Polres Kebumen Panggil Saksi Korban Pencemaran Nama Baik UU ITE: Jeruji Besi Menanti Pelaku!

- Redaksi

Rabu, 11 Maret 2026 - 12:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen – Penyidik Reskrim Unit 2 Tipidter Polres Kebumen memanggil DL, saksi korban pencemaran nama baik Sugiyono, anggota Lembaga Perlindungan Konsumen (LPK) Kebumen, yang diduga dilakukan oleh pemilik akun pribadi PL dan KI di media sosial.

 

DL, yang biasa disapa Gus, dipanggil untuk dimintai keterangan sebagai saksi korban pencemaran nama baik melalui UU ITE pada hari ini, pukul 10.00 WIB di Polres Kebumen.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Saya sangat yakin bahwa Sugiyono adalah korban pencemaran nama baik. Saya melihat sendiri postingan di media sosial yang sangat merugikan dan tidak benar,” kata DL alias Gus, Rabu (11/03/2026).

 

“Postingan tersebut berisi tuduhan yang tidak berdasar dan sangat merusak reputasi Sugiyono,” terang DL alias Gus.

 

DL alias Gus melanjutkan, bahwa dirinya sangat ingin membantu korban pencemaran nama dan ingin mengungkap kebenaran dan demi sebuah keadilan.

Baca Juga :  Musdes Tetapkan APBDes 2026, Desa Tunggur Prioritaskan Program Berdasarkan Usulan Warga

 

“Saya ingin membantu mengungkap kebenaran dan memastikan bahwa Sugiyono mendapatkan keadilan. Saya tidak ingin ada lagi orang yang menjadi korban pencemaran nama baik seperti Sugiyono,” ujarnya.

 

Sementara itu Sugiyono, anggota LPK Kebumen, membenarkan pemanggilan saksi tersebut dan dirinya juga ikut menemani DL alias Gus saat datang ke Polres Kebumen.

 

“Saya sangat berterima kasih kepada DL yang bersedia menjadi saksi dan membantu dalam mengungkap kasus ini,” ungkapnya.

 

“Saya berharap agar pihak kepolisian dapat mengusut tuntas kasus ini dan memberikan sanksi tegas kepada oknum yang terlibat,” harapnya.

 

Sugiyono menambahkan, bahwa hal itu sangat penting bagi dirinya untuk mengungkap kebenaran dan memberikan keadilan kepada korban.

 

“Saya menuntut keadilan dan kebenaran, tidak ingin ada lagi orang yang menjadi korban pencemaran nama baik. Saya ingin masyarakat tahu bahwa saya tidak bersalah dan akan terus berjuang untuk membersihkan nama saya,” tambahnya.

Baca Juga :  Spesialis Curanmor di Area Persawahan Di Bekuk, Polres Magetan Amankan Pelaku dan Barang Bukti

 

Sugiyono juga meminta kepada pemilik akun PL dan KI untuk mempertanggungjawabkan postingan atas perbuatannya. Yang mana hal tersebut sangat merugikan dirinya.

 

“Kepada pemilik akun PL dan KI harus bertanggung jawab atas perbuatannya. Jangan main-main dengan nama baik orang lain,” tegasnya.

 

Sugiyono juga berharap kepada aparat kepolisian segera menindak tegas pemilik akun pribadi PL dan KI untuk menerima sanksi atas perbuatannya.

 

“Saya berharap penyidik menindak tegas pemilik akun tersebut. Agar menerima konsekwensi atas perbuatannya,” Sugiyono memungkasi.

 

Sebagai Informasi Publik…!

 

Pencemaran Nama Baik Melalui UU ITE

 

 

 

Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

 

 

 

Baca Juga :  Satresnarkoba Polres Madiun Kota Gencarkan Penyuluhan Bahaya Narkoba di Kelurahan Ngegong

“Setiap Orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik.”

 

Pasal 45 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE)

 

 

 

“Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00 (tujuh ratus lima puluh juta rupiah).”

 

Dalam kasus pencemaran nama baik melalui media sosial yang dilakukan oleh akun pribadi PL dan KL, maka mereka dapat dikenakan pasal 27 ayat (3) UU ITE dan dapat dipidana dengan pidana penjara paling lama 4 tahun dan/atau denda paling banyak Rp750.000.000,00.

 

 

(SND)

Berita Terkait

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!
Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman
Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?
Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan
Babinsa Koramil 10/Sine dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Lahan Jati di Ploso Kerep
Desa Trimulyo Menatap Masa Depan: Among Pribadi Siap Lanjutkan Pengabdian Periode Kedua
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:42 WIB

HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?

Berita Terbaru