Detikdimensi.com Kebumen – Keluhan warga terkait kondisi rusak parah ruas jalan Sarwogadung–Tlogorejo di Kabupaten Kebumen akhirnya mendapat respons nyata dari pemerintah setempat. Setelah bertahun-tahun dipenuhi lubang dan menjadi momok bagi pengguna jalan, pemeliharaan berkala di jalur strategis tersebut resmi dimulai sejak tiga hingga empat hari terakhir.
Proyek perbaikan ini menggunakan anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kebumen Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU). Total nilai proyek tercatat sebesar Rp952.790.000.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan papan informasi proyek di lokasi, pelaksanaan fisik dikerjakan oleh CV. Karya Putra Nusantara. Sementara itu, perencanaan ditangani oleh CV. Cahaya Buana dan pengawasan dilakukan oleh CV. Harga Konsultan.
Pantauan Detikdimensi.com di lapangan pada Sabtu (12/9/2026), terlihat sejumlah pekerja tengah melakukan pembenahan pada titik-titik rawan kerusakan. Salah satu fokus utama perbaikan adalah struktur gorong-gorong yang sebelumnya amblas akibat sering dilalui kendaraan berat.
AW, seorang warga yang rutin melintas di jalur tersebut, menyatakan rasa syukurnya atas dimulainya pekerjaan. Menurutnya, kondisi jalan sebelumnya sangat membahayakan keselamatan, terutama saat malam hari atau musim hujan.
“Alhamdulillah akhirnya dikerjakan juga. Lubangnya dalam-dalam, apalagi kalau malam dan hujan, bahaya sekali. Sering ada yang jatuh, terutama ibu-ibu dan anak sekolah,” ungkapnya.
Ia menambahkan, titik gorong-gorong yang amblas menjadi kekhawatiran terbesar warga karena bekas lintasan truk-truk besar yang membuat aspal ambles.
“Sekarang sudah mulai diurug dan diratakan lagi. Kami senang karena pemerintah akhirnya turun,” ujarnya.
Ruas Sarwogadung–Tlogorejo merupakan arteri penting bagi warga di Kecamatan Prembun, menghubungkan mereka ke pusat keramaian seperti Pasar Prembun. Kerusakan jalan selama ini dinilai menghambat aktivitas ekonomi masyarakat.
PR, seorang pedagang keliling, merasakan langsung dampak positif dari perbaikan awal tersebut. Ia mengaku sebelumnya harus berkendara dengan hati-hati dan zig-zag untuk menghindari lubang, yang berisiko merusak barang dagangan maupun kendaraan.
“Dulu takut barang jatuh, takut motor rusak. Sekarang sudah mulai bagus. Ke depan kalau sudah selesai total, perputaran ekonomi pasti lebih lancar,” katanya.
Hal serupa disampaikan SU, pengguna jalan lain yang memanfaatkan rute tersebut untuk antar-jemput anak sekolah dan keperluan pasar. Ia menilai perbaikan jalan tidak hanya meningkatkan keamanan, tetapi juga efisiensi waktu dan biaya perawatan kendaraan.
“Saya tiap hari lewat sini. Dulu paling takut pas musim hujan karena lubangnya ketutup air dan tidak kelihatan. Sekarang sudah mulai dicor dan diaspal. Kami merasa lebih aman,” jelasnya.
Di balik apresiasi terhadap langkah Pemkab Kebumen, warga menyuarakan harapan agar perbaikan tidak berhenti hanya di ruas saat ini. Mereka mendesak agar pembangunan dilanjutkan hingga masuk ke wilayah Desa Sarwogadung yang masih memiliki titik kerusakan parah.
“Kami sangat mengapresiasi Pemkab Kebumen, Ibu Bupati Hj. Lilis Suryani, dan Dinas PUPR yang sudah merespons. Tapi kami mohon, pembangunannya dilanjutkan sampai masuk ke Desa Sarwogadung,” harapnya.
Selain perluasan area, warga juga menekankan pentingnya kualitas pengerjaan. Mereka meminta kontraktor bekerja sesuai spesifikasi teknis agar jalan awet dan tahan lama, mengingat jalur tersebut merupakan “urat nadi” perekonomian mereka.
“Kami minta dikerjakan dengan benar, jangan asal jadi. Kami ingin jalan ini awet karena ini untuk cari nafkah,” tandasnya.
Menanggapi hal ini, redaksi membuka ruang hak jawab seluas-luasnya kepada Pemerintah Kabupaten Kebumen, Dinas PUPR Kabupaten Kebumen, serta pihak-pihak terkait seperti CV. Karya Putra Nusantara, CV. Cahaya Buana, dan CV. Hara Konsultan untuk memberikan klarifikasi atau tanggapan lebih lanjut mengenai proyek ini.
(TIM/RED)








