Kejati Jabar Didesak Turun Tangan! Dugaan Korupsi Tambang Bandung Kian Membara

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026 - 11:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com, Bandung – Gelombang perlawanan belum mereda. Setelah laporan resmi dilayangkan ke Polda Jabar dan aksi unjuk rasa menggelegar mengguncang kantor Dinas Lingkungan Hidup, Dinas ESDM, hingga Kantor Gubernur Jawa Barat, Perkumpulan Aktivis Anak Bangsa kembali menaikkan tensi. Kali ini, mereka membidik jantung penegakan hukum: Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

 

Tak sekadar audiensi biasa, langkah ini disebut sebagai upaya serius untuk membongkar dugaan praktik korupsi di sektor pertambangan yang disinyalir melibatkan banyak pihak. Sorotan tajam mengarah pada dugaan tambang ilegal di wilayah Kabupaten Bandung yang dinilai sarat kejanggalan perizinan, potensi pembiaran, hingga indikasi kerugian negara.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Surat permohonan audiensi telah resmi dilayangkan kepada Kejati Jabar pada 13 Februari 2026, lengkap dengan tembusan kepada para pemangku kepentingan. Agenda pertemuan awalnya dijadwalkan pada 20 Februari 2026. Namun, rencana tersebut kemungkinan akan diundur.

Baca Juga :  Jaga Kondusifitas Wilayah, PAC Pemuda Pancasila Hadiri Deklarasi Damai di Polsek Sidareja

 

“Audiensi direncanakan 20 Februari 2026. Tapi karena terbentur waktu libur dan menjelang awal puasa, kami akan berkomunikasi dengan Kejati Jabar untuk meminta penjadwalan ulang ke pekan depan,” tegas Koordinator Aktivis Anak Bangsa, Adhie Jarra, saat dikonfirmasi awak media, Selasa (17/2/2026).

 

Yang membuat audiensi ini berpotensi menjadi panggung terbuka pertanggungjawaban adalah daftar pihak yang diminta hadir. Aktivis Anak Bangsa secara eksplisit mendesak agar Kejati Jabar menghadirkan:

 

1. Kepala Dinas ESDM Provinsi Jawa Barat

 

2. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat

 

3. Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat

 

Baca Juga :  Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur Laksanakan Aksi "Jemput Bola" Penerbitan SKTL bagi Gereja

4. Direktur Utama PT Restu Bangun Persada

 

5. Komisaris PT Restu Bangun Persada

 

Permintaan ini bukan tanpa alasan. Aktivis menduga adanya potensi kerugian negara dan kerusakan lingkungan yang tidak bisa dianggap sepele. Mereka menilai aktivitas tambang yang diduga tidak prosedural itu berpotensi memicu kerusakan lingkungan serius, konflik sosial di tengah masyarakat, hingga kebocoran pendapatan negara dari sektor pajak dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) pertambangan.

 

“Kami menduga ada potensi kerugian negara jika titik koordinat WIUP tidak sesuai dengan lokasi tambang aktual, atau jika perusahaan tidak memenuhi kewajiban perpajakannya. Ini bukan persoalan kecil. Ini menyangkut uang negara dan masa depan lingkungan,” ujar Adhie dengan nada keras.

 

Tak hanya itu, Aktivis Anak Bangsa juga menyoroti dugaan pembiaran oleh oknum di tubuh Dinas ESDM dan Dinas Lingkungan Hidup Jawa Barat. Jika benar terjadi, pembiaran tersebut dinilai sebagai bentuk maladministrasi serius yang bisa mengarah pada tindak pidana korupsi.

Baca Juga :  Desakan Keras! Oknum Kapolres Mojokerto Diminta Dipecat, Dugaan OTT dan Penanganan Kasus Disorot

 

“Mereka harus bertanggung jawab. Dalam dugaan korupsi, bukan hanya pelaku utama yang harus diproses. Siapa pun yang turut menikmati, membiarkan, atau diuntungkan, termasuk korporasi, wajib terseret,” tandasnya.

 

Kini, publik menanti langkah tegas Kejaksaan Tinggi Jawa Barat. Apakah dugaan ini akan dibedah secara transparan dan menyeluruh, atau justru kembali tenggelam dalam pusaran birokrasi?

 

Satu hal yang pasti, bara perlawanan telah menyala. Dan jika hukum tak segera bergerak, api itu bisa berubah menjadi gelombang kemarahan yang lebih besar.

 

(Red/Buyung,nana)

Berita Terkait

Hadirkan Rasa Aman, Polres Kebumen Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah
PKB Mageta Gelar Muscab 2026, Suratno : Siapapun Pemimpinnya Tetap Kita Dukung
Pengamanan Khidmat Jumat Agung, Polres Magetan Kerahkan Ratusan Personel Jaga Ibadah Umat Nasrani
Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran
Skandal Rp1,9 Miliar di Pegadaian, Aktivis Tekan Usut Tuntas Tanpa Ampun
Polres Kebumen Amankan Kebaktian Jumat Agung, Ratusan Jemaat Beribadah dengan Kondusif
Polres Ngawi Sterilisasi Gereja, Pastikan Ibadah Paskah Aman dan Kondusif
Pasca Lebaran 2026, Satgas Pangan Polres Magetan Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Aman
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 14:43 WIB

Hadirkan Rasa Aman, Polres Kebumen Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah

Sabtu, 4 April 2026 - 14:22 WIB

PKB Mageta Gelar Muscab 2026, Suratno : Siapapun Pemimpinnya Tetap Kita Dukung

Sabtu, 4 April 2026 - 14:19 WIB

Pengamanan Khidmat Jumat Agung, Polres Magetan Kerahkan Ratusan Personel Jaga Ibadah Umat Nasrani

Sabtu, 4 April 2026 - 09:53 WIB

Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran

Sabtu, 4 April 2026 - 01:18 WIB

Skandal Rp1,9 Miliar di Pegadaian, Aktivis Tekan Usut Tuntas Tanpa Ampun

Berita Terbaru