Detikdimensi.com Kota Madiun – Dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan wilayah, Polsek Kartoharjo bersama unsur tiga pilar dan elemen masyarakat menggelar Rapat Koordinasi Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kecamatan Kartoharjo Tahun 2026, Kamis (23/4/2026) pagi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut berlangsung di Aula Karta Praja Kecamatan Kartoharjo, Jalan Pelita Tama, Kelurahan Oro-oro Ombo, Kota Madiun, dan dipimpin langsung oleh Camat Kartoharjo, Yayak Muflihana Hanik, S.I.Kom, dengan diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai unsur.
Hadir dalam kegiatan tersebut di antaranya perwakilan Koramil Kartoharjo, Sekretaris Bakesbangpol Kota Madiun, jajaran Polsek Kartoharjo, kepala KUA, kepala puskesmas, lurah se-Kecamatan Kartoharjo, Bhabinkamtibmas, Babinsa, hingga perwakilan perguruan silat, ojek online, mahasiswa, serta paguyuban pasar.
Dalam sambutannya, Camat Kartoharjo menegaskan bahwa konflik sosial dapat dipicu oleh berbagai faktor, seperti perbedaan individu, latar belakang budaya, perubahan sosial yang cepat, komunikasi yang buruk, hingga provokasi.
Ia juga mengapresiasi seluruh pihak, khususnya perguruan silat, yang telah menjaga kondusivitas wilayah selama rangkaian kegiatan masyarakat berlangsung aman.
“Melalui koordinasi ini, kita satukan langkah demi menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, terlebih menjelang momentum Hari Buruh pada 1 Mei mendatang,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Bakesbangpol Kota Madiun menyoroti maraknya provokasi melalui media sosial yang kerap memicu konflik. Selain itu, isu penerimaan siswa baru dan dampak kenaikan harga BBM juga disebut sebagai potensi kerawanan sosial yang perlu diantisipasi bersama.
Sementara itu Kapolsek Kartoharjo Kompol Mujo Prajoko, S.H., M.H.,yang mewakili Kapolres Madiun Kota menegaskan bahwa isu nasional dapat berdampak langsung pada situasi daerah.
Oleh karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah, dan seluruh elemen masyarakat sangat diperlukan dalam menjaga harkamtibmas.
Ia juga menekankan pentingnya peran Sabuk Kamtibmas, yakni kolaborasi strategis antara aparat keamanan dan masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, buruh, komunitas ojek online, hingga paguyuban pedagang, dalam menciptakan keamanan swakarsa.
“Keamanan tidak datang dengan sendirinya, tetapi harus diciptakan bersama. Komunikasi menjadi kunci utama dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul di masyarakat,” tegasnya.
Kegiatan yang berlangsung hingga pukul 10.47 WIB tersebut berjalan aman, lancar, dan kondusif. Rakor ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi serta komunikasi antar elemen masyarakat dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban di wilayah Kota Madiun tetap kondusif.
(IPUNG/RED)









