Maroko Bantu AS Bongkar Jaringan Narkoterorisme dan Perdagangan Senjata Internasional

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Rabat – Kerajaan Maroko kembali mengukuhkan posisinya sebagai mitra strategis global yang tak tergantikan dalam pemberantasan kejahatan transnasional. Maroko memainkan peran kunci dalam dua investigasi besar yang dipimpin oleh Amerika Serikat untuk membongkar jaringan kriminal dan teroris internasional, mencakup dukungan intelijen, koordinasi lapangan, hingga ekstradisi tersangka.

 

Dalam kasus pertama, juri federal AS baru-baru ini menjatuhkan vonis kepada Antoine Kassis, seorang warga negara Lebanon-Suriah, atas keterlibatannya dalam plot narkoterorisme. Kasus ini melibatkan perdagangan kokain skala besar dan transaksi senjata dengan kelompok pemberontak Kolombia, ELN. Investigasi yang dipimpin oleh Drug Enforcement Administration (DEA) AS ini sangat bergantung pada jaringan internasional yang luas, di mana Maroko menjadi salah satu pilar utamanya.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Otoritas keamanan Maroko, khususnya Direktorat Jenderal Pengawasan Wilayah (DGST) dan Direktorat Jenderal Keamanan Nasional (DGSN), memberikan bantuan signifikan yang krusial. Kerja sama ini berhasil menyingkap jaringan raksasa yang melintasi beberapa benua, memperdagangkan narkoba, senjata, dan mencuci jutaan dolar AS.

Baca Juga :  Israel’s New Death Penalty Law Sparks Global Condemnation, Wilson Lalengke: “Respect Human Rights, Abolish This Law”

 

Informasi tersebut dikirimkan ke redaksi media ini dari otoritas Kerajaan Maroko pada Sabtu, 28 Maret 2026.

 

*Operasi Casablanca dan Ekstradisi Tersangka Kunci*

 

Kasus kedua menunjukkan peran operasional langsung Maroko melalui penangkapan dan ekstradisi Elisha Odhiambo Asumo, warga negara Kenya. Asumo adalah tersangka utama dalam jaringan perdagangan senjata internasional yang menyuplai senjata tingkat militer – termasuk peluncur roket dan sistem anti-pesawat – kepada kartel Meksiko, CJNG.

 

Asumo ditangkap di Casablanca pada 8 April 2025, sebelum akhirnya diekstradisi ke Amerika Serikat pada akhir Maret 2026 ini untuk diadili di pengadilan federal. Jaringan ini diduga kuat memfasilitasi perdagangan kokain skala besar ke AS dengan menggunakan persenjataan berat untuk mengamankan jalur distribusi mereka.

Baca Juga :  Produk Astra Tak Cantumkan HET, FRRAK Soroti Potensi Kerugian Konsumen dan Ancam Boikot

 

*Langkah Brilian Maroko*

 

Menanggapi keberhasilan ini, Wilson Lalengke, dalam kapasitasnya sebagai Presiden PERSIMA (Persaudaraan Sahara Maroko Indonesia), memberikan apresiasi dan dukungan penuh atas langkah diplomasi keamanan yang dilakukan oleh Maroko. “Sebagai Presiden PERSIMA, saya sangat bangga dan mendukung penuh langkah brilian yang diambil oleh Kerajaan Maroko. Kontribusi nyata DGST dan DGSN dalam membantu Amerika Serikat membongkar jaringan narkoterorisme internasional adalah bukti bahwa Maroko bukan hanya penjaga stabilitas di Afrika Utara, tetapi juga pelindung keamanan dunia,” ujar tokoh pers Indonesia ini, Sabtu, 28 Maret 2026.

 

Baca Juga :  Pemerintah Belanda Dukungan Penuh Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Wilson Lalengke menambahkan bahwa keberhasilan ini menunjukkan kepemimpinan Raja Mohammed VI yang visioner dalam membangun sistem keamanan yang kredibel dan disegani. “Dunia harus mengakui bahwa tanpa kerja sama aktif dari Maroko, jaringan kriminal lintas benua seperti ini akan sangat sulit ditembus. PERSIMA akan selalu berdiri bersama Maroko dalam setiap upaya menjaga perdamaian dan memerangi terorisme global,” tegas alumnus Lemhannas tersebut.

 

Sinergi antara Maroko dan Amerika Serikat ini mengirimkan pesan kuat kepada jaringan kriminal internasional bahwa tidak ada tempat yang aman untuk bersembunyi. Dengan keterlibatan aktif dalam operasi-operasi berisiko tinggi ini, Maroko membuktikan bahwa profesionalisme intelijen dan komitmen pada hukum internasional adalah kunci utama dalam menjaga tatanan dunia yang lebih aman dari ancaman narkotika dan senjata ilegal.

 

(PERSISMA/RED)

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Anak di Lembaga Non-Formal Kebumen Jadi Sorotan, Ahli Hukum Ingatkan Pentingnya Proses Hukum dan Perlindungan Korban
Tegaskan Kedaulatan Maroko Atas Sahara, Prancis Ambil Langkah Konkret Perluas Investasi dan Konsuler
Gedor Kemandirian Ekonomi, Pemdes Banjurpasar Buka Pendaftaran Koperasi Desa Merah Putih
Ironi Pembelaan Dewan Pers: Refleksi Hukum Internasional dan Sengkarut Kriminalisasi Jurnalis di Dalam Negeri
Target Juli 2026, Kodim Kebumen Bangun Batalyon Teritorial untuk 1.000 Personel di Buayan
Fantastik! Maroko Dinilai sebagai Poros Strategis dan Kekuatan Paling Menjanjikan di Afrika dan Dunia Arab
Wisatawan Keluhkan Tiket Paket Pantai Karangbolong–Sagara Kebumen, Dugaan Pemaksaan Retribusi Jadi Sorotan
Konflik Pencarian BBL di Perairan Kebumen-Purworejo Jadi Sorotan, Nelayan Cilacap Harapkan Solusi Damai
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 00:05 WIB

Dugaan Kekerasan Anak di Lembaga Non-Formal Kebumen Jadi Sorotan, Ahli Hukum Ingatkan Pentingnya Proses Hukum dan Perlindungan Korban

Jumat, 22 Mei 2026 - 04:10 WIB

Tegaskan Kedaulatan Maroko Atas Sahara, Prancis Ambil Langkah Konkret Perluas Investasi dan Konsuler

Kamis, 21 Mei 2026 - 09:50 WIB

Gedor Kemandirian Ekonomi, Pemdes Banjurpasar Buka Pendaftaran Koperasi Desa Merah Putih

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:07 WIB

Ironi Pembelaan Dewan Pers: Refleksi Hukum Internasional dan Sengkarut Kriminalisasi Jurnalis di Dalam Negeri

Selasa, 19 Mei 2026 - 09:31 WIB

Target Juli 2026, Kodim Kebumen Bangun Batalyon Teritorial untuk 1.000 Personel di Buayan

Berita Terbaru