Modus Oknum Wartawan “Rara” Minta Rp20 Juta ke Warga Sragen, Ngaku Dekat Kapolres dan Jadi Dosen

- Redaksi

Rabu, 8 April 2026 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Sragen – Maraknya oknum yang mengaku sebagai wartawan kembali meresahkan masyarakat. Kali ini, seorang perempuan bernama Rara diduga melakukan upaya pemerasan terhadap seorang pengusaha asal Sragen dengan meminta uang hingga Rp20 juta.

Rara mengaku sebagai wartawan dari salah satu media bahkan dalam percakapan juga menyebut dirinya sebagai dosen serta memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum di Sragen.

 

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rekaman Percakapan Jadi Bukti

 

Kasus ini mencuat setelah adanya rekaman percakapan melalui WhatsApp yang kini telah tersimpan di Redaksi Berita Istana dan Mata Jateng. Dalam rekaman tersebut, Rara meminta sejumlah uang sebesar Rp20 juta dengan dalih sebagai syarat untuk take down (menurunkan) sebuah berita.

 

Tak hanya itu, Rara juga mengancam bahwa apabila tidak ada respons hingga pukul 20.00 WIB, maka berita tersebut akan disebarluaskan ke berbagai media.

Baca Juga :  Afo Lim melalui Foss Group Luncurkan Foodtray TKDN 100%, SNI, dan Bersertifikat Sucofindo untuk Dukung Program Makan Gratis Bergizi

 

“Kalau tidak ada respon sampai pukul 20.00, berita akan saya sebarkan,” ujar Rara dalam percakapan yang terjadi pada 2 April 2026.

 

Ngaku Penegak Hukum dan Dekat Kapolres

 

Dalam komunikasi tersebut, Rara juga mengaku sebagai bagian dari penegak hukum di Sragen dan menyebut memiliki hubungan dekat dengan Kapolres Sragen.

 

“Kapolres Sragen itu besty saya,” ucapnya dalam rekaman.

 

Selain itu, ia juga menyebut bahwa sumber berita berasal dari mahasiswa yang sedang menjalani PKL atau KKN, serta mengklaim telah berpengalaman selama 9 tahun di dunia media dan pernah berganti-ganti tempat kerja di berbagai media.

 

Mengaku Dosen untuk Melancarkan Aksi

Untuk meyakinkan korbannya, Rara juga mengaku sebagai dosen di salah satu wilayah di Sragen. Ia menyebut dirinya sebagai “dosen terbang” dan saat itu mengaku berada di wilayah Pungkruk, Sragen.

Baca Juga :  Subdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Hadirkan Ruang Pelayanan ETLE Baru

 

Diduga, pengakuan tersebut digunakan sebagai modus untuk memperkuat kepercayaan korban agar mengikuti permintaannya.

Korban Pura-Pura Menuruti

Pengusaha yang menjadi target pemerasan tersebut diketahui hanya merespons dengan jawaban “iya, iya” guna memancing pembicaraan lebih lanjut dan mengumpulkan bukti terhadap oknum yang bersangkutan.

 

Sempat Hubungi Pemilik Media

 

Tak berhenti di situ, Rara juga sempat menghubungi Warsito, pemilik perusahaan yang mengelola 45 media online. Dalam pesannya, Rara menyinggung adanya dugaan penyuapan dan intimidasi serta meminta komunikasi dilakukan melalui jalur resmi redaksi atau hukum.

 

Tanggapan Warsito

Menanggapi hal tersebut, Warsito menegaskan bahwa tindakan oknum yang mengaku sebagai wartawan dengan cara menakut-nakuti narasumber sangat tidak dibenarkan dan melanggar kode etik jurnalistik.

 

“Kalau memang mau memberitakan, lakukan konfirmasi yang baik sesuai kode etik jurnalistik. Tidak perlu menakut-nakuti atau meminta sejumlah uang,” tegasnya.

Baca Juga :  Light Up The Dream_ PLN, 123 Warga Jakarta Sekitarnya Nikmati Listrik Gratis

 

Ia juga menyatakan tidak yakin dengan klaim Rara yang mengaku memiliki kedekatan dengan Kapolres Sragen.

 

“Saya sendiri tidak yakin dengan pengakuan tersebut,” tambahnya.

 

Sempat Ditawari Uang Rp2 Juta

 

Dalam percakapan lain, Warsito mengaku sempat memancing dengan menawarkan uang pribadi sebesar Rp2 juta yang disebut sebagai uang rokok dan bensin, bukan terkait dengan berita yang dituduhkan.

 

“Saya tidak tahu menahu soal berita perjudian yang dimaksud, tapi kalau ada rezeki, ini uang pribadi saya untuk teman-teman,” ujarnya.

 

Imbauan untuk Masyarakat

Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha, agar lebih waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai wartawan dan melakukan praktik pemerasan.

 

 

(TIM)

Berita Terkait

Diduga Ada Praktik Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Ferry Batulicin, Warga Keluhkan Sulit Mendapat BBM
Warga Resah Dugaan Karaoke dan Miras di Kawasan Wisata Goa Jatijajar, Minta Aparat dan Dinas Terkait Lakukan Pengecekan
Petani Ditemukan Meninggal di Sawah Desa Geblug saat Dijemput Cucunya
Jeritan 15 Tahun Transmigran Air Balui: Menuntut Keadilan di Tengah Sengkarut Agraria, Ombudsman RI Terkesan Tidak Peduli
OTT di Jakarta Barat dan Bali, KPK Ringkus Pejabat Imigrasi: PPWI Desak Pengusutan Gurita Pungli dan Keterlibatan Patnal
Pergantian Tampuk Kepemimpinan BGN: Antara Badai Kepercayaan Publik, Kompetensi Akademis, dan Degradasi Moral Birokrasi
Pengamat Politik, Dr. Fachrul Razi: Strategi Politik Presiden Prabowo Selamatkan Program MBG
Ratusan Warga Sayutan Datangi DPRD Magetan, Minta Tambang CV. Persada Tunggal Abadi Ditutup
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 02:38 WIB

Diduga Ada Praktik Pelangsiran Solar Subsidi di SPBU Ferry Batulicin, Warga Keluhkan Sulit Mendapat BBM

Kamis, 4 Juni 2026 - 02:18 WIB

Warga Resah Dugaan Karaoke dan Miras di Kawasan Wisata Goa Jatijajar, Minta Aparat dan Dinas Terkait Lakukan Pengecekan

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:28 WIB

Petani Ditemukan Meninggal di Sawah Desa Geblug saat Dijemput Cucunya

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:20 WIB

OTT di Jakarta Barat dan Bali, KPK Ringkus Pejabat Imigrasi: PPWI Desak Pengusutan Gurita Pungli dan Keterlibatan Patnal

Kamis, 4 Juni 2026 - 00:16 WIB

Pergantian Tampuk Kepemimpinan BGN: Antara Badai Kepercayaan Publik, Kompetensi Akademis, dan Degradasi Moral Birokrasi

Berita Terbaru