Detikdimensi.com Ambon – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Bhakti Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIA Ambon menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan warga binaan dan petugas, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung meriah dan penuh antusiasme sebagai bagian dari upaya membangun suasana kebersamaan di lingkungan pemasyarakatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Beragam perlombaan yang diselenggarakan menghadirkan konsep sederhana namun sarat makna kebersamaan, di antaranya permainan dam serta ular tangga manusia.
Kedua jenis permainan ini dipilih karena tidak hanya menghibur, tetapi juga mampu melibatkan partisipasi aktif peserta serta mendorong interaksi yang positif antara warga binaan dan petugas.
Permainan dam menjadi salah satu lomba yang cukup diminati karena mengandalkan strategi, ketelitian, dan konsentrasi. Para peserta tampak serius menyusun langkah demi langkah untuk mengalahkan lawan, menciptakan suasana kompetisi yang sehat dan penuh sportivitas.
Sementara itu, permainan ular tangga manusia menghadirkan keceriaan tersendiri. Dalam permainan ini, peserta berperan langsung sebagai “bidak hidup” yang bergerak di atas papan besar yang telah disiapkan, sehingga menciptakan suasana yang interaktif, penuh tawa, dan menghibur.
Selain itu, beberapa perlombaan lainnya seperti catur, gaplek, dan buka tutup kartu juga telah lebih dahulu dilaksanakan dengan lancar dan penuh partisipasi. Ketiga lomba tersebut menjadi ajang bagi warga binaan untuk mengasah kemampuan berpikir, strategi, serta ketangkasan dalam mengambil keputusan. Antusiasme peserta terlihat sejak awal hingga akhir perlombaan, yang kemudian ditutup dengan penentuan para pemenang.
Sorak sorai dan gelak tawa peserta serta penonton semakin menambah semarak jalannya perlombaan. Tidak hanya warga binaan, petugas pun turut ambil bagian dalam setiap permainan, menciptakan suasana yang lebih akrab dan tanpa sekat. Momen ini menjadi ajang untuk mempererat hubungan emosional serta membangun komunikasi yang lebih terbuka di antara seluruh penghuni rutan.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Rutan Ambon, Jefry Persulessy, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan perlombaan ini merupakan bagian dari program pembinaan yang tidak hanya berfokus pada aspek kedisiplinan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kebersamaan.
“Perlombaan ini bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana untuk menanamkan nilai-nilai sportivitas, kebersamaan, dan saling menghargai. Kami ingin menciptakan suasana yang positif agar warga binaan tetap memiliki semangat dan motivasi selama menjalani masa pembinaan,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa momentum menjelang Hari Bhakti Pemasyarakatan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai kemanusiaan dalam sistem pemasyarakatan, di mana pendekatan yang humanis dan partisipatif terus dikedepankan.
Untuk menambah semangat kompetisi, panitia juga menyiapkan sistem penilaian serta penghargaan bagi para pemenang lomba. Hal ini diharapkan dapat memotivasi peserta untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya sekaligus tetap menjunjung tinggi nilai fair play dalam setiap pertandingan.
Salah satu warga binaan yang mengikuti perlombaan mengaku sangat senang dengan adanya kegiatan tersebut. Menurutnya, perlombaan seperti ini mampu memberikan suasana baru yang lebih segar dan menyenangkan di tengah rutinitas sehari-hari.
“Kegiatan ini sangat menghibur dan membuat kami lebih bersemangat. Selain itu, kami juga bisa lebih dekat dengan petugas dan sesama warga binaan,” ungkapnya.
Melalui kegiatan perlombaan ini, Rutan Ambon berharap dapat terus menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, dan kondusif. Selain sebagai sarana hiburan, kegiatan ini juga menjadi bagian penting dalam proses pembinaan yang berorientasi pada pembentukan sikap positif, kerja sama, serta peningkatan kualitas interaksi sosial.
Dengan semangat Hari Bhakti Pemasyarakatan, kegiatan ini menjadi bukti bahwa kebersamaan dan nilai kemanusiaan tetap menjadi landasan utama dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan, sekaligus mendorong terciptanya sistem pembinaan yang lebih humanis, inklusif, dan berkelanjutan.
(TIM/RED)








