Ironis! Harga Gas Elpiji 3 Kg di Grobogan Tembus Rp35 Ribu, Warga Desa Padas Menjerit

- Redaksi

Minggu, 22 Maret 2026 - 10:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Grobogan – Di tengah suasana Hari Raya Idul Fitri yang seharusnya penuh kebahagiaan, warga Desa Padas, Kecamatan Kedungjati, justru dihadapkan pada kenyataan pahit. Harga gas elpiji subsidi 3 kilogram melonjak drastis hingga mencapai Rp35 ribu per tabung.

 

Kenaikan harga yang tidak wajar ini memicu keresahan masyarakat, terutama kalangan ekonomi menengah ke bawah yang sangat bergantung pada gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

KS, salah satu warga Desa Padas, mengaku terkejut dan kecewa dengan lonjakan harga tersebut.

 

“Biasanya kami beli sekitar Rp18 ribu, sekarang tiba-tiba jadi Rp35 ribu. Ini sangat memberatkan,” ujarnya, Minggu (22/03/2026).

Baca Juga :  Skandal Pungutan Hingga Rp 1,3 Juta di SMPN 3 Purworejo, Indikasi Pemerasan Mencuat!

 

Menurutnya, kenaikan harga tersebut berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga. Ia bahkan terpaksa mengurangi penggunaan gas karena keterbatasan biaya.

 

“Kami terpaksa menghemat pemakaian karena tidak mampu beli seperti biasa. Kondisi ini sangat menyedihkan,” tambahnya.

 

Tak hanya warga, para pengecer pun ikut terdampak. RN, salah satu penjual gas elpiji di Desa Padas, mengaku tidak memiliki kendali atas harga yang terus naik.

 

“Kami hanya menjual sesuai harga dari distributor. Kalau harga dari atas sudah tinggi, kami juga terpaksa ikut naik,” jelasnya.

Baca Juga :  Hujan Lebat Picu Longsor di Buayan, Polres Kebumen Pasang Garis Polisi

 

RN juga mengkhawatirkan dampak kenaikan ini terhadap penjualan.

 

“Kalau harga terus naik, pelanggan bisa berkurang. Kami juga serba sulit,” katanya.

 

Di sisi lain, muncul dugaan adanya penyelewengan dalam distribusi gas elpiji subsidi. Warga mengaku telah melaporkan persoalan ini kepada pihak berwenang, namun hingga kini belum ada tindakan nyata.

 

Aktivis masyarakat peduli lingkungan, MS, menilai kondisi ini semakin menekan ekonomi rakyat kecil, terlebih di momen Lebaran.

 

“Ketika kebutuhan dasar seperti energi saja sulit dijangkau, maka kesejahteraan masyarakat patut dipertanyakan. Ini bukan sekadar soal harga, tapi soal keadilan distribusi,” tegasnya.

Baca Juga :  Polres Kebumen Klarifikasi Sugiyono, Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos

 

Ia menambahkan bahwa pemerintah harus segera turun tangan untuk mengendalikan harga dan memastikan distribusi gas subsidi tepat sasaran.

 

Warga Desa Padas berharap ada langkah konkret dari pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut dugaan permainan harga serta memperbaiki sistem distribusi.

 

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya memberatkan masyarakat, tetapi juga berpotensi memicu krisis kepercayaan terhadap pengelolaan subsidi energi di tingkat daerah.

 

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Skandal Mafia Hukum di Sulawesi Utara: Menggugat Nurani Polri atas Penyingkiran Sang Pembongkar Korupsi
LSM PAKAR Tapanuli Selatan Desak KPK Periksa Bupati Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR BI–OJK
Modus Oknum Wartawan “Rara” Minta Rp20 Juta ke Warga Sragen, Ngaku Dekat Kapolres dan Jadi Dosen
Sorotan Dugaan Pencemaran Nama Baik dan ITE di Kebumen, Aktivis Minta Semua Pihak Pahami Hukum
Pimpinan Redaksi Detikdimensi Laporkan Akun KI ke Polres Kebumen, Sugiyono Soroti Dampak Penyebaran Screenshot
Dugaan Pungutan di SDN 1 Tambakagung Kebumen Dilaporkan, Kejari Diminta Bertindak Cepat
Dugaan Pungutan di SMPN 3 Purworejo Disorot, Kejaksaan Agung Turun Pantau
Orangtua Diminta Lebih Awasi Anak, Kasus Begal di JLSS Kebumen Jadi Peringatan
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 9 April 2026 - 18:41 WIB

Skandal Mafia Hukum di Sulawesi Utara: Menggugat Nurani Polri atas Penyingkiran Sang Pembongkar Korupsi

Kamis, 9 April 2026 - 18:11 WIB

LSM PAKAR Tapanuli Selatan Desak KPK Periksa Bupati Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR BI–OJK

Rabu, 8 April 2026 - 21:27 WIB

Modus Oknum Wartawan “Rara” Minta Rp20 Juta ke Warga Sragen, Ngaku Dekat Kapolres dan Jadi Dosen

Rabu, 8 April 2026 - 11:00 WIB

Sorotan Dugaan Pencemaran Nama Baik dan ITE di Kebumen, Aktivis Minta Semua Pihak Pahami Hukum

Selasa, 7 April 2026 - 16:09 WIB

Pimpinan Redaksi Detikdimensi Laporkan Akun KI ke Polres Kebumen, Sugiyono Soroti Dampak Penyebaran Screenshot

Berita Terbaru