22 Pelajar Diamankan Usai Perusakan SMK di Kebumen, Polisi Libatkan Orang Tua dan Sekolah untuk Pembinaan

- Redaksi

Minggu, 10 Mei 2026 - 11:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Kebumen — Sebanyak 22 pelajar setingkat SMK diamankan jajaran Polres Kebumen setelah diduga terlibat aksi perusakan di salah satu sekolah menengah kejuruan di wilayah Kabupaten Kebumen. Peristiwa perusakan itu terjadi pada Kamis malam, 7 Mei 2026.

 

Para pelajar diamankan personel gabungan Polres Kebumen saat patroli pada Jumat, 8 Mei 2026. Setelah dibawa ke Mapolres Kebumen, mereka menjalani pembinaan di Gedung Tribrata dengan melibatkan orang tua, perangkat desa, hingga pihak sekolah masing-masing.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam kegiatan pembinaan itu, para pelajar tampak menyesali perbuatannya. Mereka diduga melakukan pengrusakan di SMK TKM Teknik Kebumen, meskipun sekolah tersebut bukan tempat mereka menempuh pendidikan.

Baca Juga :  Pertemuan Rutin Perguruan Pencak Silat di Sine, Polisi Ajak Turut Jaga Kondusivitas Ngawi

 

Berdasarkan hasil pendalaman, aksi tersebut dipicu dendam antarsekolah yang disebut telah berlangsung turun-temurun. Dugaan permusuhan itu terus diwariskan dari kakak kelas kepada adik kelas tanpa alasan yang jelas.

 

Sejumlah orang tua mengaku terkejut mengetahui keterlibatan anak mereka dalam kejadian tersebut. Mereka mengaku tidak menyangka anak-anaknya ikut dalam aksi perusakan fasilitas sekolah.

 

Kegiatan pembinaan dipimpin Kabagops Polres Kebumen Kompol Mardi, mewakili Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama. Ia menekankan pentingnya pengawasan orang tua terhadap aktivitas anak, baik di rumah maupun di lingkungan pergaulan.

 

“Kurangnya pengawasan orang tua menjadi salah satu faktor munculnya permasalahan sosial. Komunikasi dalam keluarga dan pengawasan penggunaan media sosial juga perlu diperhatikan,” kata Kompol Mardi dalam kegiatan tersebut.

Baca Juga :  Kapolres Ngawi Tegaskan Komitmen Perangi Narkotika Saat Hadiri Pengukuhuan Relawan P4GN

 

Ia juga meminta seluruh pihak mengedepankan penyelesaian secara kekeluargaan dan musyawarah agar situasi tetap kondusif.

 

Akibat perbuatan itu, para pelajar yang terlibat akan dikenakan wajib lapor sebagai bagian dari pembinaan dan pengawasan.

 

“Pelaksanaan wajib lapor dilakukan dua kali dalam satu minggu untuk memantau perkembangan siswa,” ujarnya.

 

Kabagops juga meminta kejadian tersebut dijadikan pelajaran bersama. Ia juga mendorong kedua sekolah menjalin kegiatan positif bersama untuk mencegah konflik antarpelajar.

“Kegiatan bersama seperti olahraga dan pembinaan pelajar diharapkan bisa mempererat hubungan antarsekolah,” katanya.

 

Baca Juga :  Kapolres Magetan Turun Langsung Patroli Telaga Sarangan, Ribuan Pengunjung Padati Kawasan Wisata

Pihak sekolah turut menyampaikan sikap mereka dalam pembinaan tersebut. Kesiswaan SMK Nawa Bakti, Edi Wiyanto, mengatakan para siswa telah diberikan arahan dan pembinaan agar menjauhi perilaku negatif.

 

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat dan pihak SMK Taman Karya atas keresahan yang timbul akibat kejadian tersebut.

 

Sedangkan pihak SMK Taman Karya penanganan dilakukan dengan mengedepankan unsur pembinaan karena para pelajar masih memiliki masa depan panjang.

 

Acara kemudian dilanjutkan dengan penyampaian permohonan maaf para siswa kepada orang tua dan guru. Mereka juga menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatan serupa dan mematuhi tata tertib yang berlaku.

 

Sumber : (Humas Polres Kebumen)

Berita Terkait

Sinergi Membangun Ngawi, Dandim Ngawi dan Bupati Bahas Ketahanan Pangan serta Pembangunan
Tanpa Kepastian Perbaikan Pemkab, Warga Desa Medono Gotong Royong Benahi Jalan Alternatif Kaliwiro-Wadaslintang
Jaga Anak Tetap Sehat, Babinsa Dampingi BIAS di SDN 01 Kepet
Peringatan HUT ke-3 GMPP dan Tunas Bumi Fest Meriahkan Alun-Alun Wonosobo, Dihadiri Tokoh-Tokoh Nasional
Polisi Tindak 13 Pengendara dalam Patroli Malam Minggu di Kebumen, 10 Motor Pakai Knalpot Brong
Gotong Royong, Babinsa Pitu dan Warga Bangun Jembatan Garuda di Desa Cantel
Kebakaran Melanda Rumah Warga Glonggong, Babinsa dan Warga Bergerak Cepat
Ketika Jalan Kampung Butuh Perhatian, Babinsa dan Warga Sidorejo Bergerak Bersama
Berita ini 9 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:23 WIB

Sinergi Membangun Ngawi, Dandim Ngawi dan Bupati Bahas Ketahanan Pangan serta Pembangunan

Senin, 10 Agustus 2026 - 12:10 WIB

Tanpa Kepastian Perbaikan Pemkab, Warga Desa Medono Gotong Royong Benahi Jalan Alternatif Kaliwiro-Wadaslintang

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:29 WIB

Jaga Anak Tetap Sehat, Babinsa Dampingi BIAS di SDN 01 Kepet

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:32 WIB

Peringatan HUT ke-3 GMPP dan Tunas Bumi Fest Meriahkan Alun-Alun Wonosobo, Dihadiri Tokoh-Tokoh Nasional

Minggu, 9 Agustus 2026 - 14:03 WIB

Polisi Tindak 13 Pengendara dalam Patroli Malam Minggu di Kebumen, 10 Motor Pakai Knalpot Brong

Berita Terbaru