Pengeroyokan Wartawan di Minahasa Tenggara, Cermin Buramnya Penegakan Hukum dan Arogansi Mafia BBM

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026 - 07:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Minahasa tenggara – Aksi brutal yang diduga dilakukan oleh kelompok mafia BBM terhadap seorang wartawan kembali memantik kemarahan publik. Insiden pengeroyokan terhadap wartawan berinisial O alias Onal di SPBU Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Sulawesi Utara)pada Kamis, 3 Maret 2026, hingga kini dinilai belum ditangani secara serius oleh aparat penegak hukum.

 

SPBU tersebut disebut-sebut merupakan milik Bupati Minahasa Tenggara berinisial RK alias Ronald Kandoli, yang selama ini diduga menjadi titik aktivitas penyelewengan BBM bersubsidi oleh para mafia solar di wilayah Mitra.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Peristiwa kekerasan terhadap wartawan yang tengah melakukan pemantauan dugaan penyalahgunaan BBM subsidi itu justru memunculkan tanda tanya besar. Hingga saat ini, Polres Minahasa Tenggara dan Polsek setempat dinilai belum menunjukkan langkah tegas terhadap para pelaku pengeroyokan maupun jaringan mafia BBM yang diduga beroperasi di lokasi tersebut.

 

Situasi ini memicu kecurigaan publik. Banyak pihak mempertanyakan mengapa aparat penegak hukum terkesan lamban bahkan seolah tutup mata terhadap praktik mafia BBM yang diduga sudah berlangsung lama di SPBU tersebut.

Baca Juga :  386 Unit SPPG di Jawa Tengah Dihentikan Operasionalnya Akibat Belum Penuhi Standar IPAL

 

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa SPBU Tababo diduga kerap beroperasi di luar jam operasional normal, yang disinyalir menjadi modus untuk melayani para mafia BBM yang melakukan pembelian dalam jumlah besar menggunakan kendaraan modifikasi.

 

Kontroversi semakin memanas setelah VR alias Vanda Rantung, yang disebut-sebut sebagai orang kepercayaan pemilik SPBU sekaligus koordinator di lokasi, memberikan respons yang dinilai tidak menunjukkan empati terhadap kekerasan yang dialami wartawan.

 

Menurut keterangan korban, saat dimintai klarifikasi terkait insiden tersebut, Vanda justru menyampaikan pernyataan yang dianggap menantang media.

 

“Silakan diberitakan. Saya tidak takut kalau ini diangkat ke media. Saya tidak kenal dengan para pelaku pemukulan itu,” ujar korban menirukan pernyataan Vanda.

 

Bahkan, menurut korban, Vanda juga sempat melontarkan kalimat bernada meremehkan.

 

“Kypa so ngoni datang di situ, itu dorang pe rumah,” ucap Vanda sambil tertawa.

Baca Juga :  975 Warga Ikuti Bakti Kesehatan Gratis, Kapolda Jateng Tegaskan Komitmen Hadir untuk Masyarakat

 

Pernyataan tersebut semakin memicu kemarahan berbagai pihak yang menilai ada arogansi serta dugaan kuat bahwa aktivitas mafia BBM di lokasi tersebut merasa kebal hukum.

 

Menanggapi kejadian ini, Ketua Lidikkrimsus RI Provinsi Sulawesi Utara, Hendra Tololiu, SE., CPLA, melontarkan kritik keras terhadap kinerja aparat kepolisian di wilayah Minahasa Tenggara.

 

Menurutnya, jika Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Mitra tidak mampu menindak para mafia BBM yang diduga terang-terangan beroperasi di wilayah hukum mereka, maka lebih baik mundur dari jabatan.

 

“Kalau Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara memang tidak mampu atau tidak berani menindak tegas mafia BBM, lebih baik mundur dari jabatan secara terhormat daripada membiarkan hukum dipermainkan,” tegas Hendra.

 

Ia juga secara terbuka menantang Kapolda Sulawesi Utara dan Propam Polda Sulut untuk segera mengevaluasi bahkan mencopot Kapolres dan Kasat Reskrim Polres Minahasa Tenggara jika terbukti lalai atau tidak serius dalam memberantas praktik mafia BBM di daerah tersebut.

Baca Juga :  Jelang Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kebumen Ungkap Sejumlah Kasus Kriminal dan Narkoba

 

Lebih jauh, Hendra meminta Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kapolda Sulawesi Utara Irjen Pol Roycke Harry Langie, serta BPH Migas untuk turun tangan langsung membongkar jaringan mafia BBM yang diduga beroperasi di Kabupaten Minahasa Tenggara.

 

Menurutnya, praktik penyelewengan BBM bersubsidi bukan hanya merugikan negara, tetapi juga merampas hak masyarakat kecil yang seharusnya menikmati subsidi dari pemerintah.

 

“Pengeroyokan terhadap wartawan ini adalah sinyal kuat bahwa ada jaringan mafia yang merasa dilindungi dan kebal hukum. Jika ini dibiarkan, maka kepercayaan publik terhadap aparat penegak hukum akan runtuh,” pungkasnya.

 

Kasus ini kini menjadi sorotan luas masyarakat Sulawesi Utara. Publik menunggu ketegasan aparat kepolisian untuk mengungkap siapa sebenarnya aktor di balik dugaan mafia BBM di SPBU Tababo, sekaligus menindak tegas para pelaku kekerasan terhadap wartawan yang tengah menjalankan tugas jurnalistiknya.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Di Tengah Himpitan Ekonomi, Win Suwarto Tawarkan “Win-Win Solution” SEMUA BISA LUNAS UTANG
Seruan Wilson Lalengke di Forum Keamanan Militer Global: Penghentian Konflik Rusia-Ukraina adalah Keharusan
Menghidupkan Kembali Roh Kebangsaan Melalui “Holopis Kuntul Baris”
Buntut Intimidasi Ruang Redaksi, Wilson Lalengke Seret Kuasa Hukum Martin Tampubolon ke Mabes Polri
Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Mesin TPS3R di Wonosobo, Tim KJN Desak Investigasi Mendalam
Demi Akses Semakin Mudah, Dandim 0804/Magetan Tinjau Langsung Progres Pembangunan Jembatan Aramco di Desa Ginuk
Di Tengah Gelombang Kredit Macet, Win Suwarto, S.Sy, MBS Tawarkan Jalan Keluar Hukum bagi Debitur
Dandim 0804/Magetan Sambut Kunjungan Kerja Menteri Pertahanan RI di Wilayah Jajaran Kodam V/Brawijaya
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 17:21 WIB

Di Tengah Himpitan Ekonomi, Win Suwarto Tawarkan “Win-Win Solution” SEMUA BISA LUNAS UTANG

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:57 WIB

Seruan Wilson Lalengke di Forum Keamanan Militer Global: Penghentian Konflik Rusia-Ukraina adalah Keharusan

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:54 WIB

Menghidupkan Kembali Roh Kebangsaan Melalui “Holopis Kuntul Baris”

Sabtu, 11 Juli 2026 - 11:50 WIB

Buntut Intimidasi Ruang Redaksi, Wilson Lalengke Seret Kuasa Hukum Martin Tampubolon ke Mabes Polri

Jumat, 10 Juli 2026 - 13:23 WIB

Dugaan Ketidaksesuaian Spesifikasi Mesin TPS3R di Wonosobo, Tim KJN Desak Investigasi Mendalam

Berita Terbaru