Detikdimensi.com Kebumen – Kanit Reskrim Unit 4 PPA Polres Kebumen, Aiptu Toni Papahan, S.H., memilih merayakan kenaikan jabatannya dengan berbagi paket sembako kepada warga kurang mampu. Kegiatan sosial yang berlangsung pada Jumat (3/7/2026) ini melibatkan kolaborasi dengan sejumlah pegiat sosial lokal sebagai bentuk syukur dan kepedulian terhadap masyarakat.
Kegiatan pembagian bantuan berupa beras tersebut dilaksanakan di wilayah Kabupaten Kebumen. Aiptu Toni menggandeng Umi Fitriyati, S.H., Sugiyono, S.H., serta Sunardi selaku Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) DPC Kebumen untuk menyalurkan bantuan secara langsung kepada penerima manfaat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Transisi Tugas dan Amanah Baru
Sebelum menempati posisi di Unit 4 PPA, Aiptu Toni bertugas sebagai Kanit Reskrim Polsek Kota Kebumen. Ia memandang rotasi jabatan tersebut bukan sekadar perubahan administratif, melainkan amanah baru yang memerlukan integritas dan kedekatan dengan masyarakat.
Menurut Aiptu Toni, momen tasyakuran jabatan sebaiknya dimaknai dengan tindakan nyata yang bermanfaat bagi orang lain, khususnya mereka yang sedang menghadapi kesulitan ekonomi.
“Kedepannya saya akan berusaha membantu masyarakat yang membutuhkan bantuan, walaupun dengan nilai tidak seberapa,” ujar Aiptu Toni dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa motivasi utamanya adalah keikhlasan. Dengan dukungan doa dari masyarakat, ia berkomitmen untuk terus berupaya memberikan bantuan guna menopang kebutuhan dasar warga prasejahtera. Langkah ini sejalan dengan konsep presence policing, di mana aparatur kepolisian tidak hanya hadir untuk penegakan hukum, tetapi juga terlibat dalam solusi sosial di tengah komunitas.
Dampak Sosial bagi Penerima Manfaat
Bagi para penerima bantuan, paket sembako tersebut memberikan dampak signifikan di tengah tantangan ekonomi yang dihadapi sebagian warga Kebumen. Antusiasme terlihat dari ketertiban warga saat menerima bantuan, disertai ungkapan terima kasih dan doa untuk para donatur.
Salah satu penerima bantuan, SU, menyatakan rasa syukurnya atas perhatian yang diberikan.
“Saya sangat senang dan berterima kasih atas beras yang diberikan Pak Toni dan para pegiat sosial. Semoga beliau dan rekan-rekan dimudahkan segala urusan, diberi kesehatan, dan umur panjang,” katanya.
SU juga berharap kegiatan serupa dapat berlanjut secara berkala, tidak hanya bersifat seremonial sesaat. Hal serupa disampaikan oleh MN, warga lainnya, yang menyoroti kondisi ekonomi makro yang mempengaruhi daya beli masyarakat.
“Keadaan saat ini memang banyak warga Kebumen yang susah mencari rezeki untuk kebutuhan sehari-hari. Bantuan beras ini sangat membantu kami,” ucapnya.
Kolaborasi Lintas Sektor
Keterlibatan elemen sipil seperti Umi Fitriyati, Sugiyono, dan perwakilan PPWI DPC Kebumen menunjukkan pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan masyarakat sipil. Kolaborasi ini bertujuan memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel.
Umi Fitriyati, S.H., mewakili kelompok pegiat sosial, mengapresiasi inisiatif Aiptu Toni. Menurutnya, langkah tersebut membantu mendobrak stigma jarak antara aparat dan rakyat.
“Saya, baik secara pribadi maupun mewakili rekan-rekan pegiat sosial serta masyarakat, mengucapkan terima kasih kepada Aiptu Toni Papahan, S.H., atas uluran bantuannya kepada masyarakat, khususnya warga Kebumen yang membutuhkan. Bantuan yang sudah diberikan sangat berarti bagi penerima,” ungkap Umi.
Sementara itu, keterlibatan PPWI DPC Kebumen di bawah koordinasi Sunardi menegaskan peran organisasi profesi dalam merespons isu kemanusiaan dan mendokumentasikan narasi positif untuk menginspirasi partisipasi sosial yang lebih luas.
Refleksi Kepedulian Sosial
Meskipun inisiatif individual dan kelompok seperti ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat kohesi sosial (social cohesion) di tingkat akar rumput, hal ini tetap perlu dilihat sebagai pelengkap, bukan pengganti kewajiban negara dalam menjamin kesejahteraan sosial. Namun, aksi solidaritas semacam ini menjadi modal sosial penting dalam membangun ketahanan masyarakat di tengah dinamika ekonomi.
Melalui aksi sederhana ini, Aiptu Toni Papahan dan rekan-rekan pegiat sosial mengirimkan pesan bahwa jabatan adalah amanah, dan rezeki hendaknya dialirkan kepada mereka yang lebih membutuhkan. Diharapkan, model kepedulian berbasis kolaborasi ini dapat memicu efek domino, mendorong pejabat lain, tokoh masyarakat, dan warga biasa untuk turut serta dalam gerakan gotong royong demi Kebumen yang lebih sejahtera dan solid.
(TIM)








