Dugaan Mal Praktek Klinik Dokter Hewan Di Grobogan, Anjing Golden Retriever Mati Usai Dibawa ke Klinik

- Redaksi

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Grobogan — Seorang pemilik anjing berinisial Y mengaku terpukul setelah anjing kesayangannya jenis Golden Retriever meninggal dunia tak lama setelah mendapatkan tindakan medis di Theresa Pet And Care Grobogan, pada Rabu (30/9/2026).

 

Kejadian tersebut bermula ketika anjing milik Y mengalami penurunan nafsu makan selama beberapa hari. Pemilik kemudian mencari dokter hewan melalui layanan daring untuk berkonsultasi mengenai kondisi hewan peliharaannya.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Y sempat meminta agar dokter datang ke rumah untuk memeriksa kondisi anjing tersebut. Namun, menurut keterangan Y, dokter meminta agar anjing dibawa ke klinik untuk mendapatkan pemeriksaan.

 

Setelah tiba di klinik, Y mengaku dokter kemudian memberikan suntikan dan obat racikan. Tak berselang lama, kondisi anjing disebut tiba-tiba melemah hingga tidak sadarkan diri.

 

“Awalnya masih bisa berjalan. Setelah diberi suntikan, kemudian diberikan obat. Tidak lama kemudian anjing saya lemas dan akhirnya meninggal,” ujar Y saat menceritakan kejadian tersebut.

Baca Juga :  Dua Bulan Laporan Mandek, Warga Desak Kapolres Kebumen Beri Asistensi Kasus Pencabulan Anak

 

Y mengaku sempat menolak obat yang diberikan karena menurutnya dokter menyampaikan bahwa dosis obat tersebut cukup tinggi. Namun, Y menyebut obat tetap diberikan dan dokter meminta agar menunggu reaksi setelah pemberian obat.

 

Upaya pertolongan pertama terhadap anjing tersebut, menurut Y, tidak berhasil. Hewan peliharaannya akhirnya dinyatakan meninggal.

 

Y mengaku syok karena sebelumnya anjing tersebut masih dapat berjalan dan kemudian mengalami penurunan kondisi secara mendadak setelah mendapatkan tindakan medis.

 

Dokter Berikan Klarifikasi

 

Sementara itu, dokter berinisial T memberikan penjelasan berbeda pada Jumat (2/10/2026). Menurut keterangan dokter T, tindakan yang diberikan hanya berupa satu kali suntikan vitamin dan satu kapsul obat untuk meningkatkan nafsu makan, disesuaikan dengan gejala yang disampaikan oleh pemilik.

 

Keterangan tersebut dibantah oleh Y. Ia menyatakan bahwa obat yang diberikan kepadanya berjumlah dua kapsul.

Baca Juga :  UNCLOS and the Strait of Hormuz: A Call for Respecting Maritime Law

 

“Saya datang membawa anjing dalam kondisi masih bisa berjalan. Setelah diberikan suntikan, langsung diberikan dua kapsul obat. Sebelumnya saya sempat menolak karena dokter mengatakan dosisnya agak tinggi. Tetapi obat tetap diberikan dan dokter mengatakan kita tunggu reaksinya,” kata Y.

 

Y berharap kejadian tersebut dapat dijelaskan secara terbuka, termasuk mengenai jenis suntikan, kandungan obat, dosis yang diberikan, serta kondisi medis anjing sebelum dan sesudah mendapatkan tindakan.

 

Perlu Pemeriksaan Medis untuk Memastikan Penyebab Kematian

 

Terkait munculnya dugaan malapraktik, diperlukan pemeriksaan dan penilaian medis secara objektif untuk memastikan penyebab kematian anjing tersebut.

 

Seorang dokter hewan yang dimintai pandangan secara umum menyampaikan bahwa tindakan medis terhadap hewan seharusnya dilakukan berdasarkan pemeriksaan kondisi pasien, riwayat kesehatan, serta pertimbangan dosis dan jenis obat yang tepat.

Baca Juga :  Menjelang HUT ke-6, Pimpinan Redaksi Lensa Polri Tekankan Pentingnya Solidaritas Antar Insan Media

 

Menurutnya, dokter hewan juga perlu memberikan penjelasan kepada pemilik mengenai tindakan yang akan dilakukan dan obat yang diberikan, termasuk risiko yang mungkin terjadi.

 

Namun, apakah kematian anjing tersebut benar-benar disebabkan oleh suntikan atau obat yang diberikan, tidak dapat disimpulkan hanya berdasarkan urutan kejadian. Diperlukan pemeriksaan rekam medis, jenis dan dosis obat, kondisi klinis sebelum tindakan, serta bila memungkinkan pemeriksaan lebih lanjut terhadap hewan untuk mengetahui penyebab kematiannya.

 

Hingga berita ini ditulis, persoalan tersebut masih berupa dugaan dan belum terdapat kesimpulan resmi yang menyatakan telah terjadi malapraktik.

 

Pihak Theresa Pet And Care Grobogan juga diharapkan dapat memberikan penjelasan secara lengkap mengenai pemeriksaan, tindakan medis, jenis obat, dosis, serta kondisi anjing sebelum akhirnya meninggal dunia.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten
Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun
Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel
Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum
Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat
Sidang Perdana Sengketa KPR di Madiun: Kuasa Hukum Soroti Legalitas Oper Kredit via Notaris dan Dugaan Klausul Baku
Babinsa Bringin Kawal Distribusi Air Bersih untuk Warga Kenongorejo yang Dilanda Kekeringan
Api Lahap Lahan Tebu di Patihan, Petugas Bergerak Cepat Cegah Kebakaran Meluas
Berita ini 12 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:17 WIB

AKBP Rachmad C. Yusuf Resmi Pimpin Polres Kebumen, I Putu Bagus Krisna Purnama ke Klaten

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:14 WIB

Wujud Kepedulian, Kodim Ngawi dan Baznas Bantu Rehab Rumah Tidak Layak Huni Warga Tawun

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelatihan dan Ujian Beladiri Polri Digelar Tiga Hari, Polres Kebumen Perkuat Kesiapan Personel

Rabu, 7 Oktober 2026 - 11:40 WIB

Pemasangan Plang ‘Agunan Menunggak’ di Rumah Debitur Magetan, Kuasa Hukum: Tindakan Sepihak Berpotensi Langgar Hukum

Rabu, 7 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Perlindungan Perempuan dan Anak Jadi Topik Utama, Polres Blora Gandeng RPPAI Pusat

Berita Terbaru