ID Card Jadi Syarat, Puluhan Jurnalis Magetan Gagal Liput Gubernur Cup

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Magetan — Sejumlah awak media di Kabupaten Magetan mengungkapkan kekecewaan mereka terkait pembatasan peliputan pada ajang Gubernur Cup Road Race yang digelar baru-baru ini. Kebijakan tersebut mewajibkan jurnalis menggunakan ID card resmi dari panitia, sehingga sejumlah wartawan tidak dapat menjalankan tugasnya.

 

Pembatasan ini menuai kritik karena dinilai tidak mengakomodasi jumlah media lokal yang cukup banyak. Dari informasi yang dihimpun, panitia hanya menyediakan sekitar 20 ID card, sementara jumlah media aktif di Magetan diperkirakan melebihi 50.

 

Salah satu jurnalis lokal menilai kebijakan tersebut kurang tepat, mengingat kehadiran media sejatinya untuk mendukung publikasi kegiatan.

 

“Kami hadir untuk meliput dan membantu publikasi, bukan mengganggu. Tapi justru tidak diperbolehkan masuk karena tidak memiliki ID card dari panitia,” ungkapnya.

 

Ia juga menyoroti minimnya komunikasi antara panitia dan komunitas media lokal. Menurutnya, koordinasi yang lebih terbuka sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahpahaman di lapangan.

Baca Juga :  Mahasiswa dan Masyarakat Ambalawi Kepung Pegadaian, Desak Kembalikan Emas Nasabah

 

Situasi serupa juga dialami seorang wartawan yang telah mengantongi penugasan resmi dari dinas untuk meliput kegiatan bupati. Namun, ia tetap tidak diperkenankan masuk lokasi karena tidak memiliki ID card panitia, sehingga terpaksa membatalkan peliputan.

 

Ketua PWMOI Magetan, Agus Suyanto, turut menyayangkan kebijakan tersebut. Ia berharap ke depan ada koordinasi yang lebih baik agar tidak merugikan media lokal dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Baca Juga :  Inspektorat Audit SDN 5 Gombong? Ditemukan Dugaan Pungutan Liar

 

“Jika memang diperlukan ID card, harus ada sosialisasi yang jelas. Kominfo juga bisa dilibatkan agar informasi tersampaikan ke seluruh media, sehingga tidak terjadi miskomunikasi,” tegasnya.

 

Para jurnalis berharap peristiwa ini menjadi bahan evaluasi bagi penyelenggara kegiatan agar lebih terbuka dan inklusif terhadap media. Mereka menegaskan bahwa peran pers sangat penting dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang kepada masyarakat.

 

(IPUNG/RED)

Berita Terkait

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik, Pemilik Akun “Karimah” Siap Diproses Hukum: Polres Segera Tindak Tegas
Putusan PN Tilamuta Picu Reaksi Publik, Dugaan Mafia Tanah Desa Molombulahe Kembali Mengemuka
Sidak Tambang Sayutan, DPRD dan ESDM Jatim Sepakat Dorong Penghentian Sementara Aktivitas Penambangan
Klirong Geger: Warga Tuntut Usut Tuntas, Takut Pelaku “Beli” Keadilan atas Kekerasan Seksual Anak
Panen Jagung Bersama Petani, Polsek Paron Wujudkan Dukungan Ketahanan Pangan di Ngawi
Kapolres Cup 2026 Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Turnamen Billiard 8 Ball Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Baru
17 Taruna Akpol Batalyon Manggala Satya Jalani Latihan Kerja di Polres Kebumen
Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 12:16 WIB

Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik, Pemilik Akun “Karimah” Siap Diproses Hukum: Polres Segera Tindak Tegas

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:03 WIB

Putusan PN Tilamuta Picu Reaksi Publik, Dugaan Mafia Tanah Desa Molombulahe Kembali Mengemuka

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:07 WIB

Sidak Tambang Sayutan, DPRD dan ESDM Jatim Sepakat Dorong Penghentian Sementara Aktivitas Penambangan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:04 WIB

Klirong Geger: Warga Tuntut Usut Tuntas, Takut Pelaku “Beli” Keadilan atas Kekerasan Seksual Anak

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:51 WIB

Kapolres Cup 2026 Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Turnamen Billiard 8 Ball Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Baru

Berita Terbaru