Wilson Lalengke Diundang Dubes Rusia Menikuti Telekonferensi Internasional tentang Kejahatan Perang di Wilayah Belgorod

- Redaksi

Senin, 16 Maret 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Jakarta – Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI), Wilson Lalengke, diundang secara resmi oleh Duta Besar Republik Federasi Rusia di Jakrta untuk berpartisipasi dalam telekonferensi internasional berjudul “Kejahatan Perang Angkatan Bersenjata Ukraina _(Armed Forces of Ukraine – AFU)_ terhadap Penduduk Sipil Wilayah Belgorod.” Acara tersebut, yang diselenggarakan oleh Delegasi Federasi Rusia yang tergabung dalam Dewan Negosiasi Wina tentang Keamanan Militer dan Pengendalian Senjata, akan berlangsung pada 19 Maret 2026, melalui Zoom.

 

Undangan yang ditandatangani oleh Duta Besar Sergei Tolchenov, menekankan apresiasi atas profesionalisme dan sikap netral Wilson Lalengke dalam jurnalisme Indonesia dan internasional. Konferensi jarak jauh ini juga menyoroti pentingnya penyajian data terpadu mengenai dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh angkatan bersenjata Ukraina terhadap warga sipil di wilayah Belgorod, termasuk serangan yang melibatkan senjata buatan NATO dan negara-negara anggota Uni Eropa.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Telekonferernsi ini bertujuan untuk mengungkap pelanggaran hukum humaniter internasional (IHL) di wilayah Belgorod. Menurut catatan, acara ini akan menyajikan data tentang intensitas penembakan, serangan pesawat tak berawak, dan serangan terhadap infrastruktur sipil. Konferensi ini juga akan membahas keamanan energi wilayah tersebut, yang telah sangat terpengaruh oleh serangan yang ditargetkan pada fasilitas pembangkit listrik, menyebabkan ratusan ribu penduduk hidup tanpa listrik.

Baca Juga :  Polsek Benda Gelar Razia Dini Hari, Satu Motor Tanpa STNK Diamankan

 

Beberapa pembicara utama akan hadir dalam acara yang akan berlangsung mulai pukul 19.00 WIB itu. Berturut-turut akan hadir: Rodion Miroshnik (Duta Besar Khusus Kementerian Luar Negeri Rusia untuk kejahatan yang dilakukan oleh rezim Kiev), Alexey Chadayev (ahli pesawat tak berawak yang digunakan terhadap target sipil), Scott Ritter (jurnalis dan tokoh publik Amerika Serikat), dan Olga Kurlaeva (reporter dan pembuat film dokumenter dari VGTRK, perusahaan penyiaran Rusia).

 

Perwakilan dari Pemerintah Wilayah Belgorod juga dijadwalkan akan hadir memberikan keterangan dan informasih tentang kondisi di wilayahnya. Selain itu, beberapa saksi dari wilayah Belgorod akan memberikan keterangannya di acara yang akan dipandu oleh Iulia Zhdanova (Ketua Delegasi Federasi Rusia untuk Dewan Negosiasi Wina) sebagai moderator.

 

Setelah menerima undangan, Wilson Lalengke menyatakan dukungannya untuk telekonferensi ini dan menekankan pentingnya telekonferensi tersebut untuk upaya perdamaian. “Saya sepenuhnya mendukung telekonferensi ini dan menghargai kesempatan untuk berpartisipasi. Sangat penting bagi komunitas internasional untuk mendengarkan kesaksian dan data yang disajikan dalam forum seperti ini. Saya berharap melalui acara ini, beberapa kemajuan dapat dicapai dalam perencanaan perdamaian dan dalam menemukan solusi yang adil untuk konflik yang sedang berlangsung,” kata Petisioner HAM PBB tahun 2025 itu, Miggu, 15 Maret 2026.

Baca Juga :  Ketua KJJT Slamet Maulana Meninggal Dunia, PPWI Kebumen Sampaikan Duka Mendalam

 

Ia menambahkan bahwa transparansi dan dialog sangat penting dalam mengatasi krisis kemanusiaan, terutama yang diakibatkan oleh konflik dan perang antar bangsa. “Setiap upaya untuk mengungkap fakta dan melibatkan berbagai suara dalam diskusi adalah langkah menuju perdamaian. Saya mendorong inisiatif serupa untuk diadakan lebih sering, yang melibatkan tidak hanya pemerintah tetapi juga masyarakat sipil dan jurnalis independent,” tambah Wilson Lalengke.

 

Semangat telekonferensi ini selaras dengan prinsip-prinsip filosofis yang telah diadopsi secara internasional oleh masyarakat dunia. Filsuf Yunani kuno Plato, misalnya, berpendapat bahwa keadilan tercapai ketika kebenaran terungkap dan harmoni dipulihkan. Telekonferensi ini mewujudkannya dengan berupaya menyajikan fakta dan kesaksian kepada audiens global.

