Musyawarah Gagal atau Sengaja Dipelintir? Tuduhan Terhadap Pendamping Dinilai Prematur

- Redaksi

Sabtu, 14 Februari 2026 - 05:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com,Kebumen – Narasi yang beredar dan berupaya mengaitkan seorang pendamping warga sebagai aktor utama di balik polemik usaha pengeringan bulu ayam di Desa Kaibonpetangkuran patut diduga sebagai bentuk penyederhanaan masalah yang berlebihan, bahkan cenderung menggiring opini publik.

Menurut sumber yang berinisial “S” menyampaikan, bahwa permasalahan tersebut ada upaya untuk penggeseran substansi persoalan dari dampak lingkungan seolah-olah malah menjadi konflik pribadi.

“Saya merasa sangat disayangkan bahwa ada upaya untuk menggeser substansi persoalan dari dampak lingkungan menjadi konflik individu,” terang “S” seorang pendamping warga, Sabtu (14/02)2026).

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut “S” juga menegaskan bahwa, bahwa dirinya tidak pernah ada motif terkait kepentingan pribadi dalam permasalahan tersebut. Ia hanya membantu warga Desa Kaibonpetangkuran untuk menyuarakan aspirasinya mereka terkait dampak lingkungan yang dirasakan.

Baca Juga :  Jembatan Penghubung Makam dan Cagar Budaya di Sempor Ambruk, Polres Kebumen: Sementara Tidak Bisa Dilewati 

“Saya ingin menegaskan bahwa saya tidak pernah memiliki motif kepentingan pribadi dalam polemik ini. Saya hanya ingin membantu warga untuk menyuarakan aspirasi mereka tentang dampak lingkungan yang dirasakan,” tegasnya.

Menurut “S”, perubahan sikap warga dalam forum musyawarah tidak dapat disederhanakan sebagai hasil skenario atau pengondisian terkait permasalahan tersebut.

“Masyarakat memiliki hak untuk menyatakan sikapnya secara bebas dan tidak dapat dipaksa untuk menerima sesuatu yang tidak mereka inginkan,” katanya.

Baca Juga :  PAC Pemuda Pancasila Kedungreja Tebar 1.000 Paket Takjil

Lalu “S” menambahkan, bahwa masyarakat yang terkena dampak hanya ingin mencari solusi yang adil berimbang dan tidak memihak dan adil.

“Kami hanya ingin mencari solusi yang adil dan seimbang untuk semua pihak, bukan hanya untuk kepentingan individu tertentu,” imbuhnya.

“S” juga membeberkan bahwa dirinya telah berusaha untuk memfasilitasi dialog antara warga dan pihak perusahaan, namun upaya tersebut tidak berhasil karena adanya perbedaan pendapat yang signifikan.

“Saya tidak ingin melihat konflik ini berlanjut dan berharap agar semua pihak dapat duduk bersama untuk mencari solusi yang terbaik,” ujarnya.

Baca Juga :  Gasak Rp. 49 Juta dan Dua Motor, Residivis Pencurian Tak Berkutik Ditangkap Polres Ngawi

Menurut “S” terkait kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan belum ada bukti yang menyatakan adanya motif kepentingan pribadi.

“Kami berharap agar masyarakat tidak terprovokasi oleh narasi yang tidak berimbang dan berpotensi menciptakan kesimpulan prematur. Warga hanya ingin mencari kebenaran dan keadilan, bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk masyarakat Desa Kaibonpetangkuran,” ungkapnya.

“S” juga mengimbau kepada semua pihak untuk tidak membuat pernyataan yang tidak berdasar dan dapat memicu konflik.

“Mari kita mencari solusi yang terbaik untuk semua pihak, bukan hanya untuk kepentingan individu tertentu,” pungkasnya.

(TIM)

Berita Terkait

Hadirkan Rasa Aman, Polres Kebumen Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah
PKB Mageta Gelar Muscab 2026, Suratno : Siapapun Pemimpinnya Tetap Kita Dukung
Pengamanan Khidmat Jumat Agung, Polres Magetan Kerahkan Ratusan Personel Jaga Ibadah Umat Nasrani
Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran
Skandal Rp1,9 Miliar di Pegadaian, Aktivis Tekan Usut Tuntas Tanpa Ampun
Polres Kebumen Amankan Kebaktian Jumat Agung, Ratusan Jemaat Beribadah dengan Kondusif
Polres Ngawi Sterilisasi Gereja, Pastikan Ibadah Paskah Aman dan Kondusif
Pasca Lebaran 2026, Satgas Pangan Polres Magetan Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Aman
Berita ini 135 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 14:43 WIB

Hadirkan Rasa Aman, Polres Kebumen Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah

Sabtu, 4 April 2026 - 14:22 WIB

PKB Mageta Gelar Muscab 2026, Suratno : Siapapun Pemimpinnya Tetap Kita Dukung

Sabtu, 4 April 2026 - 14:19 WIB

Pengamanan Khidmat Jumat Agung, Polres Magetan Kerahkan Ratusan Personel Jaga Ibadah Umat Nasrani

Sabtu, 4 April 2026 - 09:53 WIB

Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran

Sabtu, 4 April 2026 - 01:18 WIB

Skandal Rp1,9 Miliar di Pegadaian, Aktivis Tekan Usut Tuntas Tanpa Ampun

Berita Terbaru