Langkah Bersejarah Energi Afrika: Negara-Negara ECOWAS Resmi Dukung Proyek Pipa Gas Atlantik Nigeria-Maroko

- Redaksi

Rabu, 22 Juli 2026 - 07:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Detikdimensi.com Freetown – Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kepala Negara dan Pemerintahan dari negara-negara anggota Komunitas Ekonomi Negara-Negara Afrika Barat (Economic Community of West African StatesECOWAS) yang berlangsung di Freetown, Sierra Leone, Minggu, 19 Juli 2026, mencatatkan sejarah baru bagi lanskap energi regional. Seluruh negara anggota resmi menandatangani Intergovernmental Agreement (IGA) yang melandasi pengembangan Nigeria-Morocco African Atlantic Gas Pipeline (AAGP).

 

Infrastruktur energi raksasa sepanjang kurang lebih 6.800 kilometer ini dirancang untuk mengalirkan gas alam dari Nigeria menuju Maroko, hingga nantinya terhubung langsung dengan jaringan transmisi gas benua Eropa.

ADVERTISEMENT

Ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Penandatanganan kesepakatan ini menjadi bukti nyata dukungan penuh dan konsensus politik seluruh negara anggota ECOWAS terhadap proyek megah yang digagas oleh Yang Mulia Raja Mohammed VI dari Maroko dan mendiang mantan Presiden Nigeria, Muhammadu Buhari, yang kini pengembangannya diteruskan oleh Presiden Bola Ahmed Tinubu. Proyek strategis ini dikembangkan secara kolaboratif oleh Kantor Nasional Hidrokarbon dan Pertambangan Maroko (National Office of Hydrocarbons and Mines / ONHYM) bersama Perusahaan Minyak Nasional Nigeria (Nigerian National Petroleum Company Limited / NNPC Ltd.).

Baca Juga :  Dugaan Tambang Ilegal Kebumen Kembali Beroperasi, Publik Tuntut Transparansi Aparat

 

Kesepakatan interpemerintah ini membuka jalan lebar menuju tahap implementasi operasional berikutnya. Langkah krusial yang akan segera direalisasikan mencakup pembentukan Project Company yang berpusat di Casablanca, Maroko, serta pembentukan Pipeline Higher Authority yang berkantor pusat di Abuja, Nigeria. Kedua lembaga ini bertugas mengawal mobilisasi investor global menuju Final Investment Decision (FID).

 

Tahap penandatanganan akhir rencananya akan ditandai melalui upacara khusus di Kerajaan Maroko, di mana Maroko dan Republik Islam Mauritania akan menandatangani perjanjian tersebut secara bersama-sama di hadapan Presiden Republik Federal Nigeria.

 

Setelah selesai dibangun, pipa gas ini akan melintasi 13 negara di sepanjang pesisir Atlantik Afrika dan tersambung dengan Jalur Pipa Gas Maghreb-Eropa di Maroko utara. Dengan kapasitas angkut mencapai 30 miliar meter kubik gas alam per tahun, sekitar 15 miliar meter kubik dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar regional Afrika Barat, sementara sisanya diekspor ke Maroko dan pasar Eropa.

Baca Juga :  Hak Jawab, Somasi, dan Akuntabilitas Publik: Bedah Yuridis atas Sengketa Pemberitaan Martin Manoluk, Putri Arum dan Agung Nugroho

 

Proyek senilai kurang lebih USD 25 miliar (sekitar Rp400 triliun) ini bertekad menciptakan pasar gas alam terintegrasi, mendukung pembangkitan listrik skala besar, mendorong industrialisasi, serta mengoptimalkan potensi sumber daya alam benua Afrika. Pengoperasian segmen pertama pipa gas ini diproyeksikan mulai berjalan pada awal dekade mendatang.

 

Perkembangan pesat proyek AAGP ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak internasional, termasuk dari Indonesia. Wilson Lalengke, Presiden Persaudaraan Indonesia Sahara Maroko (Persisma), menyampaikan dukungannya atas capaian bersejarah yang diraih oleh Maroko dan negara-negara Afrika Barat tersebut.