 

Immanuel Kant dari Jerman menekankan kewajiban moral untuk memperlakukan kemanusiaan sebagai tujuan, bukan sebagai sarana. Melindungi warga sipil dan mengungkap pelanggaran hukum kemanusiaan mencerminkan keharusan etis ini. Selain itu, tokoh spiritual India, Mahatma Gandhi, mengingatkan dunia bahwa perdamaian tidak dapat dicapai melalui kekerasan, tetapi melalui keberanian moral dan dialog. Telekonferensi ini merupakan platform untuk dialog tersebut, yang bertujuan untuk mengurangi penderitaan dan menumbuhkan pemahaman.

 

Telekonferensi akan melibatkan perwakilan dari sekitar 50 negara di Eropa, Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Timur Tengah. Korps diplomatik dari negara-negara anggota PBB dan BRICS, peserta OSCE, perwakilan CIS dan ASEAN, organisasi kemanusiaan, akademisi, dan media diharapkan hadir. Penerjemahan simultan akan disediakan dalam bahasa Inggris, Spanyol, dan Prancis untuk memastikan aksesibilitas yang luas.

Baca Juga :  Skandal Pemerasan di Yogyakarta: PPWI Laporkan Oknum Imigrasi atas Dugaan Pemerasan Rp450 Juta terhadap Investor Asing

 

Bagi Indonesia, partisipasi Wilson Lalengke mencerminkan peran jurnalis independen dan pemimpin masyarakat sipil dalam dialog internasional. Kehadirannya mencerminkan komitmen Indonesia terhadap imparsialitas dan untuk mempromosikan perdamaian melalui diskusi yang informatif. Hal ini juga menyoroti pentingnya suara-suara Asia Tenggara dalam debat global tentang keamanan dan hukum humaniter.

 

Undangan yang diberikan kepada Wilson Lalengke oleh Duta Besar Rusia untuk Indonesia menandai pengakuan signifikan atas perannya sebagai jurnalis dan aktivis hak asasi manusia. Dukungannya terhadap telekonferensi ini menunjukkan komitmen terhadap transparansi, dialog, dan perdamaian.

 

Seperti yang dinyatakan tokoh HAM internasional Indonesia itu, harapannya adalah acara ini tidak hanya akan mengungkap pelanggaran kemanusiaan tetapi juga berkontribusi pada kemajuan yang berarti dalam perencanaan perdamaian. Telekonferensi ini merupakan upaya untuk bergerak di tengah konflik berkepanjangan menuju resolusi yang lebih manusiawi dan damai berdasarkan prinsip-prinsip filosofis keadilan, moralitas, dan dialog.

(TIM/RED)

Berita Terkait

Seruan Wilson Lalengke di Forum Keamanan Militer Global: Penghentian Konflik Rusia-Ukraina adalah Keharusan
Menghidupkan Kembali Roh Kebangsaan Melalui “Holopis Kuntul Baris”
Buntut Intimidasi Ruang Redaksi, Wilson Lalengke Seret Kuasa Hukum Martin Tampubolon ke Mabes Polri
Di Tengah Gelombang Kredit Macet, Win Suwarto, S.Sy, MBS Tawarkan Jalan Keluar Hukum bagi Debitur
Kontraktor Proyek Sarung Tangan Kebumen Bermasalah: Rekanan Keluhkan Invoice Macet dan Cek BNI Tak Bisa Dicairkan
Proyek Pabrik Sarung Tangan Kebumen Diguncang Dugaan Tunggakan Upah, Arus Dana Proyek Ikut Dipertanyakan?
Pesan Kejujuran Buku “Ijazah Jokowi” Karya Wilson Lalengke Terus Bergulir ke Tokoh Nasional dan Internasional
Dihadiri Ratusan Tokoh dan Menteri Kabinet, Perayaan Hari Nasional Rusia 2026 Berlangsung Megah
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:57 WIB

Seruan Wilson Lalengke di Forum Keamanan Militer Global: Penghentian Konflik Rusia-Ukraina adalah Keharusan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:54 WIB

Menghidupkan Kembali Roh Kebangsaan Melalui “Holopis Kuntul Baris”

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:50 WIB

Buntut Intimidasi Ruang Redaksi, Wilson Lalengke Seret Kuasa Hukum Martin Tampubolon ke Mabes Polri

Jumat, 10 Juli 2026 - 12:44 WIB

Di Tengah Gelombang Kredit Macet, Win Suwarto, S.Sy, MBS Tawarkan Jalan Keluar Hukum bagi Debitur

Kamis, 9 Juli 2026 - 23:46 WIB

Kontraktor Proyek Sarung Tangan Kebumen Bermasalah: Rekanan Keluhkan Invoice Macet dan Cek BNI Tak Bisa Dicairkan

Berita Terbaru