Audiensi Peternak Telur Magetan, Kapolres dan Bupati Magetan Turun Tangan Cari Solusi untuk Peternak

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 17:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Magetan – Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar audiensi bersama paguyuban peternak telur guna menindaklanjuti keluhan para peternak terkait anjloknya harga telur dan kenaikan harga pakan ayam petelur. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin (11/5/2026) di Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan.

 

Audiensi dipimpin langsung oleh Hj. Nanik Endang Rusminiarti dan turut dihadiri AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa, Drs. Welly Kristanto, M.Si selaku Sekda Kabupaten Magetan, Kasat Reskrim Polres Magetan, Koordinator Program MBG wilayah Kabupaten Magetan, para kepala bidang dinas terkait, Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kabupaten Magetan, Ketua Paguyuban Ternak Rakyat Indonesia (PATERAIN), serta perwakilan anggota paguyuban peternak ayam.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam audiensi tersebut, para peternak menyampaikan kondisi sulit yang saat ini dialami akibat harga telur di tingkat peternak yang turun drastis di kisaran Rp19.000 hingga Rp21.000 per kilogram, sementara harga pakan dan konsentrat terus mengalami kenaikan.

 

Kapolres Magetan AKBP Dr. Raden Erik Bangun Prakasa menegaskan bahwa pihaknya hadir untuk mengawal kebijakan pemerintah sekaligus memastikan aspirasi peternak mendapat perhatian serius.

Baca Juga :  Satlantas Polres Ngawi Patroli SPBU, Pastikan Antrean Masih Wajar dan Kondusif

 

“Dengan adanya aksi sedekah telur kemarin yang viral membuat Kabupaten Magetan dikenal secara luas, karena Magetan merupakan salah satu daerah penghasil telur terbesar di Jawa Timur,” ujar Kapolres.

 

Ia juga menyampaikan bahwa persoalan harga telur dan pakan tidak hanya terjadi di Magetan, namun juga dirasakan peternak di berbagai daerah. Meski demikian, para peternak Magetan dinilai mampu menunjukkan kepedulian sosial melalui aksi sedekah telur kepada masyarakat.

 

“Saya hadir di sini berdasarkan instruksi pemerintah karena kami juga bagian dari Tim Satgas Pangan. Apa yang telah disepakati bersama terkait keluhan para peternak akan kita kawal bersama-sama. Kami akan selalu mendukung kebijakan Ibu Bupati untuk mensejahterakan para peternak,” tegas AKBP Erik Bangun Prakasa.

 

Sementara itu, Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah solusi untuk membantu peternak lokal.

Baca Juga :  Gugur dalam Tugas, Polres Magetan gelar Sholat Ghoib Untuk Tiga Personel Polres Katingan yang Gugur Dalam Tugas pemberantasan Narkoba

 

“Saat sekarang harga telur anjlok di harga Rp19.000 sampai Rp21.000 dari peternak. Produksi telur juga menumpuk di kandang dan gudang peternak, namun pemerintah daerah sudah menyiapkan solusi,” ungkap Bupati.

 

Ia menjelaskan bahwa seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan telah sepakat menyediakan menu telur sebanyak tiga kali dalam seminggu dengan kewajiban menggunakan telur dari peternak lokal Magetan.

 

Selain itu, Pemkab Magetan juga telah menerbitkan surat edaran kepada ASN agar membeli telur minimal satu kilogram dari peternak lokal. Program penanganan stunting seperti Anting Emas dan BMT juga diwajibkan menggunakan menu berbahan telur.

 

Terkait persoalan pakan, khususnya jagung, Bupati menyebut Badan Pangan Nasional (Bapanas) telah menyalurkan jagung SPHP sebanyak 7.900 ton yang akan disalurkan kepada peternak hingga Desember 2026 dengan harga Rp5.500 per kilogram sampai di tingkat peternak.

 

Sementara itu, Ketua Pinsar Petelur Nasional (PPN) Kabupaten Magetan, Surohman, menyampaikan bahwa kondisi harga telur saat ini sudah berlangsung hampir satu bulan dan sangat memberatkan peternak.

Baca Juga :  Temuan Hasil Audit Inspektorat di Desa Garung Lor, Tim KJN Soroti Dugaan Lambannya Tindak Lanjut

 

“Kenaikan harga pakan termasuk konsentrat dalam satu bulan sudah naik tiga kali dan saat ini tembus Rp15.000 per kilogram. Di sisi lain stok telur di gudang melimpah dan sulit keluar karena rendahnya harga jual,” jelasnya.

 

Dalam audiensi tersebut juga dihasilkan sejumlah kesepakatan, di antaranya penyaluran telur ke SPPG melalui empat koperasi dengan koordinasi bersama asosiasi peternak, penetapan harga pembelian telur di SPPG sesuai Harga Acuan Pemerintah (HAP), penguatan branding telur Magetan sebagai sektor unggulan daerah oleh Dinas Peternakan, serta pembaruan data peternak di setiap desa melalui Dinas PMD bersama pemerintah desa.

 

Audiensi berlangsung aman, tertib, dan diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan para peternak dalam menjaga stabilitas sektor peternakan telur di Kabupaten Magetan.

 

(IPUNG/RED)

Berita Terkait

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!
Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman
Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?
Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan
Babinsa Koramil 10/Sine dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Lahan Jati di Ploso Kerep
Desa Trimulyo Menatap Masa Depan: Among Pribadi Siap Lanjutkan Pengabdian Periode Kedua
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:42 WIB

HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?

Berita Terbaru