 

“Penandatanganan perjanjian antar-pemerintah ini adalah lompatan besar bagi terwujudnya kemandirian dan ketahanan energi di Afrika. Pipa Gas Atlantik Nigeria-Maroko bukan sekadar proyek infrastruktur fisik, melainkan ‘koridor kemakmuran’ yang menghubungkan potensi ekonomi antar-negara. Persisma menyambut baik dan mendukung penuh perkembangan positif ini,” ujar Wilson Lalengke di Jakarta, Selasa, 21 Juli 2026.

 

Pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Persatuan Pewarta Warga Indonesia (Ketum PPWI) itu menambahkan bahwa konsensus yang dicapai oleh negara-negara ECOWAS membuktikan visi jauh ke depan dari Raja Maroko, King Mohammed VI, dalam mengedepankan kerja sama Selatan-Selatan (South-South Cooperation). Menurutnya, stabilitas dan pertumbuhan ekonomi di kawasan Sahara dan Afrika Barat akan membawa dampak positif bagi perdamaian serta kesejahteraan global.

Baca Juga :  Warga Kutowinangun Desak Penertiban Dugaan Tempat Jual Miras Bermodus "Ketuk Pintu"

 

Inisiatif awal yang dimulai dari kerja sama bilateral antara Maroko dan Nigeria kini resmi bertransformasi menjadi proyek bersama milik seluruh kawasan Afrika Barat. Kepemilikan bersama (collective ownership) oleh negara-negara anggota ECOWAS makin memperkuat fondasi politik dan institusional proyek ini.

 

Pihak ONHYM dan NNPC Ltd. mengonfirmasi bahwa studi teknis utama, rekayasa enginering, serta analisis dampak lingkungan telah selesai dilaksanakan. Hal ini menandakan bahwa proyek siap memasuki fase konstruksi dan pengembangan operasional secara bertahap setelah penandatanganan lanjutan di Rabat kelak.

 

Pada akhirnya, keberadaan African Atlantic Gas Pipeline melampaui sekadar dimensi bisnis energi. Infrastruktur ini dirancang sebagai simpul pertumbuhan ekonomi baru yang meningkatkan daya saing, mempercepat industrialisasi, serta mempererat integrasi sosio-ekonomi antar-bangsa di Benua Afrika.

 

(TIM/RED)

Berita Terkait

Mobil Parkir Dua Hari di Jalur Sepeda Depan DPRD Kebumen, Picu Polemik Publik: Dugaan Pelanggaran Lalu Lintas!
Gerak Cepat, Babinsa Paron dan Damkar Padamkan Kebakaran Rumah Warga Akibat Korsleting Listrik
Warung Kompas Presisi Polres Ngawi, Berbagi Makan Gratis Dan Serap Aspirasi Warga
Lahan Perhutani di Karanggayam Kebumen Terbakar, Api Dipadamkan Manual
Kapolres Kebumen Bantu Perlengkapan Sekolah 15 Siswa di Sempor
Gerakan Indonesia Asri Sasar TMP Yudhonegoro, Kodim 0804/Magetan Bersama Lintas Instansi Wujudkan Kepedulian Lingkungan
Saat Lapak Bersih, Rezeki Pun Diharapkan Datang Lebih Baik
Dari Lapangan, Semangat Cinta Tanah Air Tumbuh di Hati Ratusan Siswa SMKN 1 Jiwan
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Mobil Parkir Dua Hari di Jalur Sepeda Depan DPRD Kebumen, Picu Polemik Publik: Dugaan Pelanggaran Lalu Lintas!

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:01 WIB

Gerak Cepat, Babinsa Paron dan Damkar Padamkan Kebakaran Rumah Warga Akibat Korsleting Listrik

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Warung Kompas Presisi Polres Ngawi, Berbagi Makan Gratis Dan Serap Aspirasi Warga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:34 WIB

Lahan Perhutani di Karanggayam Kebumen Terbakar, Api Dipadamkan Manual

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 10:32 WIB

Kapolres Kebumen Bantu Perlengkapan Sekolah 15 Siswa di Sempor

Berita Terbaru