Perang di Timur Tengah: Seruan Keadilan dan Perdamaian dari Indonesia

- Redaksi

Senin, 2 Maret 2026 - 20:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com, Jakarta – Dunia kembali diguncang oleh eskalasi perang di Timur Tengah. Serangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran telah menimbulkan kekhawatiran besar akan meluasnya konflik yang dapat menghancurkan stabilitas kawasan dan membawa penderitaan bagi jutaan rakyat sipil. Situasi ini menuntut respons cepat, bijak, dan berlandaskan pada nilai-nilai kemanusiaan universal.

 

Aktivis HAM internasional dari Indonesia, Wilson Lalengke menyampaikan keprihatinan mendalam atas perang yang sedang berlangsung. Ia menegaskan bahwa konflik ini tidak hanya mengancam keamanan regional, tetapi juga merusak harapan rakyat untuk hidup damai dan bermartabat.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Saya berharap perang yang dipicu oleh Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran segera berakhir. Dunia tidak boleh membiarkan konflik ini meluas dan menghancurkan harapan rakyat dunia untuk hidup damai. Saya mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil tindakan nyata dalam meredakan perang dan mengembalikan stabilitas internasional,” tegas Petisioner HAM PBB tahun 2025 itu, Senin, 02 Maret 2026.

Baca Juga :  Keadilan Terbelenggu: Camat Kutoarjo Dituding Memihak Kades Sokoharjo, Warga Tuntut Keadilan

 

Komentar Wilson Lalengke ini mencerminkan suara moral yang menuntut agar lembaga internasional, khususnya PBB, tidak tinggal diam menghadapi penderitaan manusia yang semakin parah.

 

Dalam perjalanan sejarah umat manusia, para filsuf dunia telah lama menyoroti bahaya perang dan pentingnya perdamaian. Filsuf Yunani kuno, Plato (428–347 SM) menekankan bahwa keadilan adalah fondasi masyarakat. Perang yang lahir dari ketidakadilan hanya akan menjerumuskan manusia ke dalam kekacauan. Sejalan dengan pendapat Plato, filsuf Jerman Immanuel Kant (428–347 SM) dalam _Perpetual Peace_ (Perdamaian Abadi) menegaskan bahwa perdamaian abadi hanya bisa dicapai jika negara-negara menghormati hukum internasional dan hak asasi manusia.

 

Sementara itu, filsuf Inggris John Locke (428–347 SM) mengingatkan bahwa pemerintahan dibentuk untuk melindungi kehidupan, kebebasan, dan hak milik. Perang yang melanggar kedaulatan negara lain adalah pengkhianatan terhadap kontrak sosial negara-negara yang terlibat karena akan merenggut kehidupan, kebebasan, dan menghancurkan harta benda warga negara masing-masing.

Baca Juga :  Polda Banten Jelaskan Alasan Tidak Ditampilkannya Tersangka Saat Konferensi Pers

 

Pemimpin spiritual India, Mahatma Gandhi (1869-1948) menegaskan bahwa kekerasan hanya melahirkan kekerasan baru. Jalan satu-satunya menuju perdamaian adalah melalui dialog, kejujuran, dan non-kekerasan. Prinsip-prinsip ini menegaskan bahwa perang bukanlah solusi, melainkan kegagalan moral umat manusia. Perdamaian harus menjadi tujuan utama setiap bangsa.

 

Bagaimana sebaiknya Indonesia merespon perang yang antar bangsa yang terjadi seperti yang sedang berlangsung di Timur Tengah saat ini? Sebagai bangsa yang berlandaskan Pancasila, Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menyerukan perdamaian.

 

Perang, dalam segala bentuk dan eskalasi yang terjadi, yang menumpahkan darah bertentangan dengan nilai ketuhanan. Manusia sebagai ciptaan Tuhan Yang Maha Esa adalah mahluk mulia yang harus dijaga keselamatan hidupnya, tidak boleh dibunuh dengan alasan apapun. Hal ini sejalan dengan Sila Kedua Pancasila yang menekankan penghormatan terhadap hak hidup setiap manusia sebagai kewajiban universal bagi segala bangsa beradab.

 

Solidaritas di antara bangsa-bangsa dan upaya diplomasi dengan mengedepankan kebijaksanaan setiap pemimpin negara di dunia harus menggantikan kekerasan. Sebab perdamaian adalah syarat utama untuk mewujudkan keadilan sosial.

Baca Juga :  ‎Ahmad Alfan Sah Jadi Ketua Pk Kecamatan Sindang Jaya Partai Golongan Karya Kabupaten Tangerang

 

Berdasarkan pemikiran tersebut, merujuk kepada tuntunan para pemikir filsafat dunia dan dasar negara Pancasila, Indonesia dapat menjadi suara moral di forum internasional, menyerukan penghentian perang dan mengedepankan dialog. Hal ini menjadi tugas Pemerintah dan rakyat Indonesia sebagaimana garis politik Indonesia yang bebas aktif dalam menjaga perdamaian dunia.

 

Perang di Timur Tengah adalah ujian bagi dunia internasional. Apakah kita akan membiarkan kekerasan terus berlanjut, ataukah kita akan memilih jalan diplomasi dan perdamaian? Wilson Lalengke, sebagai aktivis HAM internasional, telah menyerukan agar PBB segera bertindak. Filsafat dunia dan nilai-nilai Pancasila menegaskan bahwa perang adalah kegagalan, sementara perdamaian adalah kemenangan moral umat manusia.

 

Kini saatnya dunia bersatu, menghentikan perang, dan bersama-sama membangun masa depan yang lebih adil dan damai.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Anak di Lembaga Non-Formal Kebumen Jadi Sorotan, Ahli Hukum Ingatkan Pentingnya Proses Hukum dan Perlindungan Korban
Tegaskan Kedaulatan Maroko Atas Sahara, Prancis Ambil Langkah Konkret Perluas Investasi dan Konsuler
Gedor Kemandirian Ekonomi, Pemdes Banjurpasar Buka Pendaftaran Koperasi Desa Merah Putih
Ironi Pembelaan Dewan Pers: Refleksi Hukum Internasional dan Sengkarut Kriminalisasi Jurnalis di Dalam Negeri
Target Juli 2026, Kodim Kebumen Bangun Batalyon Teritorial untuk 1.000 Personel di Buayan
Fantastik! Maroko Dinilai sebagai Poros Strategis dan Kekuatan Paling Menjanjikan di Afrika dan Dunia Arab
Wisatawan Keluhkan Tiket Paket Pantai Karangbolong–Sagara Kebumen, Dugaan Pemaksaan Retribusi Jadi Sorotan
Konflik Pencarian BBL di Perairan Kebumen-Purworejo Jadi Sorotan, Nelayan Cilacap Harapkan Solusi Damai
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:05 WIB

Dugaan Kekerasan Anak di Lembaga Non-Formal Kebumen Jadi Sorotan, Ahli Hukum Ingatkan Pentingnya Proses Hukum dan Perlindungan Korban

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:10 WIB

Tegaskan Kedaulatan Maroko Atas Sahara, Prancis Ambil Langkah Konkret Perluas Investasi dan Konsuler

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:50 WIB

Gedor Kemandirian Ekonomi, Pemdes Banjurpasar Buka Pendaftaran Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:07 WIB

Ironi Pembelaan Dewan Pers: Refleksi Hukum Internasional dan Sengkarut Kriminalisasi Jurnalis di Dalam Negeri

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:31 WIB

Target Juli 2026, Kodim Kebumen Bangun Batalyon Teritorial untuk 1.000 Personel di Buayan

Berita Terbaru