Detikdimensi.com, Kebumen – Kapolres Kebumen, AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K., akhirnya memberikan tanggapan terkait dugaan anak tiri organisasi insan pers Kebumen. Hal itu disampaikan melalui via WhatsApp kepada Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia Dewan Perwakilan Cabang (PPWI DPC) Kebumen, Sunardi, Rabu (04/03/2026).
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K.. menyampaikan kepada organisasi insan pers perwakilan Kebumen agar datang ke kantor dan menemui Kasi Humas, untuk berkoordinasi lebih lanjut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Silahkan koordinasi dengan kasi Humas mas,” terang AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K.

Tanggapan Kapolres Kebumen itu disambut positif oleh tim media perwakilan organisasi insan pers Kebumen. Mereka mengucapkan terima kasih atas tanggapan tersebut dan meminta agar Kapolres melakukan teguran kepada kasi Humasnya agar hal ini tidak terulang kembali.
“Terima kasih atas tanggapan Bapak Kapolres. Kami berharap agar Bapak dapat melakukan teguran kepada kasi Humas agar hal ini tidak terulang kembali,” ungkap Sunardi.
Tim media perwakilan organisasi insan pers Kebumen juga mengungkap bahwa selama ini mereka merasa dianak tirikan oleh Humas Polres Kebumen.
“Kami merasa selama ini dianak tirikan oleh Humas Polres Kebumen. Berharap agar Polres Kebumen dapat lebih terbuka dan inklusif dalam mengundang wadah organisasi insan pers,” tambah Sunardi.
Dengan adanya tanggapan dari Kapolres Kebumen, tim media perwakilan organisasi insan pers Kebumen berharap agar Polres Kebumen dapat memperbaiki sikapnya dan tidak tebang pilih dalam mengundang wadah organisasi insan pers.
Sebagai Informasi Publik.
Diberitakan sebelumnya…!
Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (PPWI DPC) Kebumen, Sunardi, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Polres Kebumen yang terkesan tebang pilih dalam mengundang wadah organisasi insan pers untuk acara buka bersama.
Menurut Sunardi, acara tersebut seharusnya menjadi ajang untuk mempererat silaturahmi dan komunikasi antara aparat kepolisian dengan insan pers, namun malah terkesan eksklusif dan hanya mengundang wadah organisasi tertentu.
“Perihal adanya kegiatan yang dilaksanakan aparat kepolisian terkesan tebang pilih terhadap wadah organisasi insan pers yang berada di Kabupaten Kebumen Jawa Tengah,” kata Sunardi.
“Kami merasa tidak puas dengan sikap Polres Kebumen yang hanya mengundang satu wadah organisasi saja, padahal ada beberapa wadah organisasi insan pers di Kebumen seperti PPWI dan PWRI.”
Sunardi mempertanyakan mengapa Polres Kebumen hanya mengundang wadah organisasi PWI saja, sementara wadah organisasi lain seperti PPWI dan PWRI tidak diundang.
“Kami merasa tidak dihargai dan tidak diakui oleh Polres Kebumen. Kami adalah bagian dari insan pers yang juga berhak untuk diundang dan berpartisipasi dalam acara tersebut,” tambah Sunardi.
Sunardi juga mengingatkan bahwa sebelumnya, Kapolres Kebumen sebelumnya, AKBP Eka Baasith Syamsuri, telah menjanjikan untuk menyetarakan seluruh wadah organisasi insan pers di Kebumen.
“Kami pernah mengikatkan diri dengan Kapolres Kebumen sebelumnya untuk menyetarakan seluruh wadah organisasi insan pers, tapi ternyata tidak ditepati,” katanya.
Sunardi mempertanyakan kesetaraan yang pernah dijanjikan oleh Kapolres Kebumen sebelumnya.
“Lalu kesetaraan itu tidak ditunjukkan oleh Polres Kebumen. Menurut saya, ini sangat menciderai independensi terhadap wadah organisasi insan pers lainnya,” katanya.
Sunardi berharap Polres Kebumen dapat menunjukkan kesetaraan insan pers yang pernah dijanjikan.
“Kapan Polres Kebumen akan menunjukkan kesetaraan insan pers yang pernah dijanjikan? Kami berharap Polres Kebumen dapat memperbaiki sikapnya dan tidak tebang pilih dalam mengundang wadah organisasi insan pers,” tutup Sunardi.
Dengan adanya kejadian ini, Sunardi berharap agar Polres Kebumen dapat lebih terbuka dan inklusif dalam mengundang wadah organisasi insan pers, serta menunjukkan kesetaraan dan penghargaan terhadap semua insan pers di Kebumen.
(TIM/RED)








