Tehnokrasi Dingin Saat Angka Menyingkirkan Kemanusiaan

- Redaksi

Sabtu, 12 September 2026 - 09:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Magetan- Program bantuan sosial dan penetapan desil seolah menjadi panggung teknokrasi yang dingin: kaya angka, tetapi miskin realita. Masalah mendasar dari kekacauan data penerima manfaat bukan sekadar persoalan sistem digital yang eror, melainkan matinya partisipasi warga dan pengabaian peran pemerintahan tingkat akar rumput.

Ketika penetapan desil hanya dihitung oleh algoritma pusat tanpa melibatkan pengamatan langsung pengurus RT/RW, program pemerintah berubah menjadi lotere yang acak. RT, pihak yang paling paham perut mana yang benar-benar lapar, justru dikerdilkan menjadi penonton pasif yang hanya menerima getah kemarahan warga saat bantuan salah sasaran.

Baca Juga :  Danramil 07/Maos Hadiri Acara Kreasi Lomba Baris - berbaris Di Gedung Serba Guna Desa Maos Kidul

Ketiadaan transparansi indikator desil dan minimnya sosialisasi makin memperkeruh keadaan. Informasi yang kabur memicu kecurigaan antar warga, menciptakan prasangka sosial, dan merusak tatanan kebersamaan di tingkat bawah. Warga ditinggalkan dalam kegelapan tanpa tahu ke mana harus mengadu atau bagaimana sistem menilai tingkat kelayakan hidup mereka.

Kebijakan publik yang sehat tidak boleh meminggirkan masyarakat dari proses verifikasi kehidupannya Kebijakan publik yang sehat tidak boleh meminggirkan masyarakat dari proses verifikasi kehidupannya sendiri. Mengabaikan RT dan menutup keran informasi publik bukan sekadar kelalaian birokrasi, melainkan wujud keengganan pemerintah untuk menghadirkan keadilan sosial yang nyata. Selama pendekatan top-down ini dipertahankan, bantuan sosial hanya akan menjadi instrumen penyeragaman yang tumpul dan berjarak dari kebutuhan warga.

Baca Juga :  GUDANG PENIMBUNAN BBM BERSUBSIDI JENIS PERTALITE DI JALAN RENTANG AGUNG TERUNGKAP

 

(IPUNG/RED)

Berita Terkait

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten
Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun
Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel
Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum
Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat
Sidang Perdana Sengketa KPR di Madiun: Kuasa Hukum Soroti Legalitas Oper Kredit via Notaris dan Dugaan Klausul Baku
Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan
Api Lahap Lahan Tebu di Patihan, Petugas Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:17 WIB

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat

Berita Terbaru