Konflik Pencarian BBL di Perairan Kebumen-Purworejo Jadi Sorotan, Nelayan Cilacap Harapkan Solusi Damai

- Redaksi

Minggu, 17 Mei 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen – Aktivitas pencarian Benih Bening Lobster (BBL) di wilayah perairan pantai Mirit-Kertojayan, Kabupaten Kebumen, belakangan menjadi perhatian sejumlah kalangan nelayan. Situasi tersebut muncul setelah adanya pembatasan terhadap nelayan luar daerah yang melakukan pencarian BBL di kawasan pesisir Kebumen-Purworejo.

 

Sejumlah nelayan asal Kabupaten Cilacap mengaku keberatan dengan pembatasan tersebut. Mereka menilai lokasi pencarian BBL yang selama ini digunakan masih berada dalam wilayah pengelolaan perikanan yang sama, sehingga menurut mereka aktivitas penangkapan masih dapat dilakukan selama mengikuti aturan yang berlaku.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Salah seorang nelayan asal Cilacap berinisial BG mengatakan, para nelayan pengguna alat tangkap jodang lampu berharap ada kejelasan aturan terkait aktivitas pencarian BBL di kawasan tersebut.

 

“Kami hanya ingin bekerja dan mencari nafkah untuk keluarga. Selama ini kami merasa menggunakan alat tangkap yang sesuai ketentuan dan tidak bermaksud menimbulkan konflik dengan nelayan lain,” ujarnya saat ditemui tim media, Minggu (17/5/2026).

 

Menurut keterangan BG, nelayan pengguna jodang lampu mengaku tetap berupaya menjaga hubungan baik dengan nelayan lokal serta menghindari aktivitas yang dapat merugikan pihak lain.

Baca Juga :  Polda PBD Tegakkan Keadilan: Mafia Tanah Asal Malaysia, Paulus George Hung, Tetap Tersangka

 

“Kami memahami ada kearifan lokal yang selama ini dijaga masyarakat pesisir. Karena itu kami juga berharap ada komunikasi yang baik supaya semua bisa mencari solusi bersama,” katanya.

 

Hal senada disampaikan nelayan lainnya berinisial DN. Ia mengaku berharap ada penjelasan resmi terkait dasar pembatasan aktivitas pencarian BBL di wilayah pantai Mirit-Kertojayan.

 

“Kami berharap ada kejelasan aturan dan penjelasan resmi dari pihak terkait agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lapangan,” ucapnya.

 

DN menyebut sebagian nelayan mengaku telah cukup lama melakukan aktivitas pencarian BBL di wilayah selatan Jawa tersebut. Oleh sebab itu, mereka berharap persoalan yang muncul dapat diselesaikan melalui dialog dan mediasi.

 

“Kami berharap semua pihak bisa duduk bersama supaya tidak terjadi gesekan antar nelayan,” tambahnya.

 

Sementara itu, nelayan lain berinisial WW menyampaikan bahwa sejumlah nelayan telah mencoba meminta klarifikasi kepada pihak terkait mengenai aturan penangkapan BBL di kawasan tersebut. Namun, menurutnya, sebagian nelayan masih merasa membutuhkan penjelasan lebih rinci agar tidak terjadi perbedaan penafsiran di lapangan.

Baca Juga :  Dari Masjid ke Mapolsek, Kapolresta Pati Pastikan Polisi Siap Layani Masyarakat

 

“Kami berharap ada solusi yang jelas dan adil sehingga nelayan bisa bekerja dengan aman,” ujarnya.

 

Situasi di kawasan pesisir selatan Kebumen-Purworejo sendiri disebut menjadi perhatian sejumlah nelayan karena aktivitas pencarian BBL melibatkan nelayan dari berbagai daerah. Kondisi tersebut dinilai memerlukan komunikasi yang baik agar aktivitas ekonomi masyarakat pesisir tetap berjalan tanpa menimbulkan konflik berkepanjangan.

 

Sebagian nelayan berpendapat bahwa wilayah perairan selatan Jawa, termasuk kawasan yang masuk Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP NRI) 573, merupakan kawasan yang selama ini dimanfaatkan bersama sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, mereka juga berharap seluruh aktivitas tetap memperhatikan aturan pemerintah, keselamatan nelayan, serta kondisi sosial masyarakat pesisir setempat.

 

Para nelayan berharap pemerintah daerah, aparat terkait, dan instansi kelautan dapat memfasilitasi dialog terbuka guna mencari jalan tengah yang dapat diterima semua pihak.

Baca Juga :  Cegah Bullying dan Narkoba Sejak Dini, Polisi Ngawi Edukasi 920 Pelajar SMPN 1 Geneng

 

“Kami ingin suasana tetap aman dan damai. Harapan kami tidak ada konflik ataupun hal-hal yang tidak diinginkan di laut,” ungkap salah satu nelayan.

 

Di sisi lain, sejumlah pihak menilai penyelesaian melalui pendekatan dialogis menjadi langkah penting guna menjaga kondusivitas kawasan pesisir selatan. Selain menyangkut mata pencaharian masyarakat, persoalan tersebut juga berkaitan dengan keberlangsungan aktivitas nelayan tradisional yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut.

 

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari instansi terkait mengenai mekanisme pembatasan maupun pengaturan aktivitas pencarian BBL di wilayah pantai Mirit-Kertojayan. Media ini masih berupaya menghimpun informasi tambahan dari pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan yang berimbang.

 

Masyarakat berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan komunikasi yang baik demi menjaga keamanan, ketertiban, dan hubungan harmonis antar nelayan di wilayah pesisir selatan Jawa.

 

(TIM)

Berita Terkait

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial
HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim
Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!
Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman
Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?
Lawan Kriminalisasi Ko Ilma Fiela Sari, Koalisi Organisasi Perempuan Mengadu ke Komnas Perempuan
Babinsa Koramil 10/Sine dan Warga Sigap Padamkan Kebakaran Lahan Jati di Ploso Kerep
Desa Trimulyo Menatap Masa Depan: Among Pribadi Siap Lanjutkan Pengabdian Periode Kedua
Berita ini 162 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 00:23 WIB

Rencana Aksi Dukungan Pemerintah di Jakarta: Antara Klaim Aspirasi Warga Kebumen dan Kritik Pedas di Media Sosial

Selasa, 25 Agustus 2026 - 20:42 WIB

HUT ke-7 Media Lensa Polri, Momentum Berbagi dan Peduli Bersama Anak Yatim

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:36 WIB

Galian Tanah Berkedok “Normalisasi” di Sruweng Kebumen, Publik: Pemkab dan APH Dituntut Tegas!

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:26 WIB

Kirab Gunungan Jaler Estri Semarakkan Maulid Nabi, Babinsa Taman Pastikan Kegiatan Berjalan Aman

Selasa, 25 Agustus 2026 - 09:40 WIB

Korban Pencurian Tetap Diproses melalui Rekayasa Hukum, Suara DPR RI Tak Dianggap?

Berita Terbaru