Dialog Kebangsaan di Ngawi, Kapolres Ajak Masyarakat Perkuat Bhinneka Tunggal Ika melalui Deteksi Dini

- Redaksi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Ngawi – Menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Polres Ngawi bersama Pemerintah Kabupaten Ngawi menggelar Dialog Kebangsaan bertema “Merawat dan Memperkuat Bhinneka Tunggal Ika melalui Deteksi Dini oleh Masyarakat”

 

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bima Notosuman, Desa Watualang, Kecamatan Ngawi, tersebut dihadiri sekitar 100 peserta dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perguruan silat, mahasiswa, pelajar, akademisi, komunitas, media, hingga kelompok suporter.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama, S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa keberagaman merupakan kekuatan bangsa yang harus terus dirawat melalui kepedulian dan sinergi seluruh elemen masyarakat.

 

“Kita memiliki tujuan dan persepsi yang sama, yaitu menjaga ketenteraman dan keutuhan NKRI. Ngawi merupakan pintu gerbang Jawa Tengah dan Jawa Timur, sehingga keberagaman di wilayah ini membutuhkan pengelolaan dan pemeliharaan yang luar biasa,” ujar Kapolres.

Baca Juga :  Ketua Komisi A DPRD Cilacap Sambut Groundbreaking Pertamina RU IV: Momentum Emas Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Buruh

 

Menurutnya, tantangan menjaga persatuan tidak hanya muncul dari lingkungan sekitar, tetapi juga dari ruang digital. Berbagai isu provokatif dan hoaks dapat menjadi benih perpecahan apabila tidak disikapi secara bijak.

 

“Benteng NKRI harus kita hadapi secara nyata melalui deteksi dini. Masing-masing dari kita harus memiliki kesadaran untuk memperkuat Bhinneka Tunggal Ika. Tingkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar agar gesekan-gesekan kecil dapat diminimalisasi,” tegasnya.

 

Kapolres juga menyampaikan tiga pilar penting dalam menjaga kondusivitas dan persatuan masyarakat.

 

Pertama, kepekaan sosial melalui kewaspadaan lingkungan, yakni membangun kepedulian terhadap berbagai situasi yang terjadi di sekitar.

 

Kedua, penguatan sinergitas tiga pilar, yaitu kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas, dengan membangun kepercayaan serta komunikasi dalam menyelesaikan setiap persoalan di wilayah.

Baca Juga :  Uang 2,3 Miliar Bumdesma Gombong Menghilangkan Tanpa Jejak? Korupsi Disorot Publik

 

Ketiga, bijak dalam bermedia sosial. Masyarakat diminta melakukan klarifikasi dan menyaring informasi sebelum menyebarkannya.

 

“Saring sebelum sharing. Klarifikasi sebelum memposting. Jangan sampai informasi yang belum jelas kebenarannya justru menjadi pemicu perpecahan,” pesan AKBP Prayoga.

 

Sementara itu, Wakil Bupati Ngawi Dr. Dwi Rianto Jatmiko, M.H., M.Si., yang sekaligus membuka kegiatan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas wilayah.

 

“Jika persatuan dan kondusivitas tidak kita rawat bersama, maka dampaknya akan dirasakan anak cucu kita. Karena itu, nasionalisme dan rasa memiliki terhadap bangsa harus terus kita tumbuhkan,” ungkapnya.

 

Ia juga mengingatkan bahwa penyalahgunaan media sosial, seperti penyebaran hoaks, adu domba, maupun informasi yang tidak jelas kebenarannya, dapat memicu kesalahpahaman dan ketersinggungan di tengah masyarakat.

 

Dialog kebangsaan kemudian dilanjutkan dengan diskusi yang menghadirkan Wakil Bupati Ngawi, Kepala MUI Kabupaten Ngawi Prof. Dr. K.H. A. Halil Thahir, M.H.I., serta Ketua FKUB Kabupaten Ngawi Drs. H. Moh. Wahib, M.Pd., sebagai narasumber.

Baca Juga :  Polres Magetan Raih Peringkat 1 Penyelesaian Perkara Tertinggi pada bulan Maret 2026

 

Forum tersebut juga diisi dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen bersama sebagai bentuk kesepakatan untuk menjaga persatuan, mencegah polarisasi dan provokasi, serta memperkuat kerukunan masyarakat.

 

Kegiatan ini menjadi momentum memperkuat komunikasi lintas elemen masyarakat, sekaligus merespons dinamika sosial yang berpotensi mengganggu kohesi dan persatuan bangsa.

Melalui dialog dan komitmen bersama tersebut, seluruh elemen masyarakat Ngawi diharapkan mampu menjadi bagian dari sistem deteksi dini, sehingga setiap potensi konflik dapat dicegah sejak awal dan kondusivitas wilayah tetap terjaga.

 

“Mari kita jadikan Ngawi sebagai pelopor daerah yang aman dan tenteram,” tutur Kapolres Ngawi, saat dikonfirmasi media pada Sabtu (15/8/2026).

 

(IPUNG/RED)

Berita Terkait

Perampok sadis di SPBU selokromo dibekuk resmob gabungan Polda jateng
Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 81, Polres Kebumen Bersihkan Asrama dan Jalan Sarbini
Sinergi Polri dan Insan Pers Makin Solid, SMSI Apresiasi Media Center Mapolresta Pati
Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua
Selamat Menjalankan Tugas Mulia, Dandim 0804/Magetan Hadiri Pengukuhan Paskibraka
Kebakaran Bengkel Kerja Lapas Ngawi Berhasil Dipadamkan, Seluruh Tahanan Dipastikan Aman
Bupati Magetan Nanik Sumantri Memimpin Pengukuhan 72 Anggota Paskibraka 2026
Warga Pagedangan Laporkan Dugaan Penggelapan Modal Lele dan Dua Kolam Bioflok ke Polres Kebumen
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:03 WIB

Perampok sadis di SPBU selokromo dibekuk resmob gabungan Polda jateng

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Sambut HUT Kemerdekaan RI ke 81, Polres Kebumen Bersihkan Asrama dan Jalan Sarbini

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Sinergi Polri dan Insan Pers Makin Solid, SMSI Apresiasi Media Center Mapolresta Pati

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:49 WIB

Intervensi Hukum dan Ironi Kemerdekaan: Menguji Profesionalisme Polri di Tanah Papua

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:47 WIB

Selamat Menjalankan Tugas Mulia, Dandim 0804/Magetan Hadiri Pengukuhan Paskibraka

Berita Terbaru