Detikdimensi.com Kebumen – Gelombang tekanan ekonomi pasca-pandemi dan fluktuasi harga kebutuhan pokok masih dirasakan oleh sebagian besar masyarakat di Kabupaten Kebumen. Dampaknya tidak hanya terasa pada daya beli, tetapi juga merembet ke stabilitas keuangan rumah tangga. Banyak warga yang akhirnya terjebak dalam lingkaran utang piutang yang kian mencekik.
Di tengah situasi tersebut, Win Suwarto, S.Sy., MBS., muncul sebagai figur yang menawarkan pendekatan alternatif. Bukan dengan janji pelunasan instan yang sering kali berbau penipuan, Win hadir dengan konsep pendampingan berbasis negosiasi dan perencanaan keuangan yang ia sebut sebagai “Win-Win Solution”. Tujuannya sederhana namun krusial: membantu debitur bangkit dari keterpurukan tanpa merugikan hak-hak kreditur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Realita Pahit Warga Kebumen
Win Suwarto mengamati bahwa akar masalah utang di Kebumen bukan semata-mata karena gaya hidup konsumtif, melainkan ketidakseimbangan antara pendapatan dan beban hidup yang semakin berat.
“Dampak ekonomi saat ini sangat memprihatinkan. Kita melihat banyak masyarakat, khususnya warga Kebumen, yang terlilit utang karena pendapatan mereka tidak lagi sebanding dengan kebutuhan dasar sehari-hari,” ungkap Win Suwarto, Sabtu (11/7/2026).
Ia menjelaskan bahwa ketika arus kas terhambat, warga cenderung mengambil jalan pintas dengan meminjam dari berbagai sumber, baik bank, fintech, maupun rentenir informal. Tanpa strategi pengelolaan yang tepat, bunga yang menumpuk membuat lubang utang semakin dalam dan sulit ditutup.
“Padahal, jika ada cara dan strategi yang benar, semua bisa dilunasi. Masalah utamanya seringkali bukan pada ketidakmampuan bayar mutlak, tetapi pada ketiadaan rencana dan rasa panik yang menghambat komunikasi,” imbuhnya.
Filosofi “Win-Win Solution”: Mediasi, Bukan Sihir
Berbeda dengan maraknya penawaran jasa “penghapusan utang” atau debt settlement ilegal yang beredar di media sosial, Win Suwarto menekankan bahwa pendekatannya bersifat edukatif dan mediatif. Ia menolak label sebagai penyedia jasa pelunasan ajaib.
“Kami hadir untuk membantu, bukan untuk menjanjikan pelunasan instan atau menghapus utang sepihak. Itu mustahil secara hukum dan etika bisnis,” tegas Win Suwarto.
Konsep “Win-Win Solution” yang ditawarkannya berfokus pada tiga pilar utama:
1. Audit Keuangan Pribadi: Menghitung ulang kemampuan bayar riil debitur setelah dikurangi kebutuhan pokok.
2. Skala Prioritas: Menyusun urutan pembayaran utang berdasarkan tingkat urgensi dan besaran bunga.
3. Negosiasi Terstruktur: Membantu debitur berkomunikasi dengan kreditur (bank atau lembaga pembiayaan) untuk mengajukan restrukturisasi utang, perpanjangan tenor, atau pengurangan denda, sehingga cicilan menjadi lebih terjangkau.
“Solusi ini disebut win-win karena debitur mendapatkan keringanan yang manusiawi sesuai kemampuannya, sementara kreditur tetap menerima pembayaran—meski bertahap—daripada mengalami gagal bayar total (default),” jelasnya.
Pentingnya Pendampingan Psikologis dan Teknis
Win Suwarto menyadari bahwa warga yang terlilit utang sering kali mengalami stres berat hingga kehilangan kepercayaan diri untuk menghadapi penagih. Oleh karena itu, layanan yang ia tawarkan mencakup pendampingan psikologis agar debitur berani membuka dialog.
“Yang kami lakukan adalah mendampingi. Mulai dari menghitung ulang kemampuan bayar, menyusun skala prioritas utang, hingga membantu berkomunikasi dengan pihak kreditur agar mendapatkan keringanan atau restrukturisasi,” kata Win Suwarto.
Ia memberikan contoh kasus di mana seorang nasabah berhasil menurunkan cicilan bulanan hingga 40% setelah melalui proses negosiasi yang dibantu oleh timnya, dengan menunjukkan bukti penghasilan terkini dan itikad baik untuk membayar.
Waspada Modus Penipuan Berkedok Pelunasan Utang
Di sisi lain, Win juga menyuarakan peringatan keras kepada masyarakat Kebumen agar waspada terhadap modus penipuan yang mengatasnamakan penyelesaian utang. Belakangan, banyak beredar oknum yang meminta uang muka dengan janji akan melunasi seluruh utang nasabah melalui “jalur khusus” atau “koneksi internal”.
“Jangan mudah percaya dengan iming-iming ‘utang langsung lunas’. Semua harus melalui proses, komunikasi, dan itikad baik kedua belah pihak. Tidak ada jalan pintas yang legal dalam dunia perbankan,” tandasnya.
Win mengingatkan bahwa setiap kesepakatan perubahan struktur utang harus tertuang dalam surat perjanjian resmi yang diketahui oleh lembaga keuangan terkait, bukan melalui transfer pribadi ke rekening individu.
Layanan Konsultasi Terbuka
Bagi warga Kebumen yang merasa kesulitan mengelola utang dan membutuhkan arahan strategis, Win Suwarto membuka layanan konsultasi awal. Ia menegaskan bahwa tahap awal ini bertujuan untuk pemetaan masalah, bukan transaksi finansial.
“Silakan menghubungi kami. Nanti akan kami arahkan sesuai kondisi masing-masing. Tujuannya satu, bagaimana masyarakat bisa bangkit dan tidak terjerat utang berkepanjangan,” pungkasnya.
Warga dapat mengakses layanan konsultasi tersebut melalui WhatsApp di nomor 0819 1504 4068 dan 0812 2797 1468.
Catatan Redaksi dan Imbauan OJK
Menyikapi fenomena tingginya kasus utang macet di masyarakat, Detikdimensi.com mengimbau pembaca untuk senantiasa kritis dan selektif. Sebelum memutuskan menggunakan jasa konsultan keuangan atau mediator utang, pastikan kredibilitas penyedia jasa tersebut transparan dan tidak melanggar hukum.
Masyarakat juga disarankan untuk terlebih dahulu menghubungi layanan pengaduan konsumen di lembaga keuangan masing-masing, atau berkonsultasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui saluran resmi sebelum mengambil langkah negosiasi mandiri. Penyelesaian sengketa utang sebaiknya dilakukan melalui jalur musyawarah yang tercatat secara administratif atau melalui mediasi perbankan yang diakui secara hukum.
(Redaksi)
Klarifikasi Hak Jawab:
Sesuai dengan Asas Keseimbangan Pemberitaan dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers serta Kode Etik Jurnalistik, redaksi membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak terkait, termasuk asosiasi perbankan, OJK, atau pihak lain yang merasa perlu memberikan tanggapan atau klarifikasi atas isu yang diangkat dalam berita ini. Tanggapan dapat dikirimkan melalui alamat email redaksi kami.
(TIM)








