Karaoke Rumahan di Desa Prasutan Dikeluhkan Warga, Aparat Diminta Lakukan Penelusuran

- Redaksi

Sabtu, 16 Mei 2026 - 01:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen – Aktivitas hiburan karaoke yang disebut-sebut beroperasi di salah satu rumah warga di Desa Prasutan, Kecamatan Ambal, Kabupaten Kebumen, menjadi perbincangan di tengah masyarakat. Sejumlah warga mengaku merasa terganggu dengan suara musik yang terdengar hingga larut malam dan berharap adanya penelusuran dari pihak terkait guna memastikan legalitas serta aktivitas di lokasi tersebut.

 

Keluhan warga terutama berkaitan dengan kebisingan yang dinilai mengganggu kenyamanan lingkungan permukiman. Selain itu, muncul pula kekhawatiran mengenai dugaan adanya aktivitas konsumsi minuman keras di lokasi tersebut. Namun hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari aparat penegak hukum terkait dugaan tersebut.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan aktivitas karaoke itu sudah berlangsung cukup lama dan sering ramai pada malam hari, terutama saat akhir pekan.

Baca Juga :  Polsek Manguharjo Polres Madiun Kota bersama Bhayangkari Berbagi Takjil, Tebar Kepedulian Raih Keberkahan Ramadhan

 

“Kalau malam suaranya terdengar cukup keras sampai ke rumah-rumah sekitar. Warga sebenarnya berharap ada ketertiban supaya lingkungan kembali nyaman,” terangnya, Sabtu (16/5/2026).

 

Menurutnya, masyarakat memilih menyampaikan keluhan secara hati-hati agar situasi di lingkungan tetap kondusif. Warga juga berharap persoalan ini dapat diselesaikan melalui pendekatan persuasif dan sesuai aturan yang berlaku.

 

Hal senada disampaikan seorang tokoh masyarakat setempat yang meminta agar seluruh pihak mengedepankan komunikasi dan penegakan aturan secara bijak. Ia menilai setiap bentuk usaha hiburan di lingkungan permukiman perlu memperhatikan ketertiban umum serta kenyamanan warga sekitar.

 

“Kami berharap ada klarifikasi dan penelusuran dari pihak terkait. Jika memang ada aktivitas usaha, tentu sebaiknya memenuhi ketentuan administrasi dan menjaga ketenangan lingkungan,” katanya.

 

Persoalan ini kemudian menjadi perhatian masyarakat karena lokasi karaoke disebut berada di kawasan permukiman padat penduduk. Warga khawatir apabila aktivitas tersebut tidak ditata dengan baik dapat memicu gangguan sosial maupun ketertiban lingkungan.

Baca Juga :  Polres Ngawi Pastikan Stok Aman dan Harga Bapokting di Pasar Walikukun Stabil

 

Berdasarkan ketentuan umum mengenai usaha hiburan dan ketertiban masyarakat, setiap kegiatan usaha yang berpotensi menimbulkan keramaian maupun gangguan lingkungan pada prinsipnya perlu memperhatikan izin usaha, zonasi wilayah, serta aturan ketertiban umum yang berlaku di daerah.

 

Pengamat hukum dan sosial masyarakat, Dr. Hendra Wijaya, S.H., M.H., mengatakan aparat daerah memiliki kewenangan melakukan pengecekan apabila terdapat laporan masyarakat mengenai dugaan pelanggaran aturan daerah maupun gangguan ketertiban umum.

 

“Jika ada aduan masyarakat, tentu pemerintah daerah dan aparat terkait dapat melakukan verifikasi di lapangan. Pendekatan yang dilakukan sebaiknya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan pembinaan terlebih dahulu,” ungkapnya.

 

Ia juga mengingatkan agar informasi yang berkembang di masyarakat tetap disampaikan secara proporsional dan tidak menghakimi sebelum adanya hasil pemeriksaan resmi dari pihak berwenang.

Baca Juga :  Langkah Tegap Paskibraka Madiun, Simbol Semangat Generasi Penjaga Merah Putih

 

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pemilik rumah yang disebut warga sebagai lokasi aktivitas karaoke tersebut. Aparat desa maupun instansi terkait juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai legalitas maupun kondisi sebenarnya di lapangan.

 

Warga berharap pemerintah daerah, Satpol PP, serta aparat kepolisian dapat turun melakukan pengecekan agar situasi lingkungan tetap aman dan kondusif. Mereka juga berharap persoalan ini dapat diselesaikan secara baik tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat.

 

Masyarakat menilai langkah penelusuran penting dilakukan bukan hanya untuk menjawab keresahan warga, tetapi juga guna memastikan seluruh aktivitas usaha di lingkungan permukiman berjalan sesuai aturan yang berlaku.

 

(Tim)

Berita Terkait

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!
Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman
Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?
Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan
Babinsa Koramil 10/Sine dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Lahan Jati di Ploso Kerep
Desa Trimulyo Menatap Masa Depan: Among Pribadi Siap Lanjutkan Pengabdian Periode Kedua
Berita ini 34 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:42 WIB

HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?

Berita Terbaru