Warga Tanggulangin Gelar Tradisi ‘Memetri Bumi dan Sedekah Laut’, Puncaknya Wayang Kulit Semalam Suntuk

- Redaksi

Kamis, 16 Juli 2026 - 00:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen – Ribuan warga Desa Tanggulangin, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen, tumpah ruah mengikuti rangkaian acara tradisi tahunan “Memetri Bumi dan Sedekah Laut” pada Rabu (15/7/2026). Acara yang berlangsung sejak pagi hingga larut malam ini menjadi wujud syukur masyarakat pesisir atas karunia alam, sekaligus doa bersama untuk keselamatan dan keberkahan desa.

 

Rangkaian kegiatan dimulai dengan doa bersama di Pendopo Balai Desa Tanggulangin pukul 10.00 WIB. Hadir dalam kesempatan tersebut Pemerintah Desa, tokoh masyarakat, lembaga desa, serta mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Yogyakarta.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Usai berdoa, prosesi dilanjutkan dengan larungan atau melarungkan sesaji berupa hasil bumi berbentuk “Gunungan” ke tengah laut di Pantai Urut Sewu. Kepala Desa Tanggulangin, Kasimin, menjelaskan bahwa tradisi warisan leluhur ini memiliki makna spiritual dan sosial yang mendalam.

 

“Ini bentuk syukur kita kepada Allah SWT dan wujud penghormatan kita kepada alam yang telah memberi kehidupan,” ungkap Kasimin saat ditemui di lokasi.

Baca Juga :  Polres Ngawi Raih Penghargaan Kinerja Selra pada anev Sitkamtibmas Polda Jatim

 

Kasimin menambahkan, doa yang dipanjatkan dalam prosesi tersebut berisi permohonan agar Desa Tanggulangin dijauhkan dari bencana. Selain itu, warga juga memohon kelancaran bagi para petani, serta keselamatan dan hasil tangkapan yang melimpah bagi para nelayan.

 

Kemeriahan mencapai puncaknya pada malam hari ketika pusat kegiatan berpindah ke halaman Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Jalan Lingkar Selatan (JLS) Tanggulangin. Sekitar pukul 21.00 WIB, pagelaran wayang kulit semalam suntuk dimulai dengan dalang Ki Manggung Bayu Aji membawakan lakon “Semar Mbangun Gapura”.

 

Pemilihan lakon tersebut tidak lepas dari pesan moral yang ingin disampaikan kepada masyarakat. Tokoh Semar dalam cerita digambarkan sebagai pamong bijaksana yang mengajak seluruh elemen masyarakat, lintas generasi, untuk bergotong royong membangun desa tanpa pamrih.

 

Baca Juga :  Polisi Ngawi Cek Stok BBM di SPBU Tambakromo, Pastikan Tak Ada Kelangkaan dan Kecurangan di Geneng

“Harapannya melalui seni budaya ini, masyarakat semakin rukun, saling membangun, dan tradisi leluhur tetap lestari,” jelas Kasimin.

 

Pagelaran yang berlangsung hingga menjelang dini hari itu berhasil menarik antusiasme ratusan penonton. Warga tampak duduk lesehan, menyimak alur cerita, dan sesekali memberikan tepuk tangan saat adegan lucu dari para punakawan muncul.

 

Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dan tokoh penting, menunjukkan dukungan nyata pemerintah terhadap pelestarian budaya tingkat desa. Tampak hadir Anggota DPRD Kabupaten Kebumen dari Fraksi Partai Gerindra, Sunardi, serta Camat Klirong, Eko Purwanto, bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

 

Turut hadir pula Paguyuban Kepala Desa se-Kecamatan Klirong, tokoh agama, dan tokoh masyarakat. Kasimin menyampaikan apresiasi tinggi atas kehadiran para tamu undangan.

 

“Kami mengucapkan beribu-ribu terima kasih kepada Bapak Anggota DPRD, Forkopimcam, Bapak Camat, para Kades se-Klirong, serta seluruh masyarakat yang telah meluangkan waktu hadir,” ucapnya.

Baca Juga :  Jelang May Day 2026, Kapolres Madiun Kota Perkuat Sinergi dengan Serikat Buruh untuk Jaga Kondusivitas

 

Bagi warga lokal, keberadaan acara budaya seperti ini dinilai penting untuk regenerasi nilai-nilai luhur. Salah satu warga Desa Tanggulangin mengungkapkan kebahagiaannya melihat anak-anak muda kembali tertarik pada kesenian tradisional.

 

“Senang sekali ada wayang kulit semalam suntuk. Anak-anak muda jadi tahu budaya kita. Dulu sering, sekarang jarang. Mudah-mudahan tahun depan lebih meriah lagi,” tandasnya.

 

Sementara itu, mahasiswa KKN UPN Veteran Yogyakarta yang terlibat dalam kegiatan tersebut menilai “Memetri Bumi dan Sedekah Laut” bukan sekadar ritual semata. Tradisi ini berfungsi sebagai jembatan penghubung antara generasi tua dan muda, serta sarana pendidikan karakter tentang rasa syukur, kebersamaan, dan cinta lingkungan.

 

Dengan partisipasi aktif masyarakat dan dukungan penuh dari pemerintah desa maupun kecamatan, diharapkan tradisi ini terus hidup, berkembang, dan menjadi daya tarik wisata budaya baru di pesisir selatan Kebumen.

 

(SND)

Berita Terkait

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten
Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun
Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel
Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat
Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan
Api Lahap Lahan Tebu di Patihan, Petugas Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas
Dua Kebakaran Lahan Terjadi di Kebumen dalam Sehari, 5,7 Hektare Terdampak
Sinergitas Forkopimcam Bonorowo, Kapolsek dan Camat Sambangi Koramil dalam Peringatan HUT TNI ke-81
Berita ini 32 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:17 WIB

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel

Selasa, 6 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Api Lahap Lahan Tebu di Patihan, Petugas Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas

Berita Terbaru