Proyek Pengaspalan Jalan Poros Desa Sokoharjo 2025 Disinyalir Tidak Sesuai Perencanaan

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026 - 19:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Purworejo – Proyek pengaspalan jalan poros Desa Sokoharjo, Kecamatan Kutoarjo, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah, senilai Rp 179.159.577,- yang bersumber dari dana desa (DD) tahun 2025, disinyalir tidak sesuai dengan perencanaan awal.

 

Salah satu warga sekitar, AR, menyatakan bahwa awalnya perencanaan pengaspalan menggunakan Hot mix, namun fakta di lapangan menggunakan aspal lapen.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

“Awalnya perencanaan pengaspalan menggunakan Hot mix, tapi faktanya di lapangan menggunakan aspal lapen. Ini sangat mengecewakan,” terang AR, Minggu (08/03/2026).

 

“Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi yang jelas tidak sesuai dengan perencanaan awal,” tambahnya.

Baca Juga :  Kebiadaban Bligo Debt Collector PT Mega Auto Finance di Sragen: BPKB Lunas, Status Masih Diblokir

 

Lanjut, AR juga menuding bahwa Kepala Desa (Kades) Sokoharjo yang mengendalikan semua pelaksanaan kegiatan tersebut.

 

“Kades Sokoharjo yang mengendalikan semua pelaksanaan kegiatan ini. Kami tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tapi yang jelas tidak sesuai dengan perencanaan awal. Kami berharap agar kades dapat memberikan penjelasan tentang kasus ini,” lanjutnya.

 

Warga lainnya, UD, juga menyatakan bahwa proyek pengaspalan poros jalan desa dikendalikan oleh kades setempat.

 

“Proyek ini dikendalikan oleh kades. Bahkan, kami sempat demo karena tidak sesuai dengan perencanaan, tapi tidak diindahkan. Setiap pembelanjaan harus menggunakan arahan dan tidak diperbolehkan ke pihak lain. Ada dugaan kerjasama dengan oknum kecamatan,” jelasnya.

Baca Juga :  Halal Bihalal dan Pemberian Santunan Anak Yatim Piatu Persaudaraan Setia Hati Terate Rayon Belotan

 

UD juga menambahkan bahwa kades selama menjabat tidak transparan ke masyarakat dalam mengelola dana desa sampai saat ini.

 

“Kades tidak transparan dalam mengelola dana desa. Kami tidak tahu kemana saja dana desa itu digunakan,” katanya.

 

Sementara itu, PN menyatakan bahwa pengaspalan tidak sesuai kebutuhan dan ada dugaan manipulasi kegiatan.

 

“Pengaspalan ini hanya diakal-akalan agar nampak sesuai kegiatan dan tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Kami hanya ingin mendapatkan jalan yang baik, tapi apa yang kami dapatkan? Ini sangat mengecewakan,” ungkapnya.

Baca Juga :  Polsek Benda Tangerang Adakan Acara Lepas Sambut Kapolsek Lama ke Kapolsek Baru

 

PN juga menambahkan bahwa kades tidak peduli dengan kebutuhan masyarakat dan tidak mau mendengar keluhan warganya.

 

“Kades tidak peduli dengan kebutuhan masyarakat. Yang penting proyeknya selesai, tidak peduli apakah jalan itu baik atau tidak,” imbuhnya.

 

“Berharap agar kades dapat lebih peduli dengan kebutuhan masyarakat,” harapnya.

 

Sampai berita ini diterbitkan, Kades Sokoharjo belum dapat dihubungi untuk memberikan keterangan terkait kasus ini. Namun, warga Desa Sokoharjo berharap agar pihak berwenang dapat segera mengambil tindakan untuk mengusut kasus ini dan memastikan bahwa dana desa digunakan sesuai dengan perencanaan awal.

 

 

(SND)

Berita Terkait

Sidak Tambang Sayutan, DPRD dan ESDM Jatim Sepakat Dorong Penghentian Sementara Aktivitas Penambangan
Klirong Geger: Warga Tuntut Usut Tuntas, Takut Pelaku “Beli” Keadilan atas Kekerasan Seksual Anak
Panen Jagung Bersama Petani, Polsek Paron Wujudkan Dukungan Ketahanan Pangan di Ngawi
Kapolres Cup 2026 Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Turnamen Billiard 8 Ball Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Baru
17 Taruna Akpol Batalyon Manggala Satya Jalani Latihan Kerja di Polres Kebumen
Sengketa Tanah di Rote Ndao: Seruan Moral untuk Keadilan dan Pelayanan Publik
Unit PPA Polres Kebumen Menang Praperadilan, Masyarakat Apresiasi Profesionalisme Penyidik
Polisi Hadir di Tengah Petani, Wujud Dukungan untuk Ketahanan Pangan Nasional
Berita ini 78 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:07 WIB

Sidak Tambang Sayutan, DPRD dan ESDM Jatim Sepakat Dorong Penghentian Sementara Aktivitas Penambangan

Selasa, 9 Juni 2026 - 18:04 WIB

Klirong Geger: Warga Tuntut Usut Tuntas, Takut Pelaku “Beli” Keadilan atas Kekerasan Seksual Anak

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:53 WIB

Panen Jagung Bersama Petani, Polsek Paron Wujudkan Dukungan Ketahanan Pangan di Ngawi

Selasa, 9 Juni 2026 - 17:51 WIB

Kapolres Cup 2026 Meriahkan Hari Bhayangkara ke-80, Turnamen Billiard 8 Ball Jadi Ajang Pencarian Bibit Atlet Baru

Selasa, 9 Juni 2026 - 11:01 WIB

Sengketa Tanah di Rote Ndao: Seruan Moral untuk Keadilan dan Pelayanan Publik

Berita Terbaru