Polda Jatim Ungkap Produksi MinyaKita Ilegal, Empat Orang Ditetapkan Tersangka

- Redaksi

Rabu, 22 April 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Surabaya – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jatim mengungkap kasus tindak pidana produksi minyak goreng sawit merk MinyaKita ilegal yang tidak memenuhi standar mutu, label, dan takaran.

Dalam pengungkapan ini, Ditreskrimsus Polda Jatim menetapkan Empat orang tersangka masing-masing berinisial HPT (38) selaku pemilik modal, MHS (32) dan SST (51) sebagai pengawas, serta ARS (29) sebagai operator produksi.

Hal itu seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast saat menggelar konferensi pers, Selasa (21/4/2026).

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Pada hari ini kami menyampaikan terkait pengungkapan kasus tindak pidana produksi minyak goreng sawit MinyaKita ilegal, khususnya yang berkaitan dengan standar mutu, label, dan takaran,” ujar Kombes Abast.

Baca Juga :  Jelang Ramadan, Rutan Cipinang Gelar Sidak Gabungan Bersama TNI-Polri

 

Kabid Humas Polda Jatim menegaskan, pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen kepolisian dalam melindungi konsumen serta menindak pelanggaran di sektor industri pangan.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Jatim Kombes Pol Roy H.M Sihombing menjelaskan, pengungkapan dilakukan di sebuah pergudangan di wilayah Sedati, Kabupaten Sidoarjo.

 

Dari hasil penyelidikan, perusahaan tersebut diketahui tidak terdaftar secara resmi dan tidak memiliki izin usaha maupun sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI).

Selain itu, pelaku juga mencantumkan nomor BPOM yang tidak sesuai dengan produk.

 

“Dalam praktiknya, tersangka memproduksi minyak goreng dengan takaran yang tidak sesuai label,” kata Kombes Roy.

 

Ia mengatakan untuk kemasan 1 liter, isi hanya sekitar 700 hingga 900 mililiter, sedangkan kemasan 5 liter hanya berisi sekitar 4.600 mililiter.

Baca Juga :  Kapolres Ngawi Berikan Bingkisan dan Salurkan Zakat Fitrah Anggota untuk Masyarakat

Kombes Roy menambahkan, dari hasil pemeriksaan diketahui praktik ini telah berlangsung sejak Desember 2025 dengan kapasitas produksi mencapai 900 hingga 1.000 karton per sekali produksi dan omzet sekitar Rp.234 juta.

 

“Produk tersebut didistribusikan ke sejumlah daerah, seperti Jember, Tarakan, dan Trenggalek,” terang Kombes Roy.

 

Modus operandi para pelaku yakni membeli minyak goreng curah dari distributor resmi di Surabaya, kemudian mengemas ulang (repacking) menggunakan merek MinyaKita tanpa izin.

Proses produksi dilakukan dengan mengatur mesin agar isi kemasan lebih sedikit dari yang tertera pada label.

 

Selain mengamankan tersangka, petugas juga menyita sejumlah barang bukti, di antaranya mesin pengemasan, tangki penyimpanan minyak, puluhan kardus minyak goreng siap edar, hingga satu unit mobil tangki yang digunakan untuk distribusi bahan baku.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Bumi Etam Tuntut Prioritas Tenaga Kerja Lokal di PT Ganda Alam Makmur

Tidak hanya di satu lokasi, Polisi juga mengungkap praktik serupa di pergudangan lain di kawasan Taman, Sidoarjo.

 

“Pada lokasi kedua ini, perusahaan memiliki izin resmi, namun tetap melakukan pelanggaran dengan mengurangi takaran minyak dalam kemasan,” kata Kombes Roy.

 

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat dengan Pasal 120 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2014 tentang Perindustrian, Pasal 62 juncto Pasal 8 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Pasal 68 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2014 tentang Standardisasi dan Penilaian Kesesuaian, dengan ancaman pidana penjara hingga 5 tahun dan denda miliaran rupiah.

 

(IPUNG/RED)

Berita Terkait

Perkuat Sabuk Kamtibmas, Polsek Kartoharjo Gelar Rakor Tim Terpadu Antisipasi Konflik Sosial
Dugaan TPPO Anak di Kebumen Menguat: Nama Warga Karangmaja Muncul, Warga Desak Penyelidikan Transparan
Polres Kebumen Gelar Latihan Sispam Kota, Simulasikan Penanganan Demo hingga Anarkis
Lintah Darat Berkedok Pinjaman Instan, Teror Perantara, Bunga Mencekik di Padaherang
Dukung Program Jembatan Merah Putih Presisi, Polres Madiun Lakukan Kerja Bakti Massal di Jembatan Kresek
Peduli Lingkungan, Kapolres Bersama Anak-anak TK Kemala Bhayangkari 54 Ngawi Laksanakan Tanam Pohon
Warga Laporkan Dugaan TPPO dan Kekerasan Seksual Anak ke Polres Kebumen
Polres Kebumen Gelar Ujian Kesamaptaan Jasmani, Ukur Kesiapan Fisik Personel
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:27 WIB

Perkuat Sabuk Kamtibmas, Polsek Kartoharjo Gelar Rakor Tim Terpadu Antisipasi Konflik Sosial

Kamis, 23 April 2026 - 14:27 WIB

Dugaan TPPO Anak di Kebumen Menguat: Nama Warga Karangmaja Muncul, Warga Desak Penyelidikan Transparan

Kamis, 23 April 2026 - 14:04 WIB

Polres Kebumen Gelar Latihan Sispam Kota, Simulasikan Penanganan Demo hingga Anarkis

Kamis, 23 April 2026 - 11:23 WIB

Lintah Darat Berkedok Pinjaman Instan, Teror Perantara, Bunga Mencekik di Padaherang

Kamis, 23 April 2026 - 11:18 WIB

Dukung Program Jembatan Merah Putih Presisi, Polres Madiun Lakukan Kerja Bakti Massal di Jembatan Kresek

Berita Terbaru