redaksi

Minggu, 27 September 2026 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen — Pura Puspita Sari di Dukuh Bojong, Desa Tunjungseto, Kecamatan Sempor, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, kembali digunakan setelah pemugaran. Bupati Kebumen Lilis Nuryani bersama Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama meresmikan penggunaan kembali tempat ibadah umat Hindu tersebut pada Sabtu, 26 September 2026.

 

Peresmian yang berlangsung mulai pukul 09.30 WIB itu dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kebumen, pimpinan organisasi perangkat daerah, Kepala Kantor Kementerian Agama Kebumen, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), jajaran Polres Kebumen, Forkopimcam Sempor, kepala desa se-Kecamatan Sempor, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Prosesi peresmian ditandai dengan pemotongan pita. Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan doa, hingga sambutan.

 

Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama mengatakan pemugaran Pura Puspita Sari merupakan bagian dari jaminan kebebasan masyarakat dalam menjalankan keyakinan beragama.

Baca Juga :  Momentum Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Perangkat Desa Bonjoklor

 

“Dengan adanya pembangunan dan peresmian Pura Puspita Sari ini, merupakan implementasi kebebasan menjalankan keyakinan beragama yang dijamin oleh konstitusi,” kata AKBP Putu dalam sambutannya.

 

Ia mengatakan keberadaan pura diharapkan dapat mendukung kehidupan spiritual, moral, dan etika, khususnya bagi umat Hindu, termasuk masyarakat di sekitarnya.

 

Menurut AKBP Putu, tempat ibadah juga memiliki peran dalam membentuk karakter dan kehidupan sosial masyarakat.

 

“Pura ini juga menjadi simbol keharmonisan, kerukunan dan wujud toleransi antarumat beragama yang senantiasa kita jaga di wilayah Kabupaten Kebumen,” ujarnya.

 

AKBP Putu mengapresiasi panitia pembangunan, warga masyarakat, serta berbagai pihak yang bergotong royong hingga pemugaran Pura Puspita Sari dapat diselesaikan.

Baca Juga :  Quick Respon Call Center 110, Polres Ngawi Berhasil Mediasi Dugaan Percobaan Penganiayaan

 

Ia mengajak masyarakat bersama-sama menjaga kebersihan, merawat bangunan, serta memelihara kesucian pura sebagai tempat ibadah.

 

Bupati Kebumen Lilis Nuryani mengatakan tempat ibadah memiliki makna yang lebih luas. Pura menjadi ruang bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, menjalankan ajaran agama, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan sesama.

 

“Peresmian hari ini sebagai momentum yang baik untuk kita semua,” kata Lilis.

 

Ia berharap kondisi Pura Puspita Sari setelah pemugaran dapat membuat kegiatan keagamaan umat Hindu di Sempor berlangsung lebih nyaman, tertib, dan khusyuk. Pura tersebut, kata dia, juga diharapkan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sekitar dalam suasana yang terbuka dan saling menghormati.

 

Lilis mengatakan keberagaman agama, budaya, dan tradisi merupakan bagian dari kehidupan masyarakat Kebumen. Karena itu, perbedaan perlu dijaga melalui sikap saling menghormati.

Baca Juga :  Polsek Benda Tangerang Gelar Acara Purna Tugas untuk Akp Kasran

 

Menurut Lilis, kerukunan antarumat beragama merupakan modal penting dalam pembangunan daerah. Pemerintah Kabupaten Kebumen, kata dia, memiliki tanggung jawab memastikan masyarakat dapat menjalankan kehidupan beragama dengan aman, tertib, dan saling menghargai sesuai ketentuan yang berlaku.

 

Ia juga mengapresiasi kehadiran unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan umat Hindu dalam peresmian tersebut. Kehadiran berbagai unsur masyarakat itu menunjukkan bahwa menjaga kedamaian Kebumen merupakan tanggung jawab bersama.

 

“Kepada umat Hindu Pura Puspita Sari, mari kita rawat tempat ini dengan sebaik-baiknya. Semoga dari tempat yang baik ini tumbuh kehidupan yang baik pula: ketenteraman, kerukunan, dan persaudaraan,” kata Lilis.

 

Sumber ; (Humas Polres Kebumen)

Berita Terkait

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten
Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun
Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel
Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum
Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat
Sidang Perdana Sengketa KPR di Madiun: Kuasa Hukum Soroti Legalitas Oper Kredit via Notaris dan Dugaan Klausul Baku
Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan
Api Lahap Lahan Tebu di Patihan, Petugas Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas
Berita ini 8 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:17 WIB

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat

Berita Terbaru