Aksi Vandalisme Kelompok Separatis Sahrawi dan Urgensi Dialog Beradab

- Redaksi

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Geneva – Ketegangan geopolitik global kembali menodai kota perdamaian, Geneva, Swiss. Menjelang KTT G7 yang berlangsung di kota wisata Evian, Prancis, sebuah aksi unjuk rasa yang diorganisasi oleh koalisi anti-G7 berujung pada bentrokan hebat, Senin, 15 Juni 2026. Ironisnya, situasi diperparah oleh keterlibatan kelompok separatis Sahrawi yang melakukan tindakan anarkis dan vandalisme di dekat gedung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

 

Para pengunjuk rasa dari kelompok separatis tersebut mulai menyerang aparat keamanan secara brutal dengan melemparkan botol, batu, hingga petasan. Menanggapi eskalasi kekerasan yang membahayakan fasilitas publik dan keselamatan warga, ribuan personel keamanan yang telah disiagakan di Geneva terpaksa mengambil tindakan tegas. Polisi menghalau massa menggunakan gas air mata serta semprotan meriam air (water cannon) demi mengendalikan situasi yang kian mencekam.

 

Menanggapi kerusuhan yang mencederai nilai-nilai diplomasi tersebut, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), Wilson Lalengke, menyampaikan keprihatinan sekaligus kecaman keras terhadap pendekatan kekerasan tersebut. Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) ini mendorong semua pihak untuk mengedepankan dialog konstruktif dan beradab dalam menyelesaikan setiap perselisihan yang ada.

 

Menurutnya, pemaksaan kehendak secara sepihak hanya akan menciptakan lingkaran setan kekerasan yang merugikan stabilitas internasional. Dunia saat ini, kata Wilson Lalengke, sudah semakin kompleks dan rapuh. Kita harus menghentikan pemaksaan kehendak melalui cara-cara anarkis yang hanya akan memperburuk masalah global.

Baca Juga :  Mobilisasi Kekuatan AS-Arab: Menuju Berakhirnya Era Provokasi IRGC

 

“Tindakan vandalisme di pusat diplomasi dunia seperti Geneva tidak akan menghasilkan solusi, melainkan justru mengorbankan banyak orang yang tidak bersalah,” tegas Wilson Lalengke dari Jakarta, Selasa, 16 Juni 2026.

 

Aksi anarkis kelompok separatis ini juga memicu sorotan tajam dari perspektif filsafat dunia. Filsuf pencerahan asal Jerman, Immanuel Kant (1724-1804), dalam esai monumentalnya “Perpetual Peace” (Menuju Perdamaian Abadi), menekankan bahwa perdamaian global hanya dapat dicapai jika setiap aktor politik bertindak berdasarkan hukum internasional dan menghormati institusi bersama, bukan melalui pemaksaan kehendak egoistik. Kekerasan di depan gedung PBB merupakan antitesis dari prinsip moral universal Kantian.

Baca Juga :  Sunardi Resmi Jabat Koordinator Karesidenan Kedu SMSI Jateng, Perkuat Integritas Media Siber

 

Sementara itu, filsuf kontemporer Jürgen Habermas (1929-2026) melalui teori Tindakan Komunikatif (Communicative Action) menyatakan bahwa solusi atas konflik sosial-politik mutlak harus dicapai lewat dialog rasional yang bebas dari dominasi dan kekerasan. Ketika batu dan petasan menggantikan argumen, maka ruang publik yang beradab telah mati.

 

Tragedi di Geneva ini menjadi pengingat penting bagi komunitas internasional. Di tengah dunia yang kian saling terhubung, resolusi konflik harus dikembalikan ke meja perundingan dengan kepala dingin, demi melindungi hak hidup masyarakat sipil yang kerap menjadi korban dari arogansi kelompok-kelompok tertentu.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Erosi Menggerus Sawah, Warga Kemangguan Desak Penertiban Tambang Pasir Ilegal di Sungai Luk Ulo
Jawaban 20 Halaman Polresta Pati Disorot: Kuasa Hukum H. Utomo Sebut Inti Gugatan Tak Dijawab
Kuasa Hukum H. Utomo Kritik Jawaban 20 Halaman Polresta Pati
AKBP Rachmad C Yusuf Lanjutkan Program Kapolres Kebumen Sebelumnya
Pedang Pora Sambut Pejabat Kapolres Kebumen, Amanah Kepemimpinan Berganti
Polisi Bersama Masyarakat, Kapolresta Pati Perkuat Kerukunan
Revitalisasi SDN Jatimalang Senilai Rp1,1 Miliar: Desakan Pengawasan Ketat Mengiringi Rencana Sistem Swakelola
Tak Takut Polisi, 300 Siswa SDN 1 Karangasri Bermain ke Polres Ngawi
Berita ini 10 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:35 WIB

Erosi Menggerus Sawah, Warga Kemangguan Desak Penertiban Tambang Pasir Ilegal di Sungai Luk Ulo

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:31 WIB

Jawaban 20 Halaman Polresta Pati Disorot: Kuasa Hukum H. Utomo Sebut Inti Gugatan Tak Dijawab

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:27 WIB

Kuasa Hukum H. Utomo Kritik Jawaban 20 Halaman Polresta Pati

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:19 WIB

AKBP Rachmad C Yusuf Lanjutkan Program Kapolres Kebumen Sebelumnya

Jumat, 9 Oktober 2026 - 00:17 WIB

Pedang Pora Sambut Pejabat Kapolres Kebumen, Amanah Kepemimpinan Berganti

Berita Terbaru