BPD dan Masyarakat Tegas Menolak SP, Keberadaan Kades Sokoharjo Dipertanyakan?

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026 - 11:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Purworejo – Lembaga Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mengadakan rapat darurat untuk membahas penolakan Surat Peringatan (SP) 1, SP 2, dan SP 3 yang diberikan oleh Kepala Desa (Kades) kepada Sekretaris Desa (Sekdes) Desa Sokoharjo Kecamatan Kutoarjo Kabupaten Purworejo.

 

Namun, yang menjadi sorotan adalah tidak hadirnya dinas terkait, seperti Dinas PMD, Inspektorat, dan Camat Kutoarjo, yang diundang dalam rapat tersebut. Hanya perwakilan dari Koramil Kutoarjo yang hadir.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Mengapa dinas terkait tidak hadir? Apakah mereka tidak sokong? Apakah mereka tidak peduli dengan masalah ini?,” terang TP, Senin (09/03/2026).

 

TP, anggota BPD memberikan keputusan dari hasil rapat tersebut dengan hasil penolakan.

 

“Dengan ini, kami menegaskan bahwa seluruh anggota yang hadir dalam rapat ini memutuskan untuk menolak SP yang diberikan oleh Kades kepada Sekdes. Kami meminta Kades untuk mencabut SP tersebut dan meminta maaf kepada Sekdes,” lanjutnya.

Baca Juga :  Malam Tasyakuran HUT Kemerdekaan RI ke-81, Warga Dusun Wadaslintang Pererat Silaturahmi dan Semangat Kebersamaan

 

Salah satu tokoh masyarakat, AJ juga menyatakan bahwa tidak hadirnya dinas terkait menunjukkan bahwa mereka tidak serius dalam menangani masalah ini.

 

“Kami menuntut jawaban dari dinas terkait. Mengapa mereka tidak hadir? Apakah mereka tidak tahu bahwa masalah ini sangat penting?” tegas AJ.

Tokoh masyarakat lainnya, BU menyatakan bahwa ketidak hadirnya dari dinas terkait adalah sebuah kesalahan besar.

 

“Kami tidak bisa menerima alasan apapun. Mereka harus hadir dan memberikan penjelasan yang jelas tentang masalah ini,” katanya.

 

Sementara itu, EN salah satu perangkat desa, juga menolak keras terkait SP yang diberikan kepada Sekdes.

 

“Saya sangat tidak setuju dengan keputusan Kades yang memberikan SP kepada Sekdes. Sekdes kami adalah orang yang sangat baik dan profesional, tidak ada alasan untuk memberikan SP kepadanya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Mediasi Sengketa Lahan di Barito Timur Gagal, Perwakilan PT Multi Tambang Jaya Utama 'Walk Out'

 

EN juga menambahkan bahwa pihaknya akan mendatangi kantor kecamatan atas dasar kesepakatan bersama.

 

“Kami akan mendatangi kantor kecamatan untuk meminta penjelasan dan solusi atas masalah ini. Kami berharap Camat Kutoarjo dapat membantu menyelesaikan masalah ini,” imbuhnya.

 

Tokoh masyarakat, MB, juga mengeluarkan kecaman keras terhadap Kades Sokoharjo dan dinas terkait.

 

“Kami sangat mengecam tindakan Kades Sokoharjo yang sewenang-wenang dan tidak bertanggung jawab. Kami juga mengecam dinas terkait yang tidak hadir dalam rapat ini. Kami tidak akan membiarkan mereka menginjak-injak martabat desa kami,” tuturnya.

 

MB menambahkan bahwa masyarakat Desa Sokoharjo siap membangun desanya sendiri jika Kades Sokoharjo tidak mau bekerja sama.

Baca Juga :  Ketum PPWI Wilson Lalengke Terima Sahabat Dari Pakistan

 

“Kami siap membangun desa kami sendiri, kami tidak butuh Kades yang tidak bertanggung jawab. Kami akan tunjukkan bahwa kami bisa membangun desa kami sendiri,” tandasnya.

 

Masyarakat Desa Sokoharjo kompak dan bersatu untuk melawan kedzaliman dari oknum yang tidak bertanggungjawab. Mereka tidak mau desanya diinjak-injak dan akan terus berjuang untuk keadilan.

 

“Kami tidak akan membiarkan Kades dan oknum lainnya menginjak-injak martabat desa, kami akan melawan dengan cara yang damai dan beradab,” pungkas salah satu warga desa.

 

Rapat darurat itu berakhir dengan keputusan untuk menolak keras SP yang diberikan Kades kepada Sekdes dan meminta Kades untuk mencabut SP tersebut. Masyarakat Desa Sokoharjo siap untuk terus berjuang dan melawan kedzaliman.

 

(SND)

Berita Terkait

APH Pembiaran? Dugaan Aktivitas Tambang Batu Tanpa Izin di Kalirancang Jadi Sorotan
Polres Kebumen Gelar Patroli Malam, Antisipasi Knalpot Brong dan Balap Liar
Kapolresta Pati Sambangi 7 Gereja, Jemaat Beribadah Aman dan Khidmat
Polresta Pati Sambangi 21 Masjid, Perkuat Kedekatan Bersama Masyarakat
Dikukuhkan hingga 2031, Pengurus PKB Magetan Diminta Bergerak untuk Rakyat
SABER Satlantas Polres Ngawi Hadir untuk Tiga Desa Terdampak Kekeringan di Bringin
Kapolsek Kartoharjo Evakuasi Penemuan Mayat di Kios Pasar Kotak Joyo, Polisi Duga Korban Meninggal Karena Sakit
Diduga Beroperasi Tanpa Izin, Galian Batu Putih di Banyumudal Kembali Aktif, Publik: APH Tutup Mata
Berita ini 158 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:13 WIB

APH Pembiaran? Dugaan Aktivitas Tambang Batu Tanpa Izin di Kalirancang Jadi Sorotan

Minggu, 11 Oktober 2026 - 14:57 WIB

Polres Kebumen Gelar Patroli Malam, Antisipasi Knalpot Brong dan Balap Liar

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Kapolresta Pati Sambangi 7 Gereja, Jemaat Beribadah Aman dan Khidmat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 12:08 WIB

Polresta Pati Sambangi 21 Masjid, Perkuat Kedekatan Bersama Masyarakat

Minggu, 11 Oktober 2026 - 10:17 WIB

Dikukuhkan hingga 2031, Pengurus PKB Magetan Diminta Bergerak untuk Rakyat

Berita Terbaru