GMNI Laporkan Dugaan Korupsi Pengadaan Private Jet KPU Senilai Rp90 Miliar ke Kejaksaan Agung

- Redaksi

Jumat, 24 April 2026 - 10:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Jakarta – Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPP GMNI) secara resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengadaan fasilitas jet pribadi yang digunakan oleh komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI senilai Rp90 miliar pada Tahun Anggaran 2024 kepada Kejaksaan Agung Republik Indonesia.

 

Laporan tersebut tercatat dengan nomor 161/Eks/DPP.GMNI/IV/2026 tertanggal 22 April 2026, yang ditujukan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Dr. Febrie Adriansyah, S.H., M.H. Langkah ini diambil menyusul penilaian DPP GMNI bahwa penanganan perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berjalan stagnan dan dinilai mencederai rasa keadilan publik.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Wakil Ketua Umum II DPP GMNI, Tulus Lumbantoruan, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam terhadap dugaan penyalahgunaan anggaran pemilu dalam skala besar.

Baca Juga :  Smart Village Madina Disorot, Proses Hukum Dugaan Penyimpangan Dana Desa 2023 Masih Sisakan Pertanyaan Publik

 

“Pengadaan private jet senilai Rp90 miliar untuk perjalanan dinas komisioner KPU bertentangan dengan ketentuan Peraturan Menteri Keuangan. Ini adalah uang rakyat yang seharusnya digunakan untuk memperkuat infrastruktur demokrasi, bukan untuk kemewahan pejabat,” tegasnya.

 

Dalam laporan tersebut, GMNI menyebut setidaknya enam komisioner dan satu pejabat KPU yang diduga terlibat, yakni Hasyim Asy’ari, Mochammad Afifuddin, Idham Holik, Yulianto Sudrajat, Parsadaan Harahap, August Mellaz, serta Bernad Dermawan Sutrisno yang saat itu menjabat sebagai Sekretaris Jenderal KPU.

 

GMNI juga merujuk pada ketentuan PMK Nomor 113/PMK.05/2012 juncto PMK Nomor 119 Tahun 2023, yang mengatur bahwa perjalanan dinas pimpinan lembaga negara dan pejabat eselon I untuk dalam negeri maksimal menggunakan kelas bisnis.

 

“Penggunaan private jet jelas tidak sesuai dengan ketentuan tersebut,” ujar Tulus.

Baca Juga :  Spesialis Curanmor di Area Persawahan Di Bekuk, Polres Magetan Amankan Pelaku dan Barang Bukti

 

Selain itu, GMNI mempertanyakan profil perusahaan pemenang tender, PT Alfalima Cakrawal Indonesia, yang baru berdiri pada tahun 2022 dan terdaftar di LKPP sebagai “Usaha Kecil”, namun dipercaya mengelola proyek bernilai puluhan miliar rupiah.

 

Lebih lanjut, GMNI juga menyoroti inkonsistensi alasan penggunaan private jet oleh KPU yang disebut untuk menjangkau wilayah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T).

 

“Faktanya, dari 59 titik penerbangan, sebagian besar justru menuju wilayah yang relatif mudah dijangkau serta destinasi wisata seperti Bali dan Labuan Bajo. Ini bukan untuk 3T, melainkan berpotensi menjadi bentuk pemborosan anggaran,” kritiknya.

 

GMNI juga mengacu pada Putusan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Nomor 178-PKE-DKPP/VII/2025 yang telah menjatuhkan sanksi peringatan keras terkait persoalan tersebut.

DPP GMNI mendesak Kejaksaan Agung, khususnya Jampidsus, untuk mengambil langkah hukum yang progresif dan transparan.

Baca Juga :  Temuan Hasil Audit Inspektorat di Desa Garung Lor, Tim KJN Soroti Dugaan Lambannya Tindak Lanjut

 

“Kami berharap Kejaksaan Agung dapat menindaklanjuti laporan ini secara serius demi tegaknya hukum dan menjaga integritas penyelenggaraan pemilu,” tambah Tulus.

 

Laporan ini juga ditembuskan kepada Presiden Republik Indonesia, Ketua DPR RI, Ketua KPK, Jaksa Agung RI, serta Ketua Komisi II dan Komisi III DPR RI.

 

Dalam proses penyerahan laporan, pihak Jampidsus menyampaikan bahwa laporan tersebut akan diproses dalam jangka waktu maksimal tiga bulan.

 

Menanggapi hal tersebut, DPP GMNI menegaskan akan terus memantau perkembangan penanganan kasus ini secara berkala setiap bulan.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari pihak Kejaksaan Agung maupun KPU RI terkait laporan tersebut.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata
Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo
Angin Kencang Api Cepat Menjalar, Personel Koramil Dagangan, Dengan Sigap Membantu Pemadaman Kebakaran
Dampak Galian Pasir di Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Desak Penertiban Tegas
Replik Pemohon: Praperadilan Jadi Ruang Menguji Argumentasi Hukum
Kasad Maruli Simanjuntak Dorong Pembangunan Jembatan dan Air Bersih, TNI Hadir untuk Rakyat
Tim Kuasa Hukum Pemohon Sampaikan Replik dalam Sidang Ketiga Praperadilan di Pati
Erosi Menggerus Sawah, Warga Kemangguan Desak Penertiban Tambang Pasir Ilegal di Sungai Luk Ulo
Berita ini 72 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Angin Kencang Api Cepat Menjalar, Personel Koramil Dagangan, Dengan Sigap Membantu Pemadaman Kebakaran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Dampak Galian Pasir di Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Desak Penertiban Tegas

Jumat, 9 Oktober 2026 - 12:52 WIB

Kasad Maruli Simanjuntak Dorong Pembangunan Jembatan dan Air Bersih, TNI Hadir untuk Rakyat

Berita Terbaru