Sengketa PT Amita Surya Jaya Ingkrah: MA Tolak Kasasi Tergugat, Pemegang Saham Menang Mutlak

- Redaksi

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Wonosobo – Sengketa kepemilikan aset PT Amita Surya Jaya yang telah bergulir selama hampir dua tahun melalui tiga tingkat peradilan akhirnya berakhir dengan kemenangan mutlak bagi pemegang saham perusahaan, Shulammite Listyawati Soerjo. Mahkamah Agung (MA) RI resmi menolak permohonan kasasi yang diajukan oleh pihak tergugat, Sri Rinawati dan kawan-kawan, melalui putusan bernomor 1413K/PDT/2026 pada 23 April 2026.

 

Meskipun putusan tersebut telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde), hingga kini salinan fisik putusan kasasi dari MA belum tiba di Pengadilan Negeri (PN) Wonosobo, menghambat proses eksekusi lebih lanjut.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Perjalanan Panjang Tiga Tingkat Peradilan

 

Konflik bermula ketika Shulammite Listyawati Soerjo, yang beralamat di Jalan S. Parman No. 34, Wonosobo, menggugat lima tergugat yakni Sri Rinawati Surya, Arief Satyawan Suryo, Vieranta Listyabudi Soerjo, Endah Priharini Suryo, dan Ratnadha Noviarti Suryo. Gugatan tersebut diajukan ke PN Wonosobo dengan didampingi kuasa hukum Mugiyanto, S.H., M.Kn. dari House of Justice di Mlipak, Wonosobo.

Baca Juga :  Karaoke Kok Bisa Masuk Bui?" Viral di Medsos, Ternyata Kasus Dugaan Persetubuhan Anak di Kebumen. Gugatan Praperadilan Ditolak PN

 

Pada tahap pertama, Majelis Hakim PN Wonosobo mengabulkan gugatan penggugat melalui putusan nomor 20/PDT.G/2024/PN.WSB pada 6 Januari 2025. Tidak menerima keputusan tersebut, para tergugat mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi (PT) Semarang. Namun, upaya itu kembali kandas setelah PT Semarang memperkuat putusan PN Wonosobo melalui putusan nomor 110/PDT/2025/PT SMG pada 11 Maret 2025.

 

Puncaknya terjadi pada tingkat kasasi di Mahkamah Agung RI. Setelah melalui proses pemeriksaan yang memakan waktu cukup lama, MA RI secara tegas menolak permohonan kasasi para tergugat. Dengan ditolaknya kasasi ini, maka seluruh putusan di tingkat bawahnya menjadi final dan mengikat.

Baca Juga :  Wakapolres Kebumen Cek Kondisi Tahanan di Rutan Polres

 

Kendala Administratif Penyalinan Putusan

 

Menanggapi kemenangan hukum tersebut, Shulammite Listyawati Soerjo atau yang akrab disapa Ibu Lisa, menyatakan rasa syukurnya atas kembalinya hak aset perusahaan yang sebelumnya dikuasai oleh pihak tergugat. Namun, ia menyayangkan lambatnya distribusi dokumen putusan inkrah dari pusat ke daerah.

 

“Sudah hampir 3,5 bulan sejak putusan kasasi keluar pada April 2026, namun saya belum mendapatkan salinan fisiknya di PN Wonosobo,” keluh Ibu Lisa saat ditemui tim media bersama Ketua Karya Jurnalis Nusantara (KJN), Senin (29/6/2026).

 

Ibu Lisa menjelaskan bahwa ia telah beberapa kali mendatangi PN Wonosobo untuk menanyakan status salinan putusan tersebut. Informasi terbaru yang diterimanya dari petugas panitera bagian pelayanan menyebutkan bahwa nomor inkrah memang sudah muncul dalam sistem server PN Wonosobo, namun dokumen fisik salinan putusan dari MA belum tiba di pengadilan setempat.

Baca Juga :  Dugaan Pemerasan Puluhan Juta Mengendap: Pelapor Belum Terima SP3, Kuasa Hukum Terlapor Klaim Kasus Sudah Dihentikan

 

Harapan Penyelesaian Cepat

 

Keterlambatan penerimaan salinan putusan inkrah ini menjadi perhatian mengingat pentingnya dokumen tersebut sebagai dasar hukum untuk pelaksanaan eksekusi atau tindakan hukum lanjutan terkait aset sengketa.

 

Tim media dan perwakilan KJN berharap agar koordinasi antara Mahkamah Agung RI dan Pengadilan Negeri Wonosobo dapat dipercepat sehingga salinan putusan inkrah nomor 1413K/PDT/2026 segera tersedia. Hal ini diperlukan untuk memberikan kepastian hukum dan keadilan bagi para pihak yang bersengketa, khususnya bagi pemegang saham sah PT Amita Surya Jaya.

 

Hingga berita ini diturunkan, pihak PN Wonosobo belum memberikan keterangan resmi mengenai estimasi waktu kedatangan dokumen fisik tersebut.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Agus Kliwir Desak Dewan Pers Evaluasi Organisasi Wartawan dan Perusahaan Pers
APH Pembiaran? Dugaan Aktivitas Tambang Batu Tanpa Izin di Kalirancang Jadi Sorotan
Polres Kebumen Gelar Patroli Malam, Antisipasi Knalpot Brong dan Balap Liar
Kapolresta Pati Sambangi 7 Gereja, Jemaat Beribadah Aman dan Khidmat
Polresta Pati Sambangi 21 Masjid, Perkuat Kedekatan Bersama Masyarakat
Dikukuhkan hingga 2031, Pengurus PKB Magetan Diminta Bergerak untuk Rakyat
SABER Satlantas Polres Ngawi Hadir untuk Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Bringin
Kapolsek Kartoharjo Evakuasi Penemuan Mayat di Kios Pasar Kotak Joyo, Polisi Duga Korban Meninggal Karena Sakit
Berita ini 218 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 02:22 WIB

Agus Kliwir Desak Dewan Pers Evaluasi Organisasi Wartawan dan Perusahaan Pers

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:13 WIB

APH Pembiaran? Dugaan Aktivitas Tambang Batu Tanpa Izin di Kalirancang Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Polres Kebumen Gelar Patroli Malam, Antisipasi Knalpot Brong dan Balap Liar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Kapolresta Pati Sambangi 7 Gereja, Jemaat Beribadah Aman dan Khidmat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Polresta Pati Sambangi 21 Masjid, Perkuat Kedekatan Bersama Masyarakat

Berita Terbaru