Detikdimensi.com Pati – Penanganan laporan dugaan penganiayaan terhadap warga Desa Dukuhseti, Kecamatan Dukuhseti, Kabupaten Pati, mendapat sorotan.
Pasalnya, perkara yang dilaporkan ke Polsek Margoyoso tersebut, disebut telah berjalan lebih dari satu bulan, namun pihak korban masih menunggu kejelasan perkembangan kasus.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Desa Dukuhseti, Dr. Ahmad Rifa’i, M.H meminta agar proses penanganan perkara dapat dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum.
“Pihak korban sudah melaporkan dan perkara ini sudah berjalan satu bulan lebih.
Kami berharap ada kejelasan mengenai proses penanganannya,” ujar Dr. Ahmad Rifa’i, M.H kepada wartawan, Rabu (7/10/2026).
Menurutnya, dugaan penganiayaan merupakan perkara pidana yang harus ditangani berdasarkan hasil penyelidikan, keterangan para pihak, serta alat bukti yang diperoleh aparat penegak hukum.
Korban berinisial MSA disebut sempat menjalani perawatan di rumah sakit dan mendapatkan tindakan operasi, akibat luka yang dialaminya.
Berdasarkan keterangan pihak korban, luka tersebut berada di bagian atas kepala, pelipis mata sebelah kiri, serta bagian leher bawah telinga sebelah kiri.
Peristiwa tersebut diduga terjadi saat acara cek sound horeg di Desa Margotuhu Kidul, Kecamatan Margoyoso.
Korban disebut mengalami luka, setelah diduga terkena serangan menggunakan pecahan botol.
Laporan perkara tersebut tercatat melalui STTLP/26/VIII/DIK.7.2/2026/SPKT SEK. MGYS tertanggal 26 Agustus 2026.
Dr. Ahmad Rifa’i, M.H menekankan, pihaknya tidak menginginkan adanya tindakan main hakim sendiri. Ia justru meminta agar persoalan tersebut diselesaikan melalui mekanisme hukum.
“Kami hanya berharap proses hukum berjalan, korban mendapatkan kepastian, dan setiap pihak diperlakukan sesuai ketentuan hukum,” tegasnya.
Kades Dukuhseti berharap aparat penegak hukum dapat memberikan informasi mengenai perkembangan perkara secara proporsional, agar kedepan tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Sementara itu, informasi mengenai pihak yang diduga pelaku kabur ke NTB, Kini perhatian publik tertuju pada perkembangan penanganan laporan tersebut, serta langkah hukum selanjutnya dari aparat berwenang.
(TIM/RED)








