NGuri – nguri Bersih Desa Suratmajan Digelar di Punden Sendang Dukuh, Tradisi Tari Gaplikan dan Tayub Langen Beksan Jadi Perekat Warga

- Redaksi

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Magetan – Tradisi bersih desa kembali digelar masyarakat Desa Suratmajan, Kecamatan Maospati , Kabupaten Magetan, Sabtu. (22/8/2026). Berlangsung di kawasan Punden Desa Suratmajan , kegiatan tersebut menjadi momentum warga untuk mengungkapkan rasa syukur sekaligus menjaga tradisi dan kesenian warisan leluhur.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan tasyakuran Potong Tumpeng yang diikuti pemerintah desa Suratmajan dan masyarakat Suratmajan, Usai doa bersama, suasana semakin meriah dengan pertunjukan kesenian tari Gaplikan dan tayuban Langen Beksan .yang menjadi salah satu kesenian tradisional yang masih dipertahankan masyarakat Desa Suratmajan.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Kepala Desa Suratmajan,Wahyu Heri Prahmono, menyampaikan, bersih desa memiliki makna penting bagi masyarakat. Menurutnya, tradisi tersebut bukan hanya kegiatan tahunan, melainkan menjadi sarana untuk mempererat hubungan antarwarga sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur atas segala hal yang telah diterima masyarakat selama setahun terakhir,” Ujarnya.

Baca Juga :  Perkuat Sinergitas, Kapolres Ngawi Terima Silaturahmi Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten setempat

 

“Bersih desa ini merupakan bentuk rasa syukur kita kepada Tuhan Yang Maha Esa. Kita berkumpul bersama, berdoa dan berharap Desa Suratmajan ke depan semakin aman, tenteram, masyarakatnya semakin guyub dan diberikan keberkahan,” ujar Wahyu Heri Prahmono.

 

Ia menjelaskan, pemilihan Punden sebagai lokasi kegiatan juga tidak terlepas dari nilai sejarah dan budaya yang melekat di Desa Suratmajan tersebut. Punden menjadi bagian dari warisan yang terus dijaga masyarakat dan menjadi salah satu simbol penting dalam tradisi Desa Suratmajan.

 

“Punden ini memiliki nilai sejarah bagi masyarakat Desa Suratmajan. Karena itu, melalui kegiatan seperti ini kami ingin terus menjaga dan merawat tradisi yang sudah diwariskan para leluhur,” Ucapanya.

Baca Juga :  SMSI Dorong Transparansi Dana Publikasi, Minta BPK Perkuat Pengawasan dan Audit di Instansi Negara

 

Menurut Wahyu, pelestarian tradisi juga perlu melibatkan generasi muda. Sebab, keberlangsungan budaya lokal tidak cukup hanya mengandalkan generasi terdahulu, tetapi harus diteruskan dan dikenalkan kepada anak-anak muda.

 

“Jangan sampai anak-anak kita hanya mengenal budaya dari luar, sementara budaya sendiri justru dilupakan. Tayub dan Gaplikan tradisi bersih desa ini merupakan bagian dari kekayaan budaya yang harus kita rawat bersama,” tegasnya.

 

Di sisi lain, pertunjukan tayub dalam rangkaian bersih desa menjadi hiburan yang mampu menarik perhatian warga. Masyarakat tampak antusias menyaksikan jalannya pertunjukan sekaligus memanfaatkan momentum tersebut untuk berkumpul dan bersilaturahmi.

 

Wahyu Heri berharap tradisi bersih desa dapat terus dilaksanakan secara konsisten setiap tahun. Lebih dari sekadar ritual budaya, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat semangat gotong royong dan persatuan masyarakat.

Baca Juga :  Ormas Gibas Sambangi KPK, Pertanyakan Transparansi dan Dugaan Maladministrasi Seleksi Sekda Cilacap

 

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Dengan bersih desa ini, kita ingin seluruh masyarakat Suratmajan semakin rukun, guyub dan saling menjaga. Tradisi boleh terus berkembang mengikuti zaman, tetapi nilai kebersamaan dan gotong royong jangan sampai hilang,” Tegasnya.

 

Tradisi bersih desa di Punden pun kembali menegaskan bahwa kearifan lokal masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Suratmajan. Tasyakuran dan tayuban bukan sekadar rangkaian acara, tetapi menjadi cara warga merawat hubungan sosial sekaligus menjaga warisan budaya agar tetap hidup di tengah perubahan zaman,” Pungkasnya.

 

(IPUNG/RED)

Berita Terkait

Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata
Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo
Angin Kencang Api Cepat Menjalar, Personel Koramil Dagangan, Dengan Sigap Membantu Pemadaman Kebakaran
Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Danramil Bringin Bersama BPBD Sosialisasikan Penanggulangan Bencana dan Pengetahuan Hukum
Dampak Galian Pasir di Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Desak Penertiban Tegas
Replik Pemohon: Praperadilan Jadi Ruang Menguji Argumentasi Hukum
Kasad Maruli Simanjuntak Dorong Pembangunan Jembatan dan Air Bersih, TNI Hadir untuk Rakyat
Tim Kuasa Hukum Pemohon Sampaikan Replik dalam Sidang Ketiga Praperadilan di Pati
Berita ini 15 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:49 WIB

Aktivitas Galian Pasir di Pesisir Ayamputih Mengancam Fungsi Tanggul Alami, APH Jangan Tutup Mata

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:36 WIB

Di Duga Oknum AMPB Intimidasi Wartawan Saat Mengawal Prapid H Utomo

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 07:31 WIB

Angin Kencang Api Cepat Menjalar, Personel Koramil Dagangan, Dengan Sigap Membantu Pemadaman Kebakaran

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:52 WIB

Tingkatkan Kesiapsiagaan Warga, Danramil Bringin Bersama BPBD Sosialisasikan Penanggulangan Bencana dan Pengetahuan Hukum

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:12 WIB

Dampak Galian Pasir di Pesisir Tanggulangin Dikeluhkan Warga, Desak Penertiban Tegas

Berita Terbaru