Detikdimensi.com Purworejo – Proyek pengaspalan jalan poros Desa Sokoharjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, senilai Rp 179.159.577,- yang bersumber dari dana desa (DD) tahun 2025, disinyalir tidak sesuai dengan perencanaan awal.
Salah satu warga sekitar, AR, menyatakan bahwa awalnya perencanaan pengaspalan menggunakan Hot mix, namun fakta di lapangan menggunakan aspal lapen.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya perencanaan pengaspalan menggunakan Hot mix, tapi faktanya di lapangan menggunakan aspal lapen. Ini sangat mengecewakan,” terang AR, Minggu (08/03/2026).
“Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi yang jelas tidak sesuai dengan perencanaan awal,” tambahnya.
Lanjut, AR juga menuding bahwa Kepala Desa (Kades) Sokoharjo yang mengendalikan semua pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Kades Sokoharjo yang mengendalikan semua pelaksanaan kegiatan ini. Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi yang jelas tidak sesuai dengan perencanaan awal. Kami berharap agar kades dapat memberikan penjelasan tentang kasus ini,” lanjutnya.
Warga lainnya, UD, juga menyatakan bahwa proyek pengaspalan poros jalan desa dikendalikan oleh kades setempat.
“Proyek ini dikendalikan oleh kades. Bahkan, kami sempat demo karena tidak sesuai dengan perencanaan, tapi tidak diindahkan. Setiap pembelanjaan harus menggunakan arahan dan tidak diperbolehkan ke pihak lain. Ada dugaan kerjasama dengan oknum kecamatan,” jelasnya.
UD juga menambahkan bahwa kades selama menjabat tidak transparan ke masyarakat dalam mengelola dana desa sampai saat ini.
“Kades tidak transparan dalam mengelola dana desa. Kami tidak tahu kemana saja dana desa itu digunakan,” katanya.
Sementara itu, PN menyatakan bahwa pengaspalan tidak sesuai kebutuhan dan ada dugaan manipulasi kegiatan.
“Pengaspalan ini hanya diakal-akalan agar nampak sesuai kegiatan dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami hanya ingin mendapatkan jalan yang baik, tapi apa yang kami dapatkan? Ini sangat mengecewakan,” ungkapnya.
PN juga menambahkan bahwa kades tidak peduli dengan kebutuhan masyarakat dan tidak mau mendengar keluhan warganya.
“Kades tidak peduli dengan kebutuhan masyarakat. Yang penting proyeknya selesai, tidak peduli apakah jalan itu baik atau tidak,” imbuhnya.
“Berharap agar kades dapat lebih peduli dengan kebutuhan masyarakat,” harapnya.
Sampai berita ini diterbitkan, Kades Sokoharjo belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan terkait kasus ini. Namun, warga Desa Sokoharjo berharap agar pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan untuk mengusut kasus ini dan memastikan bahwa dana desa digunakan sesuai dengan perencanaan awal.
(SND)








