Skandal Pungutan Hingga Rp 1,3 Juta di SMPN 3 Purworejo, Indikasi Pemerasan Mencuat!

- Redaksi

Rabu, 18 Maret 2026 - 16:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Purworejo. Dugaan praktik pungutan liar (pungli) di SMPN 3 Purworejo menjadi sorotan publik. Sejumlah wali murid mengeluhkan adanya pungutan dengan nominal hingga jutaan rupiah yang disebut sebagai “sumbangan”, namun dinilai tidak transparan dan cenderung memaksa.

 

Keresahan para orang tua siswa semakin memuncak setelah muncul dugaan bahwa praktik tersebut mengarah pada indikasi pemerasan. Bahkan, isu yang berkembang turut menyeret nama seorang oknum camat di wilayah Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah satu wali murid, YN, mengaku kecewa dan merasa dibohongi oleh pihak sekolah. Ia menilai tidak ada keterbukaan terkait penggunaan dana yang telah dibayarkan.

 

“Saya sangat marah dan merasa ditipu. Uang diminta dengan alasan kebutuhan sekolah, tapi tidak ada kejelasan penggunaannya,” ujar YN, Selasa (17/03/2026).

Baca Juga :  Sopir Truk Asal Jombang Sakit Saat Perjalanan, Pos Yan Rest Area KM 575 A Ngawi Beri Pertolongan

 

YN menyebut telah mengeluarkan dana lebih dari Rp1 juta, namun hingga kini tidak pernah menerima laporan penggunaan anggaran tersebut.

 

Keluhan serupa disampaikan oleh wali murid lainnya, BU. Ia menilai pungutan tersebut sudah tidak wajar dan memberatkan.

 

“Kami tidak ingin anak-anak kami menjadi korban pemerasan dengan dalih sumbangan,” tegasnya.

 

Sementara itu, SG mengungkapkan bahwa dirinya diminta membayar hingga Rp1.300.000 dengan alasan untuk memenuhi kebutuhan sekolah yang tidak dapat dibiayai melalui dana pemerintah seperti Bantuan Operasional Sekolah (BOS).

 

“Katanya untuk kebutuhan di luar dana pemerintah, tapi kami mulai curiga karena tidak ada transparansi. Bahkan muncul isu keterlibatan oknum camat,” ungkap SG.

Baca Juga :  Pasca Lebaran 2026, Satgas Pangan Polres Magetan Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Aman

 

Menurutnya, kondisi ini membuat sebagian wali murid merasa tertekan. Ia pun menegaskan bahwa para orang tua tidak akan tinggal diam dan akan memperjuangkan hak anak-anak mereka.

 

Perkembangan kasus ini semakin serius setelah adanya pernyataan dari pihak Inspektorat. Anggit dari bidang penindakan menyebut bahwa dugaan pungli tersebut telah mengarah pada indikasi pemerasan.

 

“Sudah kami koordinasikan dengan Kejari Purworejo, dan terdapat indikasi pemerasan,” ujarnya.

 

Upaya konfirmasi kepada pihak sekolah maupun oknum camat yang disebut-sebut terlibat hingga saat ini belum mendapatkan tanggapan resmi. Pesan yang dikirimkan oleh tim media melalui WhatsApp belum direspons.

 

Kasus ini memicu perhatian masyarakat luas dan mendorong aparat penegak hukum untuk segera melakukan investigasi mendalam. Transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana pendidikan menjadi tuntutan utama para wali murid.

Baca Juga :  Hauling Batu Bara Dijalan Umum, Warga Sikui: Desak Penertiban

 

Mengacu pada aturan yang berlaku, pungutan di sekolah negeri harus bersifat sukarela dan tidak boleh mengandung unsur paksaan. Jika terbukti terdapat tekanan atau penyalahgunaan wewenang, maka praktik tersebut berpotensi melanggar hukum sebagaimana diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) Indonesia.

 

Hingga berita ini diterbitkan, kasus dugaan pungli di SMPN 3 Purworejo masih terus bergulir. Publik kini menanti langkah tegas dari pihak berwenang untuk mengusut tuntas dugaan yang dinilai telah meresahkan dunia pendidikan tersebut.

 

Tim media akan terus memantau perkembangan dan menyajikan informasi terbaru secara berimbang.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Hadirkan Rasa Aman, Polres Kebumen Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah
PKB Mageta Gelar Muscab 2026, Suratno : Siapapun Pemimpinnya Tetap Kita Dukung
Pengamanan Khidmat Jumat Agung, Polres Magetan Kerahkan Ratusan Personel Jaga Ibadah Umat Nasrani
Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran
Skandal Rp1,9 Miliar di Pegadaian, Aktivis Tekan Usut Tuntas Tanpa Ampun
Polres Kebumen Amankan Kebaktian Jumat Agung, Ratusan Jemaat Beribadah dengan Kondusif
Polres Ngawi Sterilisasi Gereja, Pastikan Ibadah Paskah Aman dan Kondusif
Pasca Lebaran 2026, Satgas Pangan Polres Magetan Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Aman
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 14:43 WIB

Hadirkan Rasa Aman, Polres Kebumen Gelar Sterilisasi Gereja Jelang Ibadah

Sabtu, 4 April 2026 - 14:22 WIB

PKB Mageta Gelar Muscab 2026, Suratno : Siapapun Pemimpinnya Tetap Kita Dukung

Sabtu, 4 April 2026 - 14:19 WIB

Pengamanan Khidmat Jumat Agung, Polres Magetan Kerahkan Ratusan Personel Jaga Ibadah Umat Nasrani

Sabtu, 4 April 2026 - 09:53 WIB

Satgas Pangan Polres Ngawi Cek Harga dan Stok Bapokting Pasca Lebaran

Sabtu, 4 April 2026 - 01:18 WIB

Skandal Rp1,9 Miliar di Pegadaian, Aktivis Tekan Usut Tuntas Tanpa Ampun

Berita Terbaru