Penegakan di Jantung Penegak Hukum: PPWI Aceh Timur Kecam Kebrutalan di Polda Metro Jaya

- Redaksi

Senin, 30 Maret 2026 - 19:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Aceh Timur – Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Aceh Timur mengutuk keras aksi premanisme yang terjadi di ruang penyidik Polda Metro Jaya beberapa hari lalu, yang menimpa seorang warga Aceh Timur bernama Faisal (50).

 

Faisal yang datang dengan itikad baik untuk memenuhi undangan resmi aparat dalam rangka menjalani proses konfrontir, justru diperlakukan seolah kehilangan seluruh hak dan perlindungan hukumnya sebagai warga negara. Ia tidak dilindungi, bahkan menjadi korban kekerasan brutal di dalam institusi yang seharusnya menjamin keadilan.

 

Di ruang yang semestinya menjadi simbol penegakan hukum, Faisal dihajar secara membabi buta oleh lebih dari 20 orang preman. Aksi tersebut berlangsung tanpa rasa takut, tanpa hambatan, dan yang paling mencengangkan, tanpa adanya pencegahan yang berarti dari aparat yang berada di lokasi.

 

Ketua PPWI Aceh Timur, Zulkifli Aneuk Syuhada, menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar kelalaian, melainkan bentuk kegagalan serius negara dalam menjalankan fungsi perlindungan terhadap warganya. Ia menilai kejadian tersebut telah mencederai rasa keadilan serta merusak kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Baca Juga :  DPRD Blora Ultimatum Karaoke Ilegal: Tutup atau Ditindak, Miras Ilegal Jadi Target Operasi

 

“Tidak boleh ada ruang bagi premanisme, apalagi di dalam institusi hukum. Ini adalah tamparan keras bagi supremasi hukum di Indonesia. Kami mendesak agar kasus ini diusut secara transparan, profesional, dan tanpa pandang bulu,” tegas Zulkifli. Senin 30 Maret 2026.

 

Lebih lanjut, ia meminta aparat penegak hukum untuk segera menangkap dan memproses seluruh pelaku, serta melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengamanan di lingkungan Polda Metro Jaya.

Baca Juga :  Dekat Kantor Polisi, Miras Bebas Dijual! Ada Apa Dibalik Pembiaran di Gombong?

 

“Jika peristiwa ini tidak ditangani secara serius dan terbuka, maka publik berhak mempertanyakan komitmen negara dalam melindungi rakyatnya. Ketika kekerasan bisa terjadi secara terang-terangan di dalam institusi hukum, maka yang dipertaruhkan bukan hanya keselamatan individu, tetapi juga masa depan kepercayaan masyarakat terhadap hukum itu sendiri,” ungkapnya.

 

PPWI Aceh Timur juga menyatakan solidaritas penuh terhadap Faisal dan berharap korban mendapatkan perlindungan serta keadilan yang seadil-adilnya.

 

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Putusan PN Tilamuta Picu Reaksi Publik, Dugaan Mafia Tanah Desa Molombulahe Kembali Mengemuka
Sidak Tambang Sayutan, DPRD dan ESDM Jatim Sepakat Dorong Penghentian Sementara Aktivitas Penambangan
Klirong Geger: Warga Tuntut Usut Tuntas, Takut Pelaku “Beli” Keadilan atas Kekerasan Seksual Anak
Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia
Sengketa Tanah di Rote Ndao: Seruan Moral untuk Keadilan dan Pelayanan Publik
Unit PPA Polres Kebumen Menang Praperadilan, Masyarakat Apresiasi Profesionalisme Penyidik
Intimidasi Wartawan KabarSBI.com Disorot Nasional, SPRI dan PPWI Minta Pelaku serta Aktor Intelektual Segera Dibekuk
Jaringan Kurir Sabu Lintas Kota Diamankan Polres Kebumen Berikut Barang Bukti Seberat 61,777 Gram
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:03 WIB

Putusan PN Tilamuta Picu Reaksi Publik, Dugaan Mafia Tanah Desa Molombulahe Kembali Mengemuka

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:07 WIB

Sidak Tambang Sayutan, DPRD dan ESDM Jatim Sepakat Dorong Penghentian Sementara Aktivitas Penambangan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:04 WIB

Klirong Geger: Warga Tuntut Usut Tuntas, Takut Pelaku “Beli” Keadilan atas Kekerasan Seksual Anak

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:04 WIB

Mengapa ‘Ijasah Jokowi’ Jadi Taruhan Moral Bangsa? Wilson Lalengke Bawa Plato dan Kant untuk Uji Kejujuran Indonesia

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:01 WIB

Sengketa Tanah di Rote Ndao: Seruan Moral untuk Keadilan dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